
Hendra seketika membuang muka, sedangkan Safwana mendekati Jingga dan tersenyum.
" Apa kamu benar calon istri A?" tanya Safwana untuk memastikan kembali. Dalam benak Safwana, Angkasa adalah adik kecilnya yang manja, tapi genius dalam bidang Informatika. Namun, bidang itu sama sekali tidak di sukai oleh Hendra, karena dia menginginkan Angkasa pintar dalam dunia bisnis seperti dirinya.
Jingga mengangguk, membuat Safwana melirik ke arah Angkasa.
" A, kau kasih pelet apa sampai dia bisa mau menjadi istrimu?" celetuk Safwana yang seketika membuat Jingga melongo.
" Kak Sa ...!!!"geram Angkasa ketika melihat kakaknya mulai jahil lagi.
Safwana hanya tersenyum puas melihat adiknya yang merasa kesal.
" Perkenalkan, Namaku Safwana Hanjaya. Tapi, cukup panggil kak Sa saja. " Safwana mengulurkan tangannya, mengajak Jingga untuk berkenalan.
Jingga meraih uluran tangan itu dengan tersenyum.
" Aku Jingga," jawab Jingga.
Tak lama dari itu, Safwana segera memeluk Jingga.
" Selamat datang di keluarga Hanjaya Jingga,"bisik kak Sa di dekat Jingga.
Jingga membalas pelukan itu, dia merasa senang karena langsung mendapatkan sambutan hangat dari kakak Angkasa.
" Terimakasih, Kak. "
Angkasa ikut tersenyum saat melihat kakaknya langsung menerima kehadiran Jingga dengan baik. Tapi, ada seseorang yang sepertinya masih belum bisa menerima Jingga, yaitu Hendra papanya.
Seorang anak laki-laki berusia 5 tahun berlari menghampiri Jingga, untuk mengajaknya berkenalan.
__ADS_1
" Hai, kakak cantik. Perkenalkan namaku Luke," ucap seorang anak laki-laki itu dengan mengulurkan tangannya ke arah Jingga.
Jingga menyamakan tingginya dengan Luke. " Hai, ganteng," sapa Jingga dengan tersenyum manis. Membuat Lio mengerlingkan matanya.
Jingga merasa gemas sekali saat melihat Lio yang masih kecil sudah genit pada wanita.
" Luke, ini calon istri uncle! Jadi harus panggil aunty, bukan kakak," jelas Angkasa dengan tatapan tajam.
Bukannya takut, Luke justru mencium pipi Jingga yang sudah membuatnya terpesona sejak pertama kali bertemu.
Yaelah Luke masih kecil dah tau mana wanita cantik dan bukan ya...
Bola mata Angkasa melotot saat melihat keponakannya justru mencium Jingga tanpa malu.
" Hei, kolak!! Siapa yang memperbolehkan kamu mencium wanitaku?" kesal Angkasa yang justru mendapatkan juluran lidah dari Luke.
" Habisnya dia__"
"A ... Dia hanya anak kecil yang ingin mencium pipi auntynya. Lagian Jingga sendiri gapapa, kan?" Kaka Sa melirik ke arah Jingga.
Jingga hanya tersenyum, karena baginya Luke hanya anak kecil yang menggemaskan.
Di sini, Jingga tebar senyum terus ya... Nggak dingin kayak biasanya.
" Masih kecil saja sudah seperti itu, apalagi kalau sudah besar! Mau jadi playboy cap kecoa!" gerutu Angkasa yang masih di dengar oleh Kakaknya.
"Jangan pernah mengutuk anak kecil!" ketus kakaknya dengan wajah tak kalah kesalnya.
__ADS_1
Jika sudah seperti ini, Angkasa hanya bisa mengalah dan diam. Jingga merasa bahagia saat melihat kehangatan hubungan antara Angkasa dan kakaknya.
" Kalian itu sudah tua, masih saja bertengkar seperti tom and jerry," protes Hendra ketika melihat sikap anaknya jika bertemu masih saja seperti dulu. Tidak pernah berubah, selalu bertengkar dan ribut.
Safwana seketika ikut diam saat mendengar Papanya protes. Jika sudah seperti itu, berarti mereka harus diam dan tidak boleh ribut.
Setelah itu, Angkasa membawa Jingga untuk berkenalan dengan Hendra. Namun, alih-alih mendapatkan sambutan hangat, Hendra justru terang-terangan menolak Jingga di depan kedua anak dan menantunya.
" Pa__" Angkasa ingin protes, namun segera di cegah oleh Safwana. Dia tahu betul bagaimana sifat papanya itu. Jadi, Safwana menyuruh Angkasa untuk diam saja jangan protes.
Setelah itu, Safwana menawarkan Jingga untuk duduk terlebih dahulu, tapi Angkasa menolak dengan alasan jika Jingga harus segera berangkat kerja. Mereka memang hanya berniat untuk mampir saja.
" Oh, memangnya Jingga kerja di mana?" tanya Safwana ramah.
" Rumah sakit, Kak," jawab Jingga.
" Dia dokter kandungan di rumah sakit X," sahut Angkasa ketika menyadari apa yang ingin di tanyakan lagi oleh Kakaknya.
" Oh, ya? Kebetulan sekali dong. Jadi, kakak bisa periksa kandungan ke kamu saja selama di Indonesia," pungkas Safwana dan diangguki oleh Jingga. Saat ini, Safwana memang sedang mengandung anak keduanya.
Sebelum Angkasa dan Jingga pergi, Safwana mendekati Angkasa.
" Jaga dia baik-baik," bisik Safwana.
" Tentu saja! "
Setelah itu, Angkasa dan Jingga pamit pergi. Safwana berjanji akan mengunjungi Jingga nantinya.
...****************...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan giftnya yang banyak ya...