Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 68


__ADS_3

Sesampainya di depan rumah, Haikal segera menyuruh Mita untuk segera turun dari mobil karena mereka sudah sampai. Namun, Mita masih terdiam di dalam mobil karena tiba-tiba ia merasa sangat gugup. Bahkan, tangannya sudah bergetar sembari memilin ujung kemejanya.


Melihat Mita tak kunjung turun juga, membuat Haikal kembali berjalan menghampiri pintu mobil Mita, lalu membukanya.


" Turunlah! Ibuku sudah menunggu di dalam," ucap Haikal.


Mika mencebik dan segera turun dari mobil.


Hei," panggil Mita pada Haikal. Namun, Haikal mengabaikan panggilannya, membuat Mita mencekal tangan pria itu.


" Apakah kamu tuli? Di panggil tidak menjawab!" dengus Mita yang merasa kesal karena di abaikan.


Haikal mencebik. " Apakah kamu tadi memanggilku?" tanya Haikal  balik.


Mita memicingkan matanya tatkala mendengar jawaban Haikal yang justru bertanya balik padanya.


" Tentu saja! Apa tadi kamu tidak dengar?" ketus Mita yang sudah berkacak pinggang.


"Masih muda kok pendengarannya sudah nggak bagus!" lirih Mita yang masih terdengar oleh Haikal.


" Pendengaran Ku masih bagus!"

__ADS_1


Mita terkejut saat mengetahui bahwa Haikal mendengar gumamannya.


" Jika masih bagus, kenapa tadi tidak menjawab saat di panggil?"


" Karena namaku bukan Hei, tapi HAIKAL! " ucap Haikal penuh penekanan. Haikal memang tidak suka di panggil Hei oleh orang yang sudah tahu namanya. 


Mita terdiam dan tertunduk saat melihat raut wajah Haikal terlihat seperti tidak suka ketika ia memanggil Hei.


" Maaf, " lirih Mita.


" Sudahlah, kalau begitu kita segera masuk saja!" ajak Haikal. Namun, tangannya kembali di cekal oleh Mita.


" Tidak bisa karena Ibuku sudah menunggu dari tadi," jelas Haikal. Tiba-tiba Haikal teringat sesuatu.


"Mit," panggil Haikal.


" Iya, ada apa?" tanya Mita.


" Nanti kalau manggil aku ganti abang, mas atau sayang gitu ya," pinta Haikal yang teringat bahwa mereka harus punya panggilan sayang agar terlihat bahwa mereka adalah pasangan.


" Nggak mau," tolak Mita.

__ADS_1


Haikal menundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajah Mita." Tidak menerima penolakan! Jadi, pilih salah satu dari panggilan itu," ucap Haikal dengan tatapan tajam dan penuh penegasan bahwa Mita harus melakukannya.


Sedangkan Mita hanya terdiam dan menahan nafas saat wajah Haikal begitu dekat dengan wajahnya. Bahkan, jarak mereka saat ini mungkin hanya tersisa sepuluh sentimeter saja, benar-benar intim.


Kenapa jantungku serasa mau copot gini. Batin Mita tatkala merasakan bahwa jantungnya memompa lebih cepat dari biasanya.


" Apa kalian tidak tahu tempat mau berciuman di teras?" tegur wanita paruh baya itu.


Mendengar suara Ibunya, membuat Haikal terkejut sampai membuat kening mereka bertabrakan saking paniknya.


Haikal dan Mita sama-sama mengelus keningnya yang terasa sakit akibat tabrakan itu. Sedangkan bu Asma mencoba menahan tawanya saat melihat anak dan pacarnya seperti orang kebingungan gara-gara kena grebek.


" Cepetan masuk ke rumah, jangan sampai di grebek sama hansip! Bisa-bisa di nikahkan sekarang kalian!" tandas Bu Asma yang berlalu pergi memasuki rumah.


Bu Asma terlihat senyum-senyum sendiri melihat anaknya ternyata memang benar sudah memiliki kekasih. Sedangkan Haikal segera membuka pintu gerbang dan berjalan memasuki Rumah, di ikuti oleh Mika yang berjalan di belakang.


Ketika sudah memasuki Rumah, Bu Asma segera mengajak Mita dan Haikal menuju meja makan karena ia sudah memasak begitu banyak demi menyambut kedatangan calon mantu.


Bu Asma sempat memperhatikan penampilan Mita sekilas. Lalu, mempersilahkannya untuk duduk.


...**************...

__ADS_1


__ADS_2