
Di sebuah ruangan latihan, terlihat dua orang pria tengah berlatih bertarung. Sejak kejadian di paris, Angkasa membulatkan tekadnya untuk memperkuat ilmu bela dirinya. Dulu, ia berpikir bahwa cukup bisa bela diri saja sudah cukup karena ada bodyguard. Namun, sekarang itu sudah tidak berlaku lagi.
Sejak menikah dan keluar dari mansion utama, ia sudah tak memiliki bodyguard khusus lagi sehingga hanya mengandalkan diri sendiri.
Apa Angkasa di keluarkan dari keluarga Hanjaya? Lebih tepatnya, Angkasa sendiri yang menyerahkan semua fasilitas dari Papanya. Dia ingin mandiri dan bisa mengurus keluarganya sendiri.
Awalnya, Hendra mengira bahwa Angkasa hanya bercanda. Dia berpikir bahwa Angkasa tidak akan bisa hidup tanpa fasilitas darinya. Pasalnya, selama ini dia akan menuruti perintahnya jika sudah di ancam akan di ambil semua fasilitasnya. Namun, siapa sangka bahwa Angkasa ternyata masih memiliki aset dari jerih payahnya sendiri.
Selama ini, Angkasa memang menyembunyikan pekerjaannya dari Hendra. Semua sikapnya dulu yang manja, tidak suka bekerja, terlihat seperti anak bodoh, suka berpesta, dan menghamburkan uang hanya alibi semata. Itu Angkasa lakukan karena dia tidak ingin meneruskan menjadi pemimpin di perusahaan Hanjaya. Dia tidak suka pekerjaan yang memiliki banyak aturan. Dia lebih dengan pekerjaan yang ia sukai dan juga menghasilkan banyak uang.
" Sepertinya lo masih harus banyak berlatih," ujar Haris setelah mereka selesai berlatih.
" Sepertinya, iya!" sahut Angkasa yang merasa bahwa kemampuannya memang hanya berada di rata-rata.
" Tapi, A. Kenapa tiba-tiba lo ingin berlatih ilmu bela diri lagi? "tanya Haris sesudah meneguk habis minumannya. Lelah berlatih, membuat ia merasa haus.
" Gue hanya ingin bisa menjadi suami yang bisa menjaga istrinya, bukan sebaliknya! "ucap Angkasa jujur. Selama ini, Angkasa memang lebih terbuka jika bersama Haris.
__ADS_1
Haris tersenyum." Oh, ternyata itu alasannya! " Haris mencebik, membuat Angkasa merasa kesal melihatnya.
" Kenapa ekspresi lo begitu? Lo ngeremehin gue, ya! " tukas Angkasa dengan wajah kesal.
Haris tergelak saat melihat raut wajah Angkasa saat ini. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan sahabatnya ini yang tidak berubah sedikitpun. Suka kesal jika ada orang yang meremehkannya.
Hahahaha...
" Buat apa gue ngeremehin Lo, kalau pada kenyataannya, Lo memang masih remeh, Bro!" ejek Haris dengan mengancungkan jempolnya ke bawah.
Angkasa mendelik, kemudian menghembuskan nafas lemah. Karena ucapan Haris barusan memang benar adanya, bahwa dia memang masih remeh. Bahkan, kemampuannya sangat jauh di bawah Jingga.
" Remeh, bukan berarti tidak bisa menjadi kuat! Yang penting Lo harus rajin berlatih, dan asah terus kemampuan itu. Pasti suatu saat Lo juga akan bisa sehebat gue, atau bisa lebih!" Haris memberikan semangat pada sahabatnya itu.
Angkasa masih terdiam.
" Sepertinya Lo sangat mencintainya, ya?"
__ADS_1
" Tentu saja! Makanya, cari pacar atau istri biar tahu bagaimana rasanya jatuh cinta," ejek Angkasa.
Haris mendengus kesal, dia paling tidak suka jika sudah ada pembicaraan seperti ini. Padahal, baru saja dia membantu memberikan motivasi pada Angkasa, tapi kenapa sekarang justru dia yang di ejek?
" Dasar, temen nggak tahu terimakasih! Mentang-mentang udah menikah aja, sombong! "ketus Haris yang beranjak pergi.
Melihat Haris pergi, Angkasa pun mengikutinya. Lalu, merangkul pundak sahabatnya itu.
" Sorry, Bro! Gue itu hanya ingin bisa lihat lo menikah juga. Biar kalau jalan, bisa double date, " ujar Angkasa dengan menaik turunkan alisnya.
" Kalau gitu, cariin gue pasangan, bisa?" tantang Haris.
Angkasa tertawa saat mendengar ucapan sahabatnya itu
"Cinta itu nggak asik kalau di cariin! Enak yang tiba-tiba muncul dan langsung membuat klepek-klepek." gelak Angkasa yang mengingat bagaimana awal pertemuannya dengan Jingga.
Pertemuan tanpa sengaja yang langsung membuatnya jatuh cinta dan tergila-gila pada gadis itu.
__ADS_1
Haris hanya terdiam, dia sama sekali tidak tertawa tatkala mendengar candaan Angkasa. Sebenarnya Haris juga ingin mempunyai pasangan, hanya saja dia belum menemukan seseorang yang bisa membuatnya jatuh cinta.
...****************...