
Setelah berlibur beberapa hari di paris, akhirnya Jingga dan Angkasa kembali ke Indonesia. Hubungan mereka semakin lengket bagaikan lem dengan kertas.
" Sayang ... apakah kamu melihat barang untuk oleh-oleh?" tanya Jingga saat tidak menemukan barang-barang itu.
" Ada di lemari sebelah kiri," sahut Angkasa dari dapur.
Kondisi mereka saat ini terlihat seperti dunia terbalik, biasanya para wanita (istri) yang menyimpan barang-barang, dan memasak. Namun, itu tidak berlaku pada rumah tangga Jingga dan Angkasa.
Jingga yang super berantakan, bertemu dengan Angkasa yang super rapi. Mereka memiliki banyak perbedaan, namun tetap bisa hidup bersama dan saling melengkapi satu sama lain.
" Apakah sudah ketemu?" tanya Angkasa tatkala tidak mendengar suara istrinya lagi.
" Ya, terimakasih sayang," ucap Jingga dengan mencium pipi suaminya.
" Astaga sayang, aku kira apa!" ketus Angkasa yang sedikit terkejut. Dia tidak menyadari bahwa Jingga sudah berada di dekatnya.
" Memangnya kamu sedang memikirkan apa? " curiga Jingga.
" Tidak ada! Aku hanya terkejut saja," ucap Angkasa.
" Oh, " jawab Jingga dengan wajah cemberut.
__ADS_1
Angkasa tersenyum, lalu mencubit gemas pipi istrinya yang sudah mengembang." Nggak usah ngambek, masak gitu aja udah curigaan dan marah! " ungkap Angkasa.
" Siapa juga yang marah! " elak Jingga yang tidak mau terlihat bahwa dia kesal dan mudah cemburu. " Masakannya gosong tuh!" Jingga mencoba mengalihkan pembicaraan.
Setelah itu, Angkasa kembali memperhatikan masakannya karena takut gosong. Selepas itu, mereka bersua sarapan bersama. Hari ini, Jingga sudah kembali bekerja seperti biasanya. Begitupun dengan Angkasa yang melanjutkan pekerjaannya untuk membuat sebuah keamanan perangkat lunak.
Seperti biasanya, Angkasa akan mengantarkan Jingga berangkat kerja. Dia akan selalu mengantarkan istrinya itu kemanapun dia pergi jika tidak sibuk.
Saat berjalan menuju ruangannya, tiba-tiba ada sebuah anak kecil yang berlari ke arahnya.
" MaNgga ...," seru Arsy yang menghambur memeluk Jingga.
Jingga pun berjongkok, lalu menggendong putri kecilnya itu dan menciuminya gemas. Jingga merasa sangat rindu sekali dengan Arsy.
" Habisnya, MaNgga gemas!" ucapnya sembari mencubit pipi gembul Arsy.
Hari ini, Elia memang membuat janji untuk periksa kandungan pada Dokter Jingga. Bahkan, Elia rela menunggu sampai Jingga pulang dari paris baru dia mengecek bagaimana keadaan calon bayinya.
Kini, giliran Elia yang memeluk Jingga. Dia juga sangat rindu dengan sahabatnya ini.
" Apakah kalian sudah mendaftar?" tanya Jingga. Karena peraturan di rumah sakit ini, siapa yang daftar dulu, maka dia yang akan dilayani. Tidak ada yang namanya kerabat, sahabat, atau kenal dengan dokternya akan di dahulukan.
__ADS_1
"Tentu saja sudah! Bahkan, aku sampai rela datang pagi-pagi sekali karena pasien Dokter Jingga begitu banyak!" goda Elia.
" Apaan sih!"
" Kenapa wajahmu begitu pucat, Mon?" tanya Jingga seakan dia amnesia.
" Nggak usah mengejek ataupun menggoda. Periksa saja nanti istri dan calon anakku! "pungkas Simon yang malas berdebat.
Jingga berdehem.
" Yang baru saja akan jadi ayah, sombong sekali! " sindir Jingga yang tidak di hiraukan oleh Simon. Karena bagi Simon, dia sudah menjadi ayah sejak Arsy lahir. Apalagi saat ini, dia sudah menikah dengan Elia membuat Simon merasa bahwa Arsy adalah putri pertamanya, dan yang sekarang adalah anak kedua.
Setelah itu, mereka berpisah karena Jingga harus segera masuk ke dalam ruangannya. Asisten Jingga terus memanggil nomor antrian yang akan melakukan pemeriksaan. Setelah sekian lama, akhirnya giliran Elia yang akan di periksa.
Seperti biasanya, Jingga akan menanyakan keluhan yang di alami . Dan Elia tidak mengalami perubahan yang tidak enak karena sudah di gantikan oleh Simon. Dia mendapat bagian yang enak saja, yaitu doyan makan. Sedangkan yang muntah-muntah dan ngidam adalah Simon.
Kini, Elia sudah berbaring di atas brankar, dan Jingga mulai memberikan gel ke atas perut Elia. Lalu meletakkan transduser itu di atas perut Elia guna melihat sang janin di dalam rahim.
Jingga mulai menggerakkan transdusernya, dia tersenyum saat melihat ada dua titik di sana.
" Ji, kenapa titiknya ada dua? Apa aku___"
__ADS_1
Jingga hanya tersenyum dan mengangguk.
...****************...