Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 46


__ADS_3

Di teras rumah Elia, terlihat seorang pria tampan tengah berdiri sambil terus mengetuk pintu rumah. Di karenakan tak kunjung mendapat sahutan, pria tampan itu memutuskan untuk menelpon sahabatnya.


Pria tampan itu tak lain adalah Haikal, dia baru pulang dari luar kota karena mengunjungi keluarganya, sekaligus menenangkan diri sebelum melanjutkan misi untuk mengejar cinta Jingga. Sebelumnya, Haikal sudah pergi ke rumah sakit, tapi kata perawat di sana Jingga sedang mengambil cuti. Jadi, dia memutuskan untuk pergi ke rumah Elia.


" Halo, Mon ... Apa kamu sedang tidak ada di rumah?" tanya Haikal pada seseorang di ujung telepon.


" Oh, iya aku sedang tidak ada di rumah. Ada apa, Kal?" tanya Simon.


" Kalau Istrimu sama Jingga?"


" Em ... Bilang aja nyari Kak Jingga ... Sok, sokan nanya aku ada di rumah apa nggak. Tapi, emangnya kamu sudah pulang?" tanya Simon balik karena setahunya Haikal belum pulang ke kota ini.


" Sudah, baru juga sampai. Maka___" ucapan Haikal terhenti saat melihat sebuah mobil yang sepertinya dia kenal, berhenti di depan rumah Elia.


Mendengar Haikal yang tak menyahuti panggilannya, membuat Simon memutuskan panggilan karena dia sedang ada pekerjaan di luar.


" Elia, Jingga, " lirih Haikal saat melihat kedua wanita cantik itu, turun dari mobil. Awalnya, Haikal merasa senang karena mereka datang, tapi rasa senang itu seketika pudar saat melihat pria saingannya juga ada di mobil itu.


" Haikal?" sapa Elia saat melihat ada Haikal sedang berdiri di teras rumahnya, sedangkan Jingga hanya diam saja.


Ketika melihat Jingga tersenyum saat Angkasa menggandengnya, membuat hati Haikal seakan teriris.

__ADS_1


" Kal," panggil Elia saat melihat Haikal hanya diam saja menatap ke arah Jingga dan Angkasa.


" Eh, Iya," jawab Haikal sedikit kaget.


Angkasa kembali melirik ke arah istrinya saat melihat pria yang sempat menjadi saingannya itu berdiri di depan rumah Elia.


Jingga yang menyadari bahwa tatapan suaminya seakan meminta penjelasan kenapa Haikal bisa ada di sini, hanya bisa menjawab dengan mengendikkan bahu. Karena dia sendiri juga tidak tahu kenapa Haikal bisa tiba-tiba datang ke rumah Elia.


" Masuk dulu, Kal," tawar Elia sembari membuka pintu rumahnya.


Bukannya menjawab tawaran Elia, Haikal justru terus mengamati pengantin baru yang sama sekali tak melepas gandengan tangan mereka.


" Kalian___?"


" Au... sakit sayang!" Angkasa memang sengaja berteriak cukup keras agar Haikal mendengarnya. Padahal, cubitan Jingga tidak terlalu sakit.


Bukannya apa, Jingga hanya merasa sedikit kasihan saja jika mengatakan pada Haikal bahwa mereka sudah menikah. Karena baru beberapa hari yang lalu Jingga menolaknya sampai membuat pria itu benar-benar terpukul kata Simon. Jadi, Jingga berpikir biar dia tahu secara perlahan.


" Sayang ...," lirih Haikal dengan tersenyum kecut saat mendengar Angkasa memanggil Jingga dengan panggilan sayang.


" Jadi, ternyata kamu menolak lamaranku karena sudah mencintai pria ini?" tunjuk Haikal pada Angkasa.

__ADS_1


Menolak lamaran? Jadi dia sudah pernah melamar Jingga dan di tolak? Batin Angkasa lalu menatap ke arah istrinya.


" Lebih baik kalian bicara di dalam saja, " ujar Elia.


" Tidak perlu, terimakasih El. Ini ada oleh-oleh buat kalian." Haikal memberikan paper bag yang ia bawa pada Elia.


Sebelum pergi, Haikal mendekati Jingga dan Angkasa.


" Kalian sepertinya memang terlihat lebih cocok! "


" Tentu saja, " jawab Angkasa dengan bangganya.


Sebelum pergi, Haikal berhenti sebentar di samping Jingga .


" Seharusnya, kamu berkata jujur saja. Tidak perlu membuat alasan bahwa aku hanya berambisi, dan perlu intropeksi diri. Jika pada akhirnya, kamu sudah memilih orang lain," ucap Haikal lalu berjalan pergi meninggalkan rumah Elia.


Sakit? Bukan hanya sakit, tapi kecewa, dan cukup hancur. Haikal berpikir, setelah dia intropeksi diri, dan bisa membenahinya. Jingga akan mau menerima cintanya, tapi nyatanya tidak karena dia sudah mencintai pria lain.


Melihat Jingga yang hanya diam saja, membuat Angkasa jadi bingung.


" Apa ada masalah sayang?" tanya Angkasa. Jingga menggeleng lalu mengajak Angkasa untuk masuk ke dalam rumah Elia.

__ADS_1


Awalnya, mereka datang kesini untuk mengantarkan Elia pulang, pamit pada Arsy dan membereskan barang-barang Jingga karena mulai hari ini dia akan ikut tinggal bersama Angkasa di penthousenya. Tapi, justru bertemu dengan Haikal yang membuat mood Jingga berubah tidak enak.


...****************...


__ADS_2