
Karena tidak enak membiarkan seorang tamu berada di luar, Ayah Bejo mempersilahkan Bu Asma dan Haikal masuk ke dalam rumahnya.
Kini, Bu Asma dan Haikal sudah berada di ruang tamu rumah minimalis itu. Saat melihat ada sebuah foto keluarga yang telah usang termakan oleh waktu, namun masih terpajang di dinding ruangan itu, membuat Bu Asma bangun dari tempat duduknya dan berjalan mendekati foto itu.
Melihat sikap Ibunya yang aneh serta saling mengenal satu sama lain dengan ayah Mita, membuat Haikal semakin penasaran.
Ada hubungan apa mereka?
" Apa Kamu masih mencintai, Rumi?" tanya Bu Asma sambil memandangi foto keluarga itu. Tatapannya terus tertuju pada sosok wanita cantik yang tengah menggendong putri kecilnya.
"Tentu saja," jawab Ayah Bejo yang kini ikut berdiri dari tempat duduknya dan ikut menatap foto itu.
" Kenapa?"
Ayah Bejo mengerutkan keningnya, tatakala mendengar pertanyaan aneh yang keluar dari mulut bu Asma.
" Kenapa pertanyaanmu sangat aneh sekali, Asma?" ujar Ayah Bejo.
Bu Asma hanya tersenyum.
__ADS_1
" Apakah aneh?" bu Asma bertanya kembali seraya menatap ke arah Ayah Bejo.
" Tentu saja! Mana ada orang yang baru bertemu kembali setelah sekian lama, hanya bertanya tentang apakah masih mencintai istrinya," ketus ayah Bejo yang merasa sedikit kesal.
Bu Asma terkekeh tatkala melihat ekspresi kesal dari wajah suami sahabatnya dulu. " Aku itu hanya ingin memastikan saja karena aku tak pernah menyangka bahwa kamu tidak menikah lagi setelah Rumi meninggal," jelas bu Asma. Walaupun tak pernah tahu bagaimana hidup pria ini selama belasan tahu terakhir, tapi bu Asma yakin bahwa dia belum menikah lagi. Karena foto keluarga bersama mendiang istrinya saja masih terpampang jelas di ruang tamu.
" Ada hubungan apa di antara kalian?" bukan Haikal yang bertanya, melainkan Andika abang Mita yang sudah sangat penasaran sekaligus bingung.
Siapa mereka? Kenapa Ayahnya bisa saling kenal, dan dia juga tahu tentang almarhum ibunya? Karena seingat Andika ia baru bertemu pertama kali dengan wanita ini.
" Iya, apa kalian sudah saling kenal sebelumnya?" timpal Haikal yang tak kalah penasarannya.
" Tentu saja kenal," jawab Bu Asma dengan melirik ke arah Bejo yang hanya diam saja.
" Tentu saja tahu karena putrimu adalah calon menantuku," pungkas bu Asma dengan tersenyum lebar.
" Oh, ya. Di mana Mita?" tanya Bu Asma saat tak melihat ada Mita di rumah itu.
Ayah Bejo dan Andika mengerutkan keningnya tatkala mendengar ucapan bu Asma yang mengatakan bahwa Mita adalah calon menantunya.
__ADS_1
"Apa maksudmu berkata seperti itu, As? Dan apa kamu mengenal Mita? " tanya ayah Bejo.
" Apa kamu lupa dengan perjanjian yang aku buat dengan rumi dulu?" Bukannya menjawab, bu Asma justru melontarkan sebuah pertanyaan pada ayah Bejo. Dia ingin memastikan kembali bahwa Ayah Bejo masih mengingat perjanjian yang telah terjadi puluhan tahun silam.
Perjanjian? Apalagi ini? Batin Haikal dan Andika.
" Tentu saja ingat, tapi itu kan perjanjianmu sama Rumi saat dia masih hidup dulu. Lagi pula, kamu tidak pernah tahu seperti apa putriku, jadi___"
" Aku sudah tahu, bahkan dia adalah pacar putraku," sela Bu Asma ketika ayah Bejo belum menyelesaikan ucapannya.
"Pacar? " seru Ayah Bejo dan Andika serentak dengan bola mata yang sudah membulat sempurna. Melihat dari ekspresi wajah yang mereka tunjukan saat ini, membuat bu Asma tahu bahwa mereka tengah terkejut.
Bagaimana tidak terkejut. Pasalnya selama ini mereka tak pernah ada yang tahu bahwa Mita memiliki pacar. Jangankan pacar, pria yang baru mau mendekati Mita saja kebanyakan akan langsung kabur tatkala melihat wajah sangar ayah Bejo.
Dan yang mengejutkan lagi, pacar Mita adalah anak dari Asma sahabat mendiang istrinya. Bejo menatap ke arah pria yang datang bersama Asma.
" Apa kamu benar pacar putriku?" tanya Bejo dengan tatapan menghunus.
Tatapan Bejo yang begitu tajam dan menakutkan, membuat tubuh Haikal membeku. Bahkan, sekedar menelan saliva saja sulit.
__ADS_1
...****************...
Kira-kira perjanjian apa lagi ini? Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...