Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 84


__ADS_3

Mendengar suara muntah-muntah, membuat Angkasa bangun dari tidurnya dan beranjak jalan ke kamar mandi. Sepasang matanya membulat tatkala melihat Jingga sudah terkapar lemas di lantai.


" Sayang ...," seru Angkasa yang segera berlari menghampiri Jingga.


Melihat Angkasa datang, menimbulkan bibir pucat itu tersenyum lalu 'tak sadarkan diri. Melihat Jingga yang pingsan, membuat Angkasa panik dan segera menggendongnya.


Perlahan, Angkasa merebahkan tubuh Jingga di atas kasur dan menutupinya dengan selimut. Suhu tubuhnya terasa dingin, dan wajahnya juga terlihat sangat pucat.


" Ji ... Kamu kenapa, sayang?" ucap Angkasa sembari mengusap kening Jingga.


Angkasa mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, lalu segera menelpon Doni, namun nomornya tidak aktif.


Karena bingung harus menelpon siapa lagi, membuat Angkasa memutuskan untuk membawa Jingga ke rumah sakit. Dia takut terjadi sesuatu dengan istrinya itu. Angkasa mengambilkan sebuah jaket dan celana panjang, ia tak mau ada yang melihat tubuh indah istrinya itu.


Sesampainya di rumah sakit, Jingga segera di bawa ke ruangan ugd dan di periksa oleh Dokter jaga di sana. Angkasa yang menunggu di luar ruangan, terlihat sangat panik sekali.


" Ji ... Aku berharap kamu baik-baik saja sayang ..." doa Angkasa.


Selang beberapa menit kemudian, seorang Dokter wanita keluar dari ruangan UGD, membuat Angkasa segera berjalan menghampirinya.


"Bagaimana keadaan istri saya, Dok?" tanya Angkasa cemas.

__ADS_1


"Dokter Jingga kekurangan cairan, dan ada kemungkinan kalau dia sedang hamil muda. Jadi, nanti setelah ia sadar barulah akan melakukan pemeriksaan lebih detail apakah dugaan saya benar atau tidak.


" Hamil? "ulang Angkasa yang masih belum percaya dengan apa yang ia dengar.


" Iya, Pak. Tapi, itu masih diagnosis sementara dan belum bisa di pastikan keakuratannya," jelas Dokter itu karena dia memang belum melakukan tes apapun untuk mengetahui apakah Jingga hamil apa bukan.


Seperdetik kemudian, terlihat jelas bahwa Angkasa terlihat bahagia di tengah rasa cemasnya. Jika Jingga memang beneran hamil, betapa bahagianya dia karena sudah di karunia seorang anak dengan cepat.


Terimakasih Tuhan ... Semoga ini beneran nyata. Ucap Angkasa dalam hati sembari meraup wajahnya.


Setelah itu, Angkasa segera masuk ke dalam ruangan UGD untuk melihat bagaimana kondisi istrinya. Ternyata Jingga masih terlelap dengan selang infus yang sudah terpasang di punggung tangannya. Angkasa menarik sebuah kursi yang ada di dekat brankar dan duduk di sana. Di raihnya tangan dingin istrinya yang mulai menghangat kembali, lalu menciumnya begitu dalam.


" Semoga berita ini benar adanya ya sayang? Di dalam perut ini sudah tumbuh AJ junior," ucap Angkasa sembari mengelus perut rata istrinya.


Di tempat lain, terlihat sepasang pengantin baru tengah melakukan sholat subuh berjamaah. Mendengar bacaan sholat Haikal yang fasih dan lembut, membuat hati Mita berdesir.


Mita tak pernah menyangka bahwa suara Haikal begitu enak di dengar ketika sedang membaca bacaan sholat dan surat-surat pendek. Jika melihat Haikal di waktu seperti ini, dia terlihat seperti sosok suami yang sholeh dan idaman.


Selepas sholat, Mita mencium tangan Haikal, dan di balas dengan kecupan di kening. Hubungan mereka saat ini, terlihat seperti pasangan suami istri pada umumnya. Namun, seper detik kemudian kembali terlihat seperti tom and jerry.


Mita segera memundurkan wajahnya

__ADS_1


" Haikal! Kenapa kamu menciumku? Kamu sengaja mengambil kesempatan dalam kesempitan, ya!" hardik Mita dengan tangan kiri menunjuk ke arah Haikal, sedangkan tangan kanan mengusap keningnya seakan mencoba menghilangkan bekas ciuman itu.


Haikal memicingkan matanya tatkala mendengar ucapan Mita yang terdengar aneh.


" Hei, amit-amit! Kamu itu istriku, dan aku tadi hanya memberikan respon atas tindakanmu!" tukas Haikal yang tak mau di salahkan.


" Respon? Tindakan? Apa maksudmu? Dan... Namaku itu MITA, bukan amit-amit!" ucap Mita dengan penuh penegasan. Bisa-bisanya Haikal mengganti namanya begitu saja!


Haikal memijat pelipisnya yang berdenyut tatkala melihat sikap istrinya yang lola (loading lama).


" Bukankah kamu tadi mencium tanganku? " tanya Haikal dan di angguki oleh Mita.


" Nah, aku mencium kening mu hanya sebagai respon balik atas tindakanmu yang mencium tanganku. Apa___"


" Ya... Nggak gitu juga!" sela Mita yang tidak setuju dengan penjelasan Haikal.


" Cium tangan itu sudah umum di lakukan oleh seorang makmum pada Imam setelah melakukan sholat berjamaah, sedangkan membalas dengan mencium kening itu___ tak selalu di lakukan!" Mita masih terus memberikan argumennya.


Tanpa kata-kata lagi, Haikal segera menarik punggung Mita mendekat ke tubuhnya.


" Aku itu suamimu jadi berhak melakukannya! Bahkan, aku juga boleh melakukan ini___"

__ADS_1


...****************...


Terimakasih buat kalian yang sudah komen dan ingin cerita ini di lanjut sampai selesai.


__ADS_2