Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 32


__ADS_3

" Kalian mau bohongi aku, huh?" tanya Jingga dengan tatapan tajam.


Melihat Jingga yang menyadari kebohongan Angkasa, membuat Haris segera pamit. Dia mau cuci tangan, tidak ikut campur jika Jingga marah. Karena mengetahui bahwa Jingga jago bela diri, bahkan penembak jitu, membuat Haris memilih aman saja.


" Haris kamu mau kemana?" teriak Jingga ketika melihat haris berlalu pergi.


" Itu, komputerku lupa belum di matiin!" dusta Haris yang segera lari keluar dari ruangan Angkasa.


Saat Jingga ingin mengikuti Haris, Angkasa sudah mencekal tangan Jingga terlebih dahulu.


" Kamu mau ke mana lagi sayang?" tanya Angkasa.


Jingga menoleh Ke arah Angkasa yang memasang wajah biasa saja, seperti tidak merasa bersalah sedikitpun.


"Sayang ... Sayang, palamu peyang!" ketus Jingga yang masih kesal karena Angkasa membohonginya. Walaupun sedikit loading karena kecapekan, itu tidak akan membuat seorang Jingga mudah di kadalin oleh buaya jantan.


Angkasa tersenyum saat melihat Jingga masih sama seperti sebelumnya." Jangan marah-marah, nanti cantiknya hilang loh," goda Angkasa.


" Kalau dasarnya cantik, mah cantik aja! Bukan karena marah langsung hilang, emangnya magic."


Angkasa geleng-geleng kepala melihat Jingga yang ternyata narsis bin galak. Padahal dia masih dalam kondisi sakit seperti ini, tapi galaknya tidak memudar sedikitpun saat kesal.


" Yaudah, aku minta maaf," ujar Angkasa dengan memasang wajah imut. Membuat Jingga segera memalingkan wajahnya, takut terhipnotis.

__ADS_1


Jingga lupa kalau Angkasa sedang terluka sehingga dia melepaskan tangannya sedikit kasar, demi menghindar.


Auuu


Jerit Angkasa saat lukanya terasa sakit akibat Jingga yang melepaskan tangannya secara Paksa. Melihat Angkasa kesakitan, seketika membuat Jingga panik.


" Maaf, kamu gapapa?" tanya Jingga seraya menyentuh pundak Angkasa demi melihat lukanya.


Angkasa tersenyum, ketika melihat Jingga yang terlihat begitu khawatir padanya. Saat menoleh, Jingga baru menyadari bahwa jarak mereka terlalu dekat sampai hembusan nafas Angkasa terasa menerpa pipinya.


Saat Jingga ingin menghindar, tangan Angkasa yang tak sakit segera menarik tubuh Jingga sampai membuatnya jatuh terduduk di pangkuan Angkasa.


" Mau ke mana sih?" tanya Angkasa yang sudah melingkarkan tangannya di pinggang Jingga.


" Aku nggak mungkin bisa macem-macem! Lihat saja aku terluka," ujar Angkasa dengan memperlihatkan bahwa tubuhnya memang terluka. Jadi, tidak mungkin dia bisa melakukan apa-apa sama Jingga.


" Ya, kalau begitu biarkan aku bangun,"lirih Jingga. Dia benar-benar tidak bisa terlalu dekat dengan Angkasa seperti ini, kalau di terusin bisa-bisa spot jantung dia.


Angkasa tersenyum, lalu mendekatkan wajahnya untuk mengamati wajah Jingga yang terlihat tidak seperti biasanya. Hal itu, membuat Jingga memundurkan wajahnya serta menutup rapat bibirnya.


" Kamu kurang tidur?" tanya Angkasa yang seketika membuat pikiran mesum Jingga buyar.


"Huh?"

__ADS_1


" Mata pandamu terlihat sangat jelas! Apa semalam kamu begadang?" tanya Angkasa untuk memastikan kembali.


Jingga terdiam, karena terburu-buru ke rumah sakit membantu Runi melahirkan sampai membuatnya lupa make up untuk menutupi mata pandanya. Untung hanya tinggal mata panda, andai Angkasa melihat mata bengkaknya tadi pagi gara-gara terlalu banyak menangis, pasti dia bisa besar kepala.


" Maaf ya, sudah membuatmu khawatir."


" Lain kali jangan bertindak seperti itu!" lontar Jingga yang tanpa sengaja, memperlihatkan bahwa dia memang begadang karena mengkhawatirkan Angkasa.


Angkasa tersenyum, lalu mengangguk.


" Ji, ayo menikah secepatnya, " ucap Angkasa yang seketika membuat sepasang bola mata indah itu terbelalak.


" Ke__napa tiba-tiba? Aku saja belum menerima lamaran kamu, masak sudah di ajak nikah cepet!" gerutu Jingga.


" Soalnya aku ingin segera membina rumah tangga sama kamu. "


Blush


Pipi Jingga seketika merona mendengar ucapan manis yang terlontar dari mulut Angkasa.


Ini cowok, mulutnya apa terbuat dari sari pati tebu ya ... Manis banget kalau ngomong! Gumam Jingga dalam hati.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2