
Adzan subuh telah berkumandang, terlihat sayup-sayup seorang gadis mulai mengerjapkan matanya. Ketika sepasang mata itu mulai terbuka, ia di kejutkan dengan wajah seorang pria yang berada tepat di depan wajahnya. Bahkan, nafasnya terasa menerpa lapisan kulit wajahnya.
Spontan, Mita menendang pria itu agar menjauh. Membuat sang pria mengeluh kesakitan.
" Mita ... Kenapa kamu menendangku?" tanya Haikal sembari memegang punggung dan pantatnya yang terasa sangat sakit akibat mencium lantai.
" Salah sendiri, kenapa kamu bisa tidur di kasurku?" pungkas Mita yang kini telah menutupi tubuhnya dengan bantal.
Haikal melongo." Hei, itu bukan hanya kasurmu! Tapi, kasurku juga! Apa kamu lupa ini kamar siapa?" tanya Haikal mencoba menyadarkan Mita bahwa ia sedang berada di kamar Haikal.
Mita mencoba menelisik kamar yang ia tempati, dan ternyata bukan kamarnya.
" Kenapa aku bisa ada di sini? " tanyanya yang masih bingung. Mita itu memang mudah lupa dengan sesuatu yang baru terjadi dalam hidupnya. Bahkan, waktu pertemuan keduanya dengan Haikal, dia juga tidak ingat jika pernah bertemu sebelumnya.
Haikal melotot tatkala melihat Mita sudah lupa kenapa bisa dia ada di rumah ini.
" Apa kamu sedang bercanda?"
Mita menggeleng.
"Sekarang, aku tanya siapa aku?"
__ADS_1
" Haikal," jawab Mita tanpa menggunakan embel-embel Mas.
Dahi Haikal berkerut serta menghembuskan nafas kesal.
" Aku tahu itu, maksudnya siapa aku bagimu?" ujar Haikal lagi tatkala melihat Mita yang tak paham akan maksudnya.
" Pacar bohongan! " jawab Mita lagi.
Haikal melongo ketika mendengar jawaban dari Mita, lalu ia segera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Mita. Melihat Haikal yang semakin mendekat, membuat Mita reflek memundurkan tubuhnya.
" Kamu mau apa? Jangan macam-macam, aku bisa membuatmu babak belur!" ancam Mita sembari memasang kuda-kuda.
Posisi mereka saat ini sangat intim dengan Haikal yang berada di atas tubuh Mita. Karena takut jika Mita akan menendangnya lagi, Haikal segera mengunci tubuh itu. Tapi, Mita terus saja bergerak mencoba melepaskan diri.
"Diam! Jangan memberontak atau aku akan menciummu!" ancam Haikal yang seketika membuat Mita refleks merapatkan bibirnya.
Haikal tersenyum tatkala melihat tingkah Mita yang seperti ini.
" Apa kamu lupa bahwa aku adalah suamimu?" tanya Haikal yang membuat Mita melotot tatkala mendengarnya.
" Suami?"ulang Mita yang cukup terkejut saat Haikal mengatakan bahwa ia adalah suaminya.
__ADS_1
Apakah ini mimpi? Batin Mita yang mencoba mengingat kembali apa yang sedang terjadi.
Entah kenapa melihat Mita yang terlihat bingung serta bibirnya yang mulai terbuka membuat tatapan Haikal terus tertuju pada bibir seksi itu. Sepertinya hormon libido di dalam tubuhnya tengah meningkat sampai memicu Haikal ingin merasakan bagaimana rasanya jika berciuman dengan bibir itu.
Haikal segera bangun dari posisinya, lalu berjalan menuju kamar mandi. Mengingat waktu sholat subuh hanya sebentar, Haikal segera mengambil air wudhu agar otaknya menjadi jernih, tidak mesum. Meskipun belum ada benih-benih cinta, Haikal tetaplah pria normal yang akan berhasrat pada lawan jenisnya. Apalagi, posisi mereka tadi sangat intim sekali.
Selesai dari kamar mandi, terlihat Mita masih duduk di atas ranjang seperti tengah memikirkan sesuatu.
" Kamu sholat, 'kan?" tanya Haikal yang segera di angguki oleh Mita.
" Kalau begitu, cepat wudhu kita sholat subuh berjamaah," ujar Haikal yang di ikuti oleh Mita.
...☘️☘️☘️...
Di tempat lain, terlihat seorang wanita cantik yang tiba-tiba terjaga karena merasa perutnya sangat mual. Wanita itu segera bangun dan berlari menuju kamar mandi. Cairan bening terus keluar dari mulutnya sampai membuat tubuhnya terasa lemas.
Ada apa denganku? Batinnya yang kini kembali memuntahkan cairan bening itu.
...****************...
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya...
__ADS_1