
" Bu, apakah harus sekarang juga?" tanya Haikal yang terus mencoba membujuk Ibunya agar membatalkan rencana untuk berkunjung ke rumah Mita.
Kini, Bu Asma sudah berkacak pinggang dan menatap tajam ke arah putranya itu.
" Kamu itu sebenarnya kenapa? Bukankah kalian itu sepasang kekasih yang saling mencintai? Lalu kenapa terus-terusan menolak untuk menikah? Apa jangan-jangan kalian pasangan palsu ya?" tebak bu Asma dengan tatapan menyelidik.
" Bu- bukan kok! Hanya saja, ini terlalu cepat. Ibu kan tahu kalau Mita masih sekolah, dan kita juga pacarannya itu belum lama jadi___"
" Kamu mau terus bermaksiat, begitu?" potong Bu Asma.
"Ingat Kal, di tengah pria dan wanita yang saling cinta dan belum ada ikatan pernikahan itu banyak sekali setannya. Gimana kalau kalian nanti tergoda bujuk rayuan setan sampai berbuat hal yang terlarang, naudzubillahi min dzalik…. Ibu harap tidak mempunyai anak seperti itu. Kamu itu seorang pria harus berani menikahi anak gadis orang yang sudah kamu bawa kemana-mana. Apalagi kemarin kalian sudah sedekat itu. Andai Ibu tidak keluar, mungkin juga udah terjadi yang tidak-tidak!"pungkas Bu Asma panjang lebar.
" Bu, bukankah, Haikal sudah berulang kali katakan kalau___"
" Pokoknya Malam ini, kamu antar Ibu ke rumah Mita untuk bertemu dengan keluarganya, titik tidak pakai koma, apalagi bantahan," jelas Bu Asma dengan penuh penegasan. Kemudian berlalu pergi meninggalkan Haikal yang masih diam membeku.
Bu Asma tersenyum, sebenarnya dia tahu alasan kenapa Haikal terus menolak untuk menikah. Semalam, ketika Haikal sedang pergi mengantar Mita pulang, Bu Asma sempat menelpon Simon untuk menanyakan tentang Mita. Saat itu, Bu Asma cukup terkejut ketika mendengar Simon mengatakan bahwa Haikal tidak memiliki kekasih. Bahkan, Haikal baru saja di tolak cintanya oleh seorang wanita sekitar sebulan yang lalu.
Setelah itu, Bu Asma baru mengerti dari sikap aneh mereka berdua. Karena bu Asma sudah menyukai Mita sejak pertama melihatnya, bu Asma akan tetap memainkan perannya. Siapa tahu, dia memang gadis yang di kirim Tuhan untuk menjadi istri Haikal agar ia bisa melupakan patah hatinya.
Sepertinya, keputusan ibunya kali ini benar-benar sudah tidak bisa ganggu gugat. Tamatlah riwayatnya yang akan menikahi gadis bar-bar seperti Mita.
__ADS_1
Beginilah resiko ketika berani bermain api, harus berani menanggung resiko jika terbakar. Haikal tidak pernah mengira bahwa kisah percintaannya akan berakhir seperti ini. Setelah gagal mendapatkan Jingga, kini dia justru harus menghadapi pernikahan dadakan yang sama sekali tidak diinginkan kehadirannya.
Tapi, kenapa harus Mita? Apakah tak ada gadis lain? Bagaimana kehidupan pernikahannya kedepannya jika sekarang saja mereka terus seperti tom and jerry jika bertemu. Selalu bertengkar.
...☘️☘️☘️...
Di tempat lain, terlihat Mita terus mondar mandir sembari menggigit ujung kukunya.
" Mit, kamu itu ngapain mondar mandir nggak jelas seperti itu? Lebih baik bantuin Abang sini!" ujar Andika Kakak Mita.
" Bantuin apa sih, Bang?" tanya Mita yang berjalan menghampiri Abangnya.
Beginilah kehidupan Mita yang begitu keras, hidup bersama dua orang pria, membuat ia di didik menjadi seperti pria, bukan wanita. Tak ada kata wanita lemah lembut karena yang ada hanyalah strong women. Jika tidak sedang sekolah, Mita akan bantu-bantu kerja di bengkel.
...☘️☘️☘️...
Akhirnya, Malam pun tiba. Bu Asma sudah selesai bersiap-siap, barang bawaan yang akan di bawa pun juga sudah siap.
" Masya Allah ... Anak Ibu tampan sekali," puji bu Asma ketika Haikal sudah keluar dari kamarnya dengan memakai baju batik. Mereka adalah orang asli Indonesia sehingga harus mencintai produk lokal.
Di karenakan takut kemalaman, Bu Asma segera mengajak Haikal untuk berangkat saja. Sekitar 25 menit perjalanan, mereka sampai juga di rumah tempat Haikal menjemput kemarin malam.
__ADS_1
" Ini rumah Mita, Kal?" tanya Bu Asma yang di angguki Haikal karena dia kemarin menjemput Mita ke sini.
"Tapi, kenapa seperti terlihat sepi?" tukas Bu Asma.
Melihat ada seseorang datang, membuat sang scurity di rumah itu mencoba menghampiri.
" Ada perlu dengan siapa Mas?" tanya sang scurity di balik gerbang.
" Mita ada?" tanya Haikal.
" Mita?" ulang scurity itu untuk memastikan kembali.
Haikal mengangguk.
" Tapi, mohon maaf Mas. Sepertinya anda salah alamat karena tidak ada yang bernama Mita di rumah ini, " jelas sang scurity.
Bu Asma dan Haikal terkejut saat mendengar ucapan sang scurity. Seingat Haikal, kemarin Mita masuk dan keluar dari rumah ini. Jadi mana mungkin dia salah alamat.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya biar author semangat nulisnya
__ADS_1