
Sepasang pengantin baru itu duduk berdua di sebuah sofa dengan posisi Angkasa memeluk Jingga dari belakang. Mereka tengah memandangi indahnya panorama malam kota Jakarta lewat kaca transparan. Kaca itu transparan jika di lihat dari dalam, tapi gelap tak terlihat dari luar.
" Dulu, aku memandangi kota ini sambil berkhayal bisa mendapatkan kamu, dan sekarang kamu sudah sah menjadi istriku. Terima kasih sayang, karena mau menerima pria ini sebagai suamimu," ucap Angkasa lalu mengecup pundak Jingga.
" Sejak kapan kamu menyukaiku? " tanya Jingga.
" Sejak pertama kita bertemu, bisa di katakan cinta pada pandangan pertama. "
" Oh, ya? " tanya Jingga yang kurang yakin.
" Em, dari awal kamu memang sudah mengalihkan perhatianku. Bahkan, semakin lama membuat aku gila karena ingin memilikimu. Kamu tahu, sejak tiga tahun yang lalu aku tak pernah lagi merasakan jatuh cinta dengan seorang wanita. Tapi, saat bertemu kamu ... Desiran cinta itu hadir lagi," jelas Angkasa.
" Apakah kamu pernah mengalami pahitnya cinta? " kini Jingga sudah berbalik menatap wajah tampan Angkasa.
" Tentu saja, tapi sekarang aku sudah merasakan manisnya cinta, " ucap Angkasa dengan tersenyum dan mencubit pelan pangkal hidung Jingga.
Entah siapa yang memulai dulu, bibir kedua pengantin baru sudah saling bertemu. Awalnya, ciuman itu hanya berupa pagutan lembut, lama kelamaan menjadi lebih dalam lagi sampai membuat mereka berdua saling bertukar saliva.
Ciuman itu seakan mengeluarkan gairah mereka yang sudah membuncah. Namun, saat Angkasa mulai merambah ke yang lain, tiba-tiba Jingga menghentikannya.
" Kenapa Sayang?" tanya A dengan tatapan tak mengerti.
" Jangan sekarang," ucap Jingga.
" Apakah kamu belum siap?"
Jingga menggeleng, membuat Angkasa semakin bingung.
__ADS_1
" Aku masih datang bulan," lanjutnya dengan menggigit bibir bawahnya.
" Huh?"
Jingga nyengir kuda, dia seakan merasa bersalah karena tidak mengatakannya dari tadi.
" Kalau begitu, lain kali saja." Angkasa bangun dari tempat duduknya menuju kamar mandi untuk menenangkan juniornya yang sudah menegang.
Alamat puasa dulu selama beberapa hari kedepan karena lembah kenikmatannya belum bisa di gunakan.
Akhirnya, malam itu mereka hanya tidur dengan berpelukan tanpa terjadi apapun.
...☘️☘️☘️...
Malam yang romantis telah hilang, suara bunyi alarm terus menggema untuk membangunkan sepasang pengantin baru itu.
Ketika sepasang mata itu terbuka, hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan suaminya yang masih tidur terlelap.
" Selamat pagi," ucap Angkasa dengan mata yang tertutup. Dia terlihat bayi kucing yang mengendus-endus sambil bermanja memeluk sang ibu.
" Pagi juga, ayo bangun," ajak Jingga sembari melepaskan tangan Angkasa. Namun, bukannya lepas, Angkasa justru semakin mengeratkan pelukannya.
" A... Ayo bangun. Aku harus berangkat ke rumah sakit hari ini," ucap Jingga.
" Bisakah tidak usah ke rumah sakit? " tanya Angkasa.
" Tentu saja tidak, karena aku kemarin sudah mengambil cuti. Jadi, hari ini aku harus berangkat kerja," ungkap Jingga.
__ADS_1
Dengan berat hati, Angkasa melepaskan pelukannya agar sang istri bisa bangun untuk mandi.
Saat menunggu giliran untuk mandi, tiba-tiba ponsel Angkasa berbunyi. Sebuah pesan masuk dari Kak Sa.
Kak Sa : Bagaimana, hadiah dari kakak? Kamu menyukainya?
Angkasa : Suka tidak suka.
Safwana mengerutkan keningnya ketika membaca balasan pesan dari adiknya.
" Kenapa jawaban Angkasa seperti ini? Apakah malam pertamanya gagal?" tanya Sa.
Kak Sa : Memangnya kenapa?
Angkasa : Ada deh, tapi terima kasih banyak.
Safwana tersenyum, lalu mengirimkan sebuah vidio Jingga yang sedang berbicara dengan papanya kemarin.
Kak Sa : Iya sama-sama, itu kakak kasih bonus biar tambah bahagia.
Angkasa membuka vidio itu, dan benar saja wajahnya seketika berubah sangat bahagia sekali.
Jingga yang baru keluar dari kamar mandi sedikit bingung saat melihat Angkasa senyum-senyum sendiri.
"A, kamu kenapa?"
Tanpa berkata apapun, Angkasa segera berlari memeluk Jingga dengan erat. Hal itu, membuat Jingga semakin merasa bingung.
__ADS_1
" Terimakasih karena lebih mencintaiku daripada harta ayahku!" ucap Angkasa.
...****************...