Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
Bab 62


__ADS_3

Saat Jingga mengatakan bahwa dia tengah hamil kembar, tiba-tiba air matanya jatuh menetes. Elia kembali melihat ke layar monitor usg, dimana ada dua janin yang terus tumbuh dalam rahimnya.


Bukan hanya Elia yang terharu, tapi Simon juga. Ia benar-benar tidak pernah mengira bahwa bibit kecebongnya bisa menghasilkan dua janin sekaligus.


" MaNgga, mana adik Acy?" tanyanya yang sejak tadi bingung dimana keberadaan adiknya. Dia ingin tahu seperti apa wajah adiknya.


Jingga menyuruh Arsy untuk mendekat padanya, dan arsy pun mengikutinya. Jingga memangku Arsy, lalu memberitahukan padanya bahwa gamvar yang ada di layar monitor itu adalah adiknya, dan dia akan langsung mempunyai dua adik karena maminya sedang hamil anak kembar.


" Kenapa adikku kecil sekali, dan tidak terlihat seperti adik Caka?" tanya Arsy dengan polosnya dan sontak membuat semua orang yang berada di ruangan itu tertawa.


"Tentu saja tidak seperti adik Caka karena adik Arsy masih sangat kecil seperti biji jagung. Tapi, lama kelamaan dia akan tumbuh besar seperti adik Caka." Jingga mencoba untuk menjelaskan.


Tentu saja adiknya masih sangat kecil kalau langsung besar bayi ajaib dong!


" Apakah Arsy suka mau punya adik dua? "tanya Jingga yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Arsy.


" Tentu saja suka kalena ada yang temani Acy kalau main," jelasnya yang membuat Jingga merasa gemas dan mencubit pipi gembul itu. Bukan Jingga namanya jika hanya mencubit gemas Arsy, pasalnya saat ini dia sudah menghujani Arsy dengan ciuman bertubi-tubi sampai membuat bocah kecil itu merasa geli.


" Sepertinya Kamu sudah pantas juga Kak, untuk mempunyai baby," ujar Simon yang diangguki oleh Elia.

__ADS_1


"Doakan saja," jawab Jingga tanpa ragu membuat sepasang suami istri itu cukup takjub mendengarnya. Sepertinya Angkasa benar-benar mampu membuat Jingga melupakan kenangan pahit soal pernikahan. Buktinya, saat ini Jingga sudah keluar dari zona nyamannya yang ingin melajang sampai tua, bahkan tanpa ragu dia mengatakan bahwa ingin segera memiliki anak sendiri.


" Jadi, kamu tidak menundanya?" tanya Elia memastikan.


" Tentu saja tidak, buat apa aku menundanya, hem? Umurku sudah tidak muda lagi jadi sedikasihnya Tuhan saja," jelas Jingga.


"Dok, apakah ada obat yang membuat saya tidak mual-mual lagi?" tanya Simon karena jujur dia sedikit kurang nyaman.


" Kenapa? Kamu tidak nyaman?" tanya Jingga tanpa menoleh sedikitpun karena dia sedang menuliskan hasil pemeriksaan serta resep vitamin untuk Elia.


Simon mengangguk.


" Kenapa mengobati harus menunggu sampai parah dulu? "kesal Simon. Sedangkan Jingga hanya bisa geleng-geleng kepala.


Selama kondisinya masih normal, seorang Dokter kandungan memang jarang memberikan resep obat pada suami yang mengalami kehamilan simpatik.


Di karenakan sudah terlalu lama, mereka segera keluar setelah mendapatkan resep vitamin yang harus di konsumsi Elia selama hamil.


Simon terus menggandeng tangan istrinya menuju tempat pembayaran sekaligus menebus vitamin untuk Elia minum.

__ADS_1


Selesai mendapatkan obatnya, mereka bergegas untuk pulang. Namun, siapa sangka justru bertemu dengan Rigel di pertengahan jalan menuju tempat parkir.


" Papa ...," seru Arsy yang seketika melepaskan genggaman tangan Elia dan berlari menghampiri Rigel.


Rigel segera berjongkok, lalu membawa Arsy ke dalam gendongannya.


Saat ini, hubungan Arsy dan Rigel memang sudah sangat dekat. Tidak seperti dulu lagi, yang sangat jauh seperti orang asing.


" Anak Papa yang cantik, kenapa bisa ada di rumah sakit? Apa ada yang sakit?" tanya Rigel.


Arsy menggeleng.


" Tidak ada yang cakit, Acy ke lumah cakit kalena mau lihat dedek bayi yang ada di dalam pelut Mami," jelasnya.


" Adik bayi di dalam perut Mami? " ulang Rigel memastikan kembali bahwa dia tidak salah mengartikan ucapan Arsy yang masih cedal.


Arsy mengangguk. Lalu berbisik ke telinga Rigel.


" Acy mau punya adik dua,! Pamernya yang seketika membuat raut wajah Rigel berubah.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2