
"Mit, kenapa wajahmu pucat seperti itu? Apa kamu sakit?" tanya Ayah Bejo.
" Huh?" Mita terlihat bingung. Sedangkan bu Asma yang duduk di samping Mita segera mengecek keningnya, tapi tidak demam. Itu artinya bahwa Mita tidak sedang sakit, lalu mencoba memegang tangan Mita yang begitu dingin, menandakan bahwa gadis itu tengah merasa gugup bukan sakit.
Bu Asma tersenyum. " Dia tidak sedang sakit, hanya gugup saja!" tukas Bu Asma yang membuat pipi Mita memerah karena merasa malu ketahuan bahwa ia sedang merasa gugup.
" Oh!" jawab Ayah Bejo singkat.
Setelah itu, mereka mulai melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda. Mendengar keputusan dari Ayah Bejo dan Bu Asma yang akan menikahkan mereka lusa, membuat Mita dan Haikal terbelalak.
" Mita tidak mau menikah dengan pria ini!" bantah Mita seraya menunjuk ke arah Haikal.
" Kenapa kamu tidak mau menikah, bukankah kalian itu sudah___" Ayah Bejo tak sanggup melanjutkan ucapannya ketika teringat kembali perkataan bu Asma kenapa ia ingin segera menikahkan Haikal dan Mita.
Andai, Haikal bukan putra bu Asma mungkin tadi ia sudah babak belur karena sudah berani mencium putrinya.
__ADS_1
Sedangkan Haikal masih terdiam seakan sedang memikirkan ucapan Ayah Bejo yang sempat menghinanya tak gentel karena sudah berani menyentuh putrinya sebelum ada ikatan.
"Sudah apa, Yah?" tanya Mita yang bingung dengan ucapan ayahnya yang tak jelas.
" Sudah, pernikahan ini tidak akan pernah batal karena kalian itu sebenarnya sudah di jodohkan dari sebelum lahir! Dan entah kebetulan atau memang jodoh kalian juga berpacaran jadi ya lebih baik segera di nikahkan saja sebelum terjadi sesuatu yang tak di inginkan!" jelas bu Asma.
Perjodohan ini memang terjadi jauh sebelum Mita lahir. Bahkan, saat Arumi masih mengandung anak pertama. Namun, perjodohan itu gagal karena anak yang di kandung Arumi adalah laki-laki. Namun, Asma tidak menyerah, dan kekeh tetap ingin menjodohkan anak-anak mereka kelak.
Jika Asma bisa memiliki anak perempuan, dia akan menjodohkannya dengan Andika. Namun, Asma tak kunjung bisa hamil lagi, bahkan rahimnya harus di angkat karena penyakit yang ia derita.
Saat itu, Asma mulai menyerah, sepertinya Tuhan memang tidak mengizinkan ia berbesanan dengan sahabatnya. Tapi, siapa sangka bahwa Arumi hamil kembali dan anaknya perempuan. Mendengar kabar bahwa Arumi melahirkan anak perempuan, membuat Asma sangat senang karena akhirnya keinginannya terwujud. Namun, kebahagiaan itu hanya datang sejrnak tatkala Asma mendengar bahwa Arumi telah meninggal dunia.
Semua harapan itu hanya tinggal kenangan, namun siapa sangka bahwa Tuhan masih mempertemukannya lagi dengan Mita dan juga Bejo dalam kondisi seperti ini. Jadi, saat ini Asma tidak akan menyerah lagi untuk segera menyatukan mereka dalam sebuah ikatan pernikahan.
Walaupun Asma tahu mereka sedang berpura-pura berpacaran dan tak ada cinta di antara mereka berdua, itu tidak menjadi masalah. Karena cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu setelah mereka menikah nanti.
__ADS_1
" Ha? Di jodohkan? Sejak sebelum lahir? " Mita benar-benar semakin bingung dengan kondisinya sekarang. Ia benar-benar telah terjun ke lembah jurang dan tak bisa naik kembali. Mita menatap tajam ke arah Haikal yang hanya diam saja tanpa ada bantahan sedikitpun.
Kenapa sekarang dia diam dan menerima? Apa jangan-jangan dia sudah menerima pernikahan ini? Oh, tidak! Apa kata orang jika aku menikah sebelum lulus sekolah? Batin Mita.
" Hei, Haikal. Bagaimana dengan kamu? Kamu siap kan menikahi putri saya?" tanya Ayah Bejo dengan tatapan tajam seakan mengisyaratkan bahwa Haikal tak boleh menolak. Jika menolak akan di terkam dengan Harimau yang tengah lapar.
Haikal menatap ke arah Ibunya, dan bua Asma terus memberikan kode bahwa ia harus menerima. Sedangkan Mita memberi kode untuk menolak.
Baiklah, anggap saja ini semua demi membahagiakan Ibu. Urusan bagaimana pernikahanku nanti, itu bisa urus belakangan saja. Toh, aku sedang tidak menjalin hubungan dengan wanita lain atau sedang mencintai siapapun. Jadi, aman tidak akan ada drama ada yang tersakiti hanya akan ada dram tom and jery setiap hari. Gumam Haikal dalam hati sembari membayangkan bagaimana pernikahannya dengan Mita yang akan selalu ribut saat bersama.
" Sa-ya siap!" jawab Haikal dengan sedikit gagap.
Sepertinya kisah cintaku akan berakhir dengan gadis bar-bar ini! Gumam Haikal seraya menatap ke arah Mita, lalu menatap Ibunya yang tersenyum bahagia tatkala mendengar Haikal setuju.
Semoga keputusan yang aku ambil ini benar.
__ADS_1
Setelah semua pembicaraan selesai, bu Asma dan Haikal pulang ke rumah.
...****************...