Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 69


__ADS_3

"Namamu siapa?" tanya Bu Asma yang belum mengetahui nama Mita.


" Em ... Mita, Tante," jawab Mita dengan suara sedikit bergetar.


Bu Asma tersenyum. " Jangan memanggil Tante, panggil saja Ibu sama seperti Haikal," ungkap Bu Asma yang membuat Mika tersedak mendengarnya.


Haikal segera memberikan minum untuk Mita.


" Kamu ini, belum makan saja sudah tersedak," goda Bu Asma.


" Maaf, Tan ... Eh, Bu ..." Mita tak melanjutkan ucapannya tatkala menyadari bahwa ia tidak tahu nama Ibu Haikal.


" Asma," sahut Haikal yang paham kenapa Mita tak melanjutkan ucapannya.


" Asma?" ulang Mita." Kamu punya sakit Asma? "tanya Mita yang membuat bu Asma tergelak mendengarnya.


" Bukan, aku tidak punya sakit Asma. Tapi, Ibuku namanya Asma, " jelas Haikal.


" Oh ... maaf ya Buk Asma ... Mita tidak tahu kalau itu adalah nama Ibu, " ucap Mita sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


" Iya, santai saja. Kamu itu jangan gugup terus! Ibu tidak akan memakanmu kok," canda bu Asma agar Mita tidak terlalu gugup.


Mita hanya bisa menyengir kuda melihat wanita paruh baya di depannya saat ini terlihat seperti suka becanda dan tidak galak.


Setelah itu, Haikal memberikan kode lewat ekor matanya agarĀ  Mita melakukan tugasnya, bukannya gugup seperti ini.

__ADS_1


Mita hanya terdiam, lalu mencoba mengumpulkan keberanian untuk melakukan rencana yang sudah ia persiapkan sebelumnya.


Saat bu Asma mempersilahkan untuk makan, Mita tanpa sungkan mengambil makanan cukup banyak dan menaikkan satu kakinya di atas kursi. Lalu, melahap semua makanannya secara rakus, tidak ada elegan-elegannya sama sekali.


"Apakah makanannya sangat enak?" tanya Bu Asma yang hanya di angguki oleh Mita. Karena mulutnya penuh dengan makanan.


Melihat Mita yang begitu bar-bar, membuat Haikal yakin bahwa Ibunya pasti akan menyuruhnya untuk putus dengan Mita karena Haikal tahu bahwa ibunya itu lebih menyukai wanita yang lembut, dan sopan. Dengan begitu, Haikal akan melanjutkan drama selanjutnya.


" Kal, kenapa seleramu begitu buruk dalam mencari pacar? Apa baiknya wanita itu sampai membuatmu jatuh cinta dan mau berpacaran dengannya? Pertemuan pertama saja sikapnya sudah tidak ada sopan-sopannya sama sekali!"


" Buk... Bukankah sikap mita sangat menggemaskan? Di zaman sekarang jarang loh, bisa menemukan wanita yang tidak jaim seperti Mita. Dia itu limited edition, " dusta Haikal.


" Apa itu limited ? Pokoknya Ibu nggak mau tahu, kamu harus putus sama wanita bar-bar itu! Ibu tidak suka punya mantu yang seperti itu, nanti kalau di ajak pergi arisan terus makannya banyak dan tidak ada sopan-sopannya bisa di taruh mana muka ibu ini...," gerutu Bu Asma.


" Ya, tetap di taruh pada tempatnya lah bu."


" Dasar anak nggak becus! Masak cari calon istri yang modelnya seperti itu. Pokoknya Ibu tidak akan pernah setuju jika kamu menikah dengan wanita bar-bar itu. Nanti, Ibu akan carikan wanita yang jauh lebih cantik dan sopan!" tandas bu Asma yang berlalu pergi. Dia sudah sangat emosi, jika di teruskan bisa darah tinggi nanti.


Haikal mencekal tangan ibunya, ia mencoba memohon agar ibunya itu merestui hubungannya dengan Mita.


" Bu, janganlah begitu. Haikal nggak mau wanita lain, hanya ada Mita seorang dalam hati ini. Kalau Ibu menyuruh Haikal putus dengan Mita maka Haikal tidak mau menikah lagi!" rajuk Haikal.


Masih membayangkan ia mengucapkan hal itu saja sudah membuat Haikal ingin muntah. Apalagi nanti jika terjadi?


Melihat Haikal terdiam dan geleng-geleng kepala sendiri, membuat Bu Asma menjadi bingung.

__ADS_1


" Kal, kamu kenapa? "tanya Bu Asma.


" Huh? " Haikal sedikit terkejut saat mendengar panggilan Ibunya.


" Kalau makan itu jangan melamun! " sarkas bu Asma.


" Oh, ya Mita. Orang tuamu besok ada di rumah? "tanya Bu Asma.


" Ada bu, memangnya ada apa? "


" Oh, Ibu mau silaturahmi sama sekalian membicarakan soal pernikahan kalian, " jelas Bu Asma.


" Huh? " seru Mita dan Haikal serentak sampai membuat Bu Asma ikut terkejut.


Mita dan Haikal saling pandang. Semua rencana yang sudah Haikal bayangkan seketika sirna tatkala mendengar ucapan ibunya barusan.


" Kalian kenapa seperti terkejut begitu? Apa ucapan Ibu salah? " tanya Bu Asma sembari mengelus dadanya.


" Gimana tidak terkejut, orang Ibu tiba-tiba membicarakan pernikahan!" jelas Haikal dan diangguki Mita.


"Loh, bukannya kalian pacaran memang menuju ke arah situ, ya?"


" Bukan!" tolak Haikal dan Mita bersamaan lagi.


Bu Asma mengerutkan keningnya, tiba-tiba ia merasa bingung dan pusing dengan keadaan saat ini.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2