Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 81


__ADS_3

Selesai acara, semua tamu undangan yang hadir sudah pulang semua. Tersisa Simon, Elia, ayah Bejo dan juga Andika. Di karenakan sudah malam, Ayah Bejo dan Andika segera pamit pulang.


" Kalian tidak menginap di sini saja? Masih ada kamar tamu kosong," ujar Bu Asma.


" Tidak perlu, rumahku nanti tidak berpenghuni jika di tinggalkan!" jawab Ayah Bejo.


" Sebenarnya di rumahmu itu ada apanya, sih sampai tidak rela di tinggalkan walau hanya semalam? " sindir bu Asma.


Ayah Bejo dan Andika hanya tersenyum mendengar ucapan bu Asma. Sedangkan Mita langsung memeluk ayahnya tatkala mendengar ia mau pulang, dan tidak mau menginap.


" Ayah menginap saja di sini, ya?Mita belum mau di tinggal," rengeknya dengan wajah memohon seperti anak kecil yang tidak mau di tinggal kemanapun.


" Kamu itu jangan seperti anak kecil begini, " ucap Ayah Bejo sembari mengusap pipi putrinya.


" Ayah harus pulang, kamu 'kan tahu sendiri kalau di rumah banyak barang-barang dan harus selalu ada yang jaga."


" Tapi___"


" Mita ... Kamu sekarang sudah menikah jadi harus terbiasa hidup tanpa ayah. Kalau kamu rindu, minta suamimu mengantarkan ke sana. Jangan pergi kemanapun tanpa izinnya, harus patuh dan taat pada suamimu." Nasehat ayah Bejo.


Mita mengerucutkan bibirnya, meskipun penampilan tomboi, tapi hati dan jiwanya masih tetap perempuan yang suka manja dan melow jika dalam keadaan seperti ini. Selama ini, Mita memang sangat dekat dengan ayahnya karena ia hidup dengan orang tau tunggal. Jika dengan Andika, mereka berdua lebih sering bertengkar dan berselisih. Namun, masih tetap saling sayang dan menjaga satu sama lain. Sebelum pamit, Ayah bejo mengecup kedua pipi dan keningnya sekilas sebagai tanda perpisahan.


Melihat interaksi Mita dan ayahnya, membuat Elia teringat kembali dengan almarhum ayah dan bundanya. Elia segera mengusap air matanya yang hampir saja jatuh.


" Kamu kenapa sayang?" tanya simon dengan menatap wajah istrinya.

__ADS_1


" Aku gapapa, kok," dusta Elia dengan mencoba tersenyum.


Setelah berpamitan kepada Mita, kini giliran Haikal yang menghampiri ayah mertuanya. Ayah Bejo seketika memeluk Haikal.


" Titip putri Ayah, jaga dan sayangi dia dengan baik. Sampai ayah tahu kamu berani menyakitinya, akan ayah habisi kamu!" bisik Ayah Bejo di dekat telinga Haikal.


Haikal menelan salivanya dengan sulit tatkala mendengar ancaman dari ayah mertuanya.


Setelah itu, giliran Andika yang berpamitan. Apa yang ia lakukan dan katakan sama persis dengan ayah Bejo. Sepertinya, dua pria itu sefrekuensi.


Setelah Ayah Bejo dan Andika pergi, giliran simon yang meminta pamit.


" Loh, kalian ikut pamit juga?" ujar Bu Asma tatkala Elia memeluknya untuk berpamitan.


" Iya, Buk. Soalnya masih mau jemput Arsy ke rumah papanya," ujar Elia.


" Ibu nggak usah repot-repot, " pungkas Elia tatkala melihat bu Asma mengambilkan beberapa makanan.


" Udah, gapapa. Ibu tadi lihat kamu lahap sekali saat makan ini. Sepertinya cucu kembar Ibu sangat menyukainya," ucap Bu Asma sembari mengelus perut buncit Elia.


" Terus, ini buat Simon katanya dia lagi suka makan rujak dan buah-buahan yang asam 'kan? " Bu Asma kembali memberikan satu tas lainnya.


" Ya Allah ... Bu jadi nggak enak," ujar Elia.


Begitulah emak-emak kalau sudah sayang sama seseorang. Dari dulu, Bu Asma memang ingin punya banyak, tapi tidak kesampaian. Setelah tahu bahwa Elia juga sudah tidak memiliki keluarga, membuat Bu Asma mengangkat ia jadi putrinya. Bahkan, dia sangat juga menyayangi Arsy.

__ADS_1


Ketika Elia mau pamit, tiba-tiba bu Asma teringat sesuatu lagi.


" Sebentar, ada lagi satu yang ketinggalan." Bu Asma kembali berjalan ke dapur dan membuka lemari pendingin. Ia mengambil satu kotak puding yang khusus ia buatkan untuk Arsy.


Elia dan Simon semakin merasa tidak enak dengan Bu Asma yang begitu perhatian dan repot ketika mereka mau pamit pulang. Padahal, mereka bukan siapa-siapa tapi di perlakukan seperti anak sendiri.


" Ibu hampir saja lupa, ini ada puding khusus ibu buatkan untuk si gemoy," ujar bu Asma sembari memberikan satu kotak puding.


" Makasih banyak loh bu... Jadi merepotkan."


" Kamu tuh ya... Kayak sama siapa saja. Ibu itu tidak kerepotan, justru senang." ucap bu Asma dengan tersenyum.


" Bu, terus buat Aku sama Mita mana ?"tanya Haikal yang sedikit cemburu.


Ciye... Yang udah peduli sama istri bar-barnya.


" Buat kalian, tentu saja ada, " jawab bu Asma dengan senyuman mencurigakan.


Setelah itu, Elia dan Simon pamit ke Haikal dan juga Mita.


" Nanti kalau ada waktu luang, suruh Haikal anterin main ke rumah mbak, ya. Sekalian kenalan sama Arsy," ujar Elia.


Mita mengangguk dan tersenyum.


" Selamat berjuang, Bro!" bisik Simon sembari menepuk pundak Haikal. Sedangkan Haikal hanya mengerutkan keningnya karena tak paham dengan maksud sahabatnya itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2