Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 51


__ADS_3

Ketika Haikal sedang berjalan memasuki sebuah cafe, tanpa sengaja dia bertabrakan dengan seorang gadis.


" Maaf kak, tidak sengaja," ucap gadis itu yang segera berlalu pergi. Sepertinya dia sedang terburu-buru. Jadi, Haikal hanya mengabaikannya.


Entah sebuah kebetulan atau bagaimana, tempat duduk Haikal tidak jauh dari tempat duduk Mita, sehingga dia mendengar pernyataan cinta gadis itu.


Gadis sekarang, ternyata sungguh berani sekali! Gumam Haikal dalam hati dengan gelengan kepala.


Tak lama kemudian, dia mendengar sebuah hinaan. Tiba-tiba, Haikal menjadi tertarik untuk memperhatikan kejadian itu. Mendengar seorang gadis yang di tolak cintanya, membuat Haikal jadi teringat dengan dirinya sendiri.


Ketika memperhatikan gadis itu, dia merasa seakan tidak asing dengan wajahnya. Seperti pernah bertemu, tapi entah di mana.


" Dia ... terlihat seperti gadis yang membantuku, tempo hari" gumam Haikal yang sudah mengingat siap gadis itu.


Melihat gadis itu terus di hina di depan umum, membuat Haikal merasa iba, dan ingin membantu.


" Hei, dengarkan perkataan gue baik-baik. Cewek tomboi macam Lu kayak gini, jangan pernah berharap deh bisa jadi pacar gue!" caci seorang pria.


" Lagian ya, Mit. Kalau tomboi ya ... tomboi aja. Nggak udah sok sokan dandan feminim hanya biar boy tertarik sama lu, Nggak level! Dandan feminim, tapi jalan masih ngangkang, hahaha ....," ejek seorang wanita.


Mita sudah mengepalkan tangannya, aura kemarahan tercetak jelas di wajahnya. Ingin sekali dia segera memukul habis pria yang sok kegantengan itu. Awalnya dia memang tertarik dengan Boy karena dia yang lebih dulu bersikap baik padanya.


Tapi, pada akhirnya Boy hanya menggunakan dia sebagai bahan taruhan bersama teman-temannya.

__ADS_1


Sakit?


Tentu saja sakit, di saat kamu sudah mencintai orang itu, dia justru mengatakan bahwa kamu hanya di gunakan sebagai bahan taruhan bersama teman-temannya. Bahkan, dia menghina kamu di depan orang banyak, seakan kamu itu tidak bernilai.


Saat Mita ingin memberi pelajaran pada Boy, tiba-tiba ada seseorang yang mencekal tangannya.


" Sayang, kenapa kamu ada di sini?" tanya Haikal dengan tersenyum manis serta melingkarkan tangannya di pundak Mita. Sedangkan Mita mengerutkan keningnya tak mengerti kenapa pria asing ini memanggilnya dengan sebutan sayang.


Melihat ada pria tampan yang datang, membuat seorang gadis centil mendekatinya. Dia masih tidak percaya bahwa pria ini memanggil Mita dengan sebutan sayang, sehingga dia ingin menggunakan keahliannya untuk menggoda pria.


" Hei pria tampan, apakah kamu salah orang?" tanya wanita centil itu sembari memegang tangan Haikal. Namun, Haikal segera menepisnya.


" Maaf, saya tidak salah orang. Mita memang adalah pacar saya yang sedang ngambek, dan dia akan bersikap seperti ini jika sedang ngambek. Mudah bilang suka ke pria bodoh hanya untuk membuat Saya cemburu," jelas Haikal dengan menekankan kata bodoh sembari menatap ke arah Boy. Seakan dia sedang menghina Boy dengan cara halus.


" Apakah saya mengatakan bahwa kamu bodoh? " kini Haikal justru bertanya balik, membuat Boy kebingungan.


" Ya ... walaupun tidak secara langsung, tapi___" Boy jadi bingung sendiri mau berkata apa.


" Kalau kamu memang merasa seperti itu, ya syukurlah. Setidaknya kamu sadar diri!" tukas Haikal dengan senyuman manisnya. Membuat para wanita di sana terpesona.


" Eh, cowok ganteng!" panggil gadis centil itu ketika Haikal ingin pergi.


" Kalau sudah bosan, kamu bisa kok menghubungi aku, " gadis centil itu memberikan sebuah kertas berisikan nomor ponselnya pada Haikal.

__ADS_1


Haikal menaikkan sudut bibirnya. " Maaf, saya tidak suka barang bekas, tidak level!" tandas Haikal yang segera membawa Mika pergi dari tempat itu.


Sedangkan cewek centil itu membulatkan sepasang matanya saat mendengar Haikal menghinanya dengan mengatakan bahwa dia adalah barang bekas.


Kurang ajar tuh cowok , berani-beraninya dia menghina gue seperti ini!


Di luar cafe, terlihat Mita tengah memberontak mencoba melepaskan tangannya yang di tarik oleh Haikal.


" Eh, lepasin tangan gue!" bentak gadis itu.


Haikal menghentikan langkahnya, lalu menatap ke arah gadis itu.


" Kenapa kamu membentakku?" tanya Haikal yang tidak suka di bentak. Padahal, dia sudah menolong gadis itu.


" Lagian kamu siapa, ngaku-ngaku jadi pacarku? Kenal aja nggak!" ketus Mita kesal.


Haikal semakin mendekatkan wajahnya, membuat Mita memundurkan tubuhnya sampai terhenti karena sebuah tembok.


" Apakah kamu melupakanku?" tanya Haikal.


...****************...


Oh ya, maaf kalau telat up karena mau namatin novel yang satunya. Tapi, author akan usahakan untuk up setiap hari.

__ADS_1


__ADS_2