Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 67


__ADS_3

Malam ini, Haikal akan membawa Mita untuk bertemu dengan Ibunya. Tak lama kemudian, Mita sudah keluar dari rumah minimalis itu. Sepasang matanya tak berkedip sedikitpun tatkala melihat penampilan Mita yang begitu seksi.


Sumpah nih cewek mau jadi wanita panggilan atau mau bertemu calon mertua? Kenapa penampilannya seperti ini? Batin Haikal yang susah menelan salivanya.


" Apa sudah menunggu lama?" tanya Mita seraya terus menurunkan roknya yang terlalu pendek.


" Lumayan!"


" Apa kamu akan berpakaian seperti ini?" tanya Haikal sembari menunjuk penampilan Mita dari atas sampai bawah.


" Kenapa? Bukankah kemarin Lo bilang suruh dandan seperti wanita yang tidak akan di sukai oleh ibu mertua?" ujar Mita yang mencoba mengingatkan ucapan Haikal kemarin.


Haikal menggaruk alisnya, dia jadi bingung sendiri harus berkata seperti apa.


" Tapi, apakah harus berdandan seperti ini? "tanya Haikal memastikan. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Mita benar juga, Ibunya pasti akan menolak ketika Haikal memabwa gadis dengan dandanan seperti ini. Tapi, sebelum itu Haikal takut nggak kuat berlama-lama di samping Mita. Dia adalah lelaki normal yang akan bernafsu jika melihat wanita yang berpakaian kurang bahan seperti ini.


Jujur, meskipun Mita masih gadis SMA dan tomboi. Ternyata beberapa bagian tubuhnya terlihat begitu menonjol jika memakai pakaian seksi seperti ini. Mungkin karena sebelumnya Mita selalu memakai pakaian oversize sehingga membuat lekuk tubuhnya tidak terlihat jelas.

__ADS_1


Saat melihat gestur tubuh Mita yang terlihat tidak nyaman dengan pakaian itu, membuat Haikal menyuruhnya untuk mengganti pakaian.


" Kamu serius, menyuruhku untuk mengganti pakaian?" ujar Mita yang mencoba untuk memastikan kembali bahwa apa yang ia dengar tidak salah. Karena jika boleh jujur, Mita juga sangat risih memakai pakaian seperti ini.


"Iya, pakai saja pakaianmu seperti sebelumnya. Karena itu juga sudah cukup tidak di sukai oleh Ibuku!" jelas Haikal.


Mita tersenyum dan segera berlari masuk ke dalam rumah sahabatnya. Ya, Mita memang sedang berada di rumah sahabatnya karena tidak mungkin dia menyuruh Haikal menjemputnya di rumahnya. Bisa kena marah dulu sama kakaknya yang galak dan sangar itu.


Melihat Mita sudah pergi, membuat Haikal bernafas lega,dan mengelus dadanya. Akhirnya, dia bisa terbebas dari semobil dengan wanita seksi.


" Loh, kenapa kamu kembali lagi, Mit?" tanya Hilda sahabatnya.


"Kenapa ganti? Bukankah itu sudah bagus?" tanya Hilda yang merasa bingung. Karena sebelumnya, Mita mengatakan pada Hilda untuk membantunya memakai pakaian yang tidak akan di sukai oleh calon ibu mertua.


Ketika mencari-cari di google, mereka mendapatkan bahwa calon Ibu mertua itu tidak akan menyukai seorang gadis yang berpenampilan seperti wanita nakal. Makanya, Hilda membantu Mita berdandan seperti wanita cabe-cabean bahasa gaulnya.


" Katanya pakai saja pakaian seperti biasanya!" jelas Mita yang segera mengganti pakaiannya.

__ADS_1


Selesai mengganti pakaian, Mita segera keluar kembali.


" Hil, aku pergi dulu ya. Kamu tenang saja, bajunya akan tetap aku yang cuci! " tandas Mita dengan berlari kecil menuju pintu keluar.


Hilda hanya bisa menganggukkan kepala tatkala melihat Mita berlarian seperti itu.


Bukankah hanya menjadi pacar pura-pura? Kenapa Mita terlihat sangat antusias? Apakah dia sebenarnya menyukai pria itu?


Karena penasaran, Hilda mencoba untuk mengintip dari balik tirai jendela. Namun, dia tidak bisa melihat dengan jelas seperti wajah pria itu.


"Ah ... Nggak jelas lagi! Ganteng nggak ya? Terus masih muda atau udah tua?"Hilda bermonolog dengan terus mengintip dari bilik jendela.


Jika ada yang bertanya, apakah dia tidak khawatir jika Mita di bohongi atau yang lainnya? Sebenarnya Hilda khawatir dan sempat melarang, namun Mita memberikan penjelasan bahwa pria itu terlihat pria baik - baik. Kalaupun dia berani macam-macam, Mita akan menghabisinya karena di cukup pandai ilmu beladiri.


" Ah, Hilda ... Hilda ... Kenapa kamu jadi yang kepo seperti ini? Bukankah hanya pacar pura-pura! " tukas Hilda yang beranjak pergi ke ruang tengah untuk kembali melanjutkan menonton film kesukaannya.


...****************...

__ADS_1


"


__ADS_2