
Kini, mentari pagi telah datang menyapa. Ketukan pintu dari luar terdengar semakin keras, membuat Angkasa mencoba membuka matanya.
" A... Bukain pintunya, apa kalian tidak jadi pergi honeymoon?" teriak kak Sa di balik pintu.
Mendengar kata honeymoon, membuat Angkasa membuka matanya lebar.
" Astaga! Iya, aku lupa," ucap Angkasa dengan menepuk jidatnya karena kelupaan. Akibat olah raga malam, membuat tidurnya semakin nyenyak saja.
Mendengar kak Sa terus berteriak di luar, membuat Angkasa segera memakai jubah tidurnya. Kemudian, berjalan menuju pintu kamar hotel untuk menyapa kakaknya, biar berhenti teriak-teriak.
Bola mata kak Sa membulat sempurna saat melihat penampilan Angkasa yang masih acak-acakkan, seperti baru bangun tidur.
" Astaga, A... Jam segini kamu baru baru bangun? Apa kamu tahu ini sudah jam berapa? Apakah kalian tidak jadi pergi honeymoon ?" omel Kak Sa yang terdengar memekakkan gendang telinga.
" Santai Kak, kita jadi pergi kok!" jawab Angkasa.
" Terus Jingga mana? "tanya Kak Sa yang mencoba mengintip, namun segera di halangi oleh Angkasa.
" Masih tidur, sudah ya ... Aku mau mandi dulu! " pungkas Angkasa yang segera menutup pintu kembali.
" Hei, A ... Dasar, adik nggak sopan! " gerutu Kak Sa.
Sedangkan, Angkasa kembali berjalan menghampiri istrinya yang masih tidur terlelap. Sepertinya dia sangat kelelahan sampai tidak mendengar teriakan cempreng dari Kak Safwana.
__ADS_1
Angkasa duduk, di sisi samping ranjang dan mencoba merapikan anak rambut yang menutupi wajah istrinya.
" Sayang ... Bangun, ayo mandi." Angkasa mencoba membangunkan istrinya yang masih tidur terlelap.
Perlahan, Jingga mulai membuka matanya, lalu tersenyum saat hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan sang suami.
" Selamat pagi," ucap Jingga dengan memberikan kecupan selamat pagi. Sejak menikah, hal itu memang selalu mereka lakukan.
Tanpa sadar, selimut Jingga tersikap sehingga memperlihatkan dua gundukan yang menggoda iman. Bahkan, Junior Angkasa sudah kembali menegang.
" Sayang, apakah kamu mencoba menggodaku?" ucap Angkasa sambil melihat ke benda kenyal yang sekarang menjadi favoritnya.
" Ha?" Jingga sedikit bingung kenapa Angkasa bisa mengatakan bahwa dia sedang menggoda. Lalu, dia terkejut saat melihat tubuh polosnya terpampang nyata. Jingga segera meraih selimut untuk menutupinya.
" A ... Ini masih pagi," ucap Jingga saat Angkasa sudah mulai beraksi dengan menciumi lehernya.
"Siapa suruh kamu sudah membangunkan juju! Jadi, kamu harus tanggung jawab," pungkas Angkasa yang membuat Jingga mendelik.
Tanpa berlama-lama, Angkasa segera menggendong tubuh Jingga ala bridal style masuk ke dalam kamar mandi. Mereka akan bermain sambil basah/basahan. Ingin menolak, tapi tubuhnya justru merespon setiap sentuhan lembut yang di berikan suaminya. Jika sudah seperti ini, Jingga hanya bisa pasrah saja dan menikmatinya.
Selesai mandi, Jingga mencoba merapikan tempat tidurnya yang berantakan. Namun, dia tak melihat ada bercak darah sama sekali di sana.
Apakah aku adalah tipe orang yang tidak mengeluarkan darah perawan? Batinnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" tanya Angkasa saat melihat istrinya melamun dengan memegang selimut.
" Oh, tidak apa-apa," jawab Jingga gugup.
Angkasa memicingkan matanya saat melihat Jingga terlihat seperti gugup.
" Kamu kenapa gugup?" tanya A dengan tatapan menyelidik.
" Em ... Nggak kok!" Jingga mencoba merilekskan dirinya agar tidak terlihat gugup lagi.
Saat Angkasa ingin melihat ke arah ranjang, Jingga segera memalingkan wajah Angkasa. Dia takut bahwa Angkasa adalah tipe pria yang peduli dengan hal tersebut. Sebenarnya, selaput dara yang tak berdarah bukan berarti seorang wanita sudah tidak perawan. Karena, tidak semua wanita mengeluarkan darah perawan saat pertama kali dia melakukan sek*s. Sehingga, jangan pernah menjudge wanita sudah tidak perawan hanya gara-gara tidak berdarah.
" Kamu kenapa sayang? "tanya Angkasa yang semakin bingung dengan tingkah istrinya.
" Tidak, bukankah kamu bilang kita harus segera check out? Nanti ketinggalan pesawat, lho! " Jingga mencoba mengalihkan pembicaraan.
Angkasa mengangguk. Lalu, mereka segera pergi keluar dari kamar itu.
...☘️☘️☘️...
Uwek ... Uwek ...
Terlihat seorang pria tampan yang terus mengeluarkan cairan bening dari mulutnya. Sejak pagi, dia merasa mula dan muntah-muntah tanpa henti sampai membuat tubuhnya terasa lemas.
__ADS_1
...****************...