
Di sebuah rumah lain yang tak jauh dari rumah ayah Bejo. Terlihat seorang cewek dan cowok tengah asik bermain game tanpa kenal henti. Cewek itu yang tak lain adalah Mita, untuk menghilangkan rasa setresnya akibat terus di hubungi oleh Haikal. Mita memutuskan untuk bermain game saja di rumah Bram, teman sekolah sekaligus teman kompleksnya.
Mita memang sengaja kabur dari tanggung jawab karena ia tak mau menikah muda. Toh, dia juga sudah menjalankan tugasnya untuk menjadi pacar pura-pura Haikal dan bertemu dengan Ibu. Untuk urusan lain setelah itu, dia mau lepas tangan saja karena di perjanjian awal juga tidak ada kata untuk menikah. Lagian, Haikal juga tidak tahu tempat tinggal aslinya jadi aman.
"Ayo terus ... Lawan … lawan ...ah ...,"Lagi-lagi Bram mengeluh dan memukul udara karena terus saja kalah bermain dengan Mita.
Mita menepuk pundak bram agar dia bersabar dan menerima kekalahan dengan ikhlas.
" Mit, bisakah Lo mengalah sedikit? "ujar Bram seraya menoleh ke arah Mita.
" Oh, No! Dalam kamus seorang Mita tidak ada kata kalah dalam bertarung baik main game atau asli," ujar Mita dengan penuh keangkuhan.
Bram mencebik ketika melihat Mita bersikap begitu angkuh karena selalu menang dalam permainan game ataupun bertarung. Bram berteman dengan Mita juga karena dia jago berkelahi agar tidak ada lagi anak-anak yang membullynya.
" Kalau gitu, ayo tanding lagi!" tantang Bram yang masih tak mau kalah. Dia selalu ingin bisa menang jika bertarung dengan Mita.
" Bram … Bram, apa Lo yakin?" tanya Mita dengan tatapan yang terlihat meremehkan.
__ADS_1
"Tentu saja! Kali ini, gue pasti akan menang!" tukas Bram dengan percaya diri.
Mita hanya bisa menghembuskan nafas panjang, dan geleng-geleng kepala melihat Bram yang selalu saja menantang dan berkata akan menang. Namun, pada akhirnya tetap saja kalah. Sebelum melanjutkan permainan lagi, tiba-tiba terdengar ada seseorang datang.
" Mita, pulang!" titah Andika dengan suara barintonnya.
Mita dan Bram segera menoleh ke sumber suara itu. Melihat wajah Kakaknya yang terlihat seperti sedang marah, membuat Mita tidak berani mengelak.
" Yaudah, Bram. Gue pergi dulu!" pamit Mita yang segera bangun dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri sang Kakak. Sedangkan Andika sudah berjalan keluar rumah Bram lebih dulu.
Ada apa dengan Kakak? Kenapa wajahnya terlihat marah? Bukankah aku tadi sudah izin? Gumam Mita dalam hati.
Ketika masih berada di supermarket, Jingga sekalian membeli kebutuhan rumah yang sudah hampir habis serta camilan. Entah kenapa rasanya dia ingin terus mengunyah makanan.
" Sayang, kenapa beli camilan begitu banyak?" tanya Angkasa saat melihat Jingga terus memasukkan berbagai camilan ke dalam troli belanjaan mereka.
" Aku lagi pengen nyemil aja," ucap Jingga sembari memilih-milih camilan apa yang ingin ia beli lagi.
__ADS_1
Angkasa membeo tatkala melihat tingkah istrinya yang sedikit aneh. Pasalnya, Jingga dulu tidak terlalu suka ngemil, katanya takut gendut karena mengandung banyak sekali kalori. Tapi, kenapa sekarang justru seperti orang lupa daratan seperti ini?
Soal membayar, Angkasa masih sangat sanggup tapi apakah ini semua akan habis?
" Sayang, sudah ya… nanti perut kamu bisa sakit kalau terlalu banyak makan snack," cegah Angkasa yang membuat Jingga cemberut.
Melihat Jingga yang cemberut, membuat Angkasa segera memperlihatkan troli belanjaan mereka yang sudah penuh dengan camilan. Menandakan bahwa dia sudah terlalu banyak mengambil camilan.
Jingga tersenyum canggung tatkala melihat troli belanjaannya sudah seperti gunung sncak. Akhirnya, Jingga setuju untuk menghentikan membeli camilan.
Ketika Jingga dan Angkasa berjalan menuju kasir, tiba-tiba ada yang menyapanya.
" Hai, kamu Jingga, ya?" sapa pria itu yang mencoba memastikan bahwa ia tak salah mengenali orang.
Jingga menatap ke arah pria itu, dan mencoba mengingat siapa dia? Ketika mengingat siapa pria di depannya saat ini, seketika membuat tawa yang menghiasi wajahnya memudar.
Jingga tak pernah mengira bahwa dia akan bertemu lagi dengan pria ini. Bukankah dunia ini luas? Tapi, kenapa harus bertemu kembali dengan pria yang sama sekali tak ingin ia lihat?
__ADS_1
...****************...