
"Kal, kamu gimana, sih! Masak rumah pacar sendiri bisa salah alamat," tukas bu Asma dengan wajah kesal.
Haikal mencoba menenangkan Ibunya agar tidak marah-marah dulu, lalu kembali bertanya pada sang scurity.
" Apa bapak yakin? Soalnya baru kemarin malam saya masih menjemput dan mengantar Mita pulang ke rumah ini. Bahkan saya melihat sendiri bahwa dia keluar masuk dari rumah ini," ungkap Haikal. Jika Mita berbohong, tidak mungkin ia bisa keluar masuk dari rumah ini dengan mudahnya.
" Yakin lah Mas, masak iya saya tidak mengenali majikan sendiri. Tapi, kalau kemarin saya memang sedang izin tidak bertugas, "jelas scurity itu.
Setelah itu, Haikal menjauh dan mencoba menelpon nomor Mita, tapi tidak di angkat. Haikal mencoba menghubungi kembali, dan tetap tak di angkat juga sampai ke sekian kalinya nomor itu tiba-tiba sudah tidak aktif.
Sial! Apa dia sedang menghindar? Gumam Haikal tatkala tak kunjung bisa menghubungi nomor ponsel Mita.
Tiba-tiba sebuah ide cemerlang muncul di kepala Haikal. Dia tersenyum, kenapa Haikal baru menyadarinya jika Tuhan saat ini itu sedang berpihak padanya . Jika Mita tidak bisa di hubungi dan menghilang, maka rencana pernikahannya otomatis akan batal.
Iya, benar! Bodo amat dia mau berbohong atau tidak tentang rumahnya. Yang jelas sekarang, aku tidak akan bisa membawa Ibu bertemu dengan keluarga Mita. Sepertinya Lo masih punya keberuntungan, Kal! Gumamnya dalam hati penuh dengan kemenangan
" Terimakasih ya, Pak," ucap Bu Asma setelah mendapatkan infomasi dari scurity itu. Tanpa Haikal sadari, bu Asma ternyata sudah lebih dulu bertanya-tanya tentang siapa pemilik rumah ini. Lalu, bertanya apakah pemilik rumah ini memiliki seorang putri yang masih SMA?
Awalnya, sang scurity ragu ingin menjawab, takutnya mereka adalah orang jahat yang berpura-pura salah alamat. Namun, bu Asma tidak kehilangan akal, lalu memperlihatkan foto Mita yang ada di dalam ponselnya. Kemarin, bu Asma memang sempat memotret Mita secara diam-diam untuk di bagikan ke grup teman-temannya untuk memamerkan bahwa Haikal sebentar lagi akan menikah. Dan, siapa sangka bahwa foto itu ternyata di butuhkan di saat genting seperti ini.
Ketika melihat bu Asma menunjukkan foto Mita, sang scurity baru paham bahwa Mita yang mereka maksud adalah sahabat non Hilda anak majikannya.
__ADS_1
Melihat bahwa scurity itu mengenal Mita, Bu Asma segera menanyakan alamat rumahnya. Entah kebetulan atau apa, scurity itu tahu di mana rumah Mita karena dia sering mampir ke bengkel ayah Mita.
" Bu, Mita nomornya tidak aktif. Jadi, kita pulang saja ya ..," ujar Haikal.
" Tidak perlu karena Ibu sudah mendapatkan alamat rumahnya Mita. Jadi, buruan kita ke sana!" titah Bu Asma seraya berjalan menuju mobil.
Haikal membulatkan matanya tatkala mendengar ucapan sang Ibu.
Apa Tuhan sedang bercanda denganku?
" Kal, ayo! " teriak bu Asma dari dalam mobil tatkala melihat putranya itu justru bengong saja.
" Kita ke jalan .... Ini, ya." Bu Asma memperlihatkan alamat yang ia tulis di dalam ponselnya.
" Bu, apa ini beneran alamatnya Mita? Emangnya Ibu dapat dari mana?" tanya Haikal penasaran karena dalam waktu singkat Ibunya sudah mendapatkan alamat Mita.
Bu Asma mencebik tatkala melihat putranya itu masih saja bertanya, bukannya menjalankan mobilnya." Sudah, jalan saja. Yang jelas ini bukan lagi alamat palsu! Dasar, nggak becus! Masak alamat rumah pacar sendiri aja bisa salah," cibir bu Asma.
" Ya___"
"Sudah, nggak usah banyak bicara. Lebih baik kamu segera kemudikan itu mobil menuju rumah Mita," tukas Bu Asma yang membuat Haikal hanya bisa menurutinya.
__ADS_1
Sebelum ayahnya meninggal, Haikal memang sempat berjanji akan menjaga dan selalu membahagiakan ibunya. Sebenarnya bukan hanya perihal sebuah janji saja, karena Haikal juga sangat menyayangi wanita ini yang sudah melahirkan, mengurus serta memberikan kasih sayang penuh padanya. Selama itu bukan hal yang buruk, Haikal akan selalu berusaha menuruti keinginan Ibunya.
Kebetulan, jarak rumah Mita dan Hilda tidak terlalu jauh sehingga tak membutuhkan waktu lama, mereka sudah sampai di depan rumah minimalis.
Bejo dan Andika yang sedang duduk-duduk santai di depan teras sedikit penasaran tatkala ada mobil berhenti di depan rumah mereka. Pasalnya, bengkel sudah tutup.
Haikal segera turun lebih dulu, dan membukakan pintu untuk sang Ibu.
" Apa ayah punya tamu?" tanya Andika saat melihat dua orang yang turun dari mobil itu berjalan menghampiri mereka.
Bejo menggeleng, namun netranya terus tertuju ke arah wanita paruh baya yang seakan terasa tak asing baginya.
" Assalamualaikum ...," salam Bu Salma.
" Bejo! "
"Asma!"
...****************...
Jeng... Jeng... Kira-kira ada apa ini?
__ADS_1