Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 70


__ADS_3

Bu Asma memijat pelipisnya, entah kenapa kepalanya terus berdenyut. Saat ini, mereka bertiga sudah berada di ruang tengah dan duduk di sofa.


Haikal dan Mita saling menyenggol lengan agar ada yang mau berbicara. Suasana di ruang tengah itu terasa mencekam, seperti ada dua orang tersangka yang menunggu untuk di sidang.


" Gimana?" lirih Mita yang menatap tajam Haikal.


" Nggak tau, aku juga bingung!" sahut Haikal yang membuat Mita menghembuskan nafas lemas.


Dia tidak habis pikir bahwa apa yang ia lakukan bisa menjadi seperti ini. Bukankah tadi ia sudah berusaha menjadi gadis bar-bar dan tak punya sopan santun? Lalu kenapa masih mau di nikahkan? Apa ada kesalahan dalam rencana yang di buat Haikal?


Tidak ... Tidak ... aku tidak mau menikah muda! Batin Mita dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kenapa jadi seperti ini, sih? Benar-benar di luar ekspetasi! Apa yang sebenarnya di pikirkan Ibu sampai rela menikahkan aku dengan gadis bar-bar seperti Mita? Gumam Haikal dalam hati.


Semua orang larut dalam pikirannya masing-masing. Setelah semuanya diam beberapa saat, kini Bu Asma justru menatap tajam ke arah pasangan di depannya ini yang masih menunduk.


" Bisa kamu jelaskan apa yang sebenarnya terjadi Haikal?" tanya Bu Asma dingin.


Haikal mendongakkan kepalanya agar bisa menatap sang Ibu. " Em ... Jelaskan apa ya, Buk?" bukannya menjawab Haikal justru kembali bertanya.


Bu Asma geleng-geleng kepala tatkala melihat putranya kini menjadi bodoh dan bego. Masak iya, dia tidak paham dengan apa yang di bicarakan?


" Hubungan Kalian? Bukankah kalian adalah pasangan kekasih? "


Haikal mengangguk, sedangkan Mita menggeleng terlebih dahulu lalu mengangguk.

__ADS_1


Bu Asma memicingkan matanya, seakan sedang menelisik pasangan ini.


Ini mana yang benar, sebenarnya mereka pasangan atau tidak?


" Jika kalian pasangan, kenapa belum siap untuk menikah?" tanya Bu Asma.


" Karena Mita masih sekolah." Bukan Haikal yang menjawab, melainkan Mita dengan wajah yang masih menunduk. Tiba-tiba ia menjadi tak berani menatap wajah bu Asma.


" Sekolah?" ulang Bu Asma yang terkejut tatkala mendengar bahwa Mita masih sekolah.


" Jadi Mita masih Sekolah, begitu?" Bu Asma mencoba memastikan sekali lagi bahwa ia tak salah dengar.


Mita mengangguk.


" Lalu, kamu umur berapa dan kelas berapa, Mit? "


Bua Asma tersenyum tipis sekali sampai Haikal saja tak menyadari itu.


Sepertinya tidak masalah! Dia bukan gadis di bawah umur, dan sepertinya sudah hampir lulus jika melihat kalender pendidikan saat ini. Gumam Bu Asma.


Semoga Bu Asma menggagalkan rencana pernikahan ini setelah tahu bahwa aku masih seorang siswa. Doa Mita dalam hati.


Bu Asma berdehem.


" Sepertinya tidak masalah, Ibu akan tetap pada rencana awal. Kalian akan segera menikah secepatnya!" pungkas Bu Asma dengan tangan menyilang di deoan dada.

__ADS_1


"Huh?" seru Haikal dan Mita serentak. Lalu, mereka berdua saling pandang lagi saat mendengar keputusan bu Asma.


" Buk, Bisakah___"


" Tidak bisa! Kalian pacarannya saja sudah sangat intim begitu, takutnya kalau tidak segera di nikahkan bisa kebablasan!" jelas Bu Asma yang kembali mengingat apa yang ia lihat di depan tadi.


Haikal dan Mita segera menjauh satu sama lain.


"Intim bagaimana sih, Bu?" tanya Haikal yang tak paham dengan arah pembicaraan ibunya.


" Apa kalian lupa dengan kejadian di depan tadi?" bu Asma mengingatkan mereka kembali.


Haikal meraup wajahnya kasar saat menyadari bahwa ternyata ibunya sudah salah paham. Haikal mencoba memberikan penjelasan, namun Bu Asma tetap pada pendiriannya. Keputusannya sudah tidak bisa di ganggu gugat. Besok, ia akan datang berkunjung ke rumah Mita.


Setelah kepergian bu Asma yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Mita segera mengambil bantal sofa dan ia pukulkan ke arah Haikal. Membuat pria itu mengeluh kesakitan.


" Mita berhenti!" sentak Haikal yang sudah mencekal tangan Mita agar berhenti memukulnya.


" Jangan ribut di sini, nanti Ibu bisa dengar! " tukas Haikal yang mengingatkan Mita bahwa mereka masih serumah dengan Ibunya.


" Bodo amat!" tukas Mita yang sudah tak bisa membendung emosinya. Ia berusaha kembali memukul Haikal, namun Haikal segera mencekal tangan Mita dan membawanya keluar dari rumah.


...****************...


Halo ... Apakah pembaca di sini sudah habis? Soalnya like, dan komennya semakin hari semakin tidak ada. Apa karena ceritanya sudah tidak bagus?

__ADS_1


Jadi, tolong kasih like, dan komennya biar author semangat untuk crazy up.


__ADS_2