
Mendengar Mita yang terus mengomel hanya karena sebuah cium kening, membuat Haikal merasa kesal. Awalnya, ia berharap bisa membuat Mita tersentuh dengan perlakuan manis darinya, namun ternyata tidak. Itulah, bukan Mita namanya jika tidak adu argumen dengan dirinya.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Haikal menarik pinggang Mita. Dia akan membuat Mita sadar bahwa ia bisa melakukan apapun yang sudah menjadi haknya.
Mita terus mencoba melepaskan diri, namun tubuh Haikal yang lebih besar dan ternyata kuat juga membuat Mita kalah kekuatan. Bahkan, Haikal. Mencekal erat kedua tangannya agat tidak bisa memukul lagi.
" Berhenti memberontak! Aku itu suamimu jadi berhak melakukannya. Bahkan, aku juga boleh melakukan ini___"
tanpa basa basi, Haikal segera mencium bibir ranum yang sejak tadi menantang dirinya. Sepasang bola mata Mita membulat sempurna tatkala merasakan daging kenyal itu menyentuh bibirnya.
Melihat Mita yang hanya diam saja, membuat Haikal ******* bibir seksi itu lembut.
Ternyata begini rasanya ... batin Haikal yang semakin ingin melakukan lebih dari itu. Namun, Mita Mita justru menggigit bibirnya sampai berdarah!
"Au!" pekik Haikal setelah melepaskan ciumannya. Melihat di jarinya ada bercak darah, membuat Haikal sadar bahwa bibirnya telah sobek akibat di gigit oleh istrinya.
" Mita!" kesal Haikal. Sedangkan Mita sudah berdiri dan mengambil sebuah bantal guna memukuli Haikal. Meskipun dalam keadaan marah, Mita masih sadar bahwa ia tak boleh langsung memukul Haikal dengan bogeman mentahnya.
" Dasar! Pria cabul ... Berani-beraninya kamu mengambil ciuman pertamaku!" gerutu Mita sembari terus memukul Haikal.
" Mita ... Stop!" teriak Haikal. Namun, Mita tak menghiraukannya dan terus memukuli Haikal dengan bantal di tangannya sampai ia lelah sendiri.
__ADS_1
" Apakah sudah selesai? " ujar Haikal tatkala melihat Mita sudah berhenti memukulinya.
Haikal bisa melihat aura kemarahan di raut wajah Mita.
Apakah aku sudah keterlaluan? Tapi, siapa dulu yang mancing! Gumam Haikal dalam hati. Haikal juga tidak tahu kenapa ia bisa senekat itu untuk mencium seorang wanita. Mungkin karena sudah halal jadi sulit untuk menahannya.
" Kamu kenapa semarah itu, sih?" tanya Haikal.
Mita melempar bantal di tangannya ke arah Haikal dengan keras.
" Bagaimana tidak marah, kamu itu sudah mencuri ciuman pertamaku tau!" ketus Mita.
Haikal tertawa dan merasa bahagia karena dia adalah yang pertama.
" Bahkan apa?" tanya Mita yang penasaran dengan ucapan Haikal.
Haikal berdiri dari duduknya, lalu berjalan mendekati Mita.
" Kamu yakin, mau tau?" tanya Haikal dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Mita segera memundurkan dirinya untuk menjauh, dan memasang kuda-kuda agar siap jika Haikal menyerangnya lagi.
Haikal mencoba menahan senyumnya tatkala melihat tingkah Mita yang sangat menggemaskan tapi bar-bar.
__ADS_1
" Mit, kenapa kamu selalu memasang kuda-kuda saat aku ingin mendekatimu? Apa kamu ingin mengajakku berkelahi?" tanya Haikal yang terus berjalan mendekati Mita.
" Karena kamu berbahaya!"
Saat melihat Haikal terus mendekat, membuat Mita ingin menendang kakinya agar Haikal terjatuh. Namun, ternyata dia peka terhadap serangan sehingga bisa menghindar.
Mita yang kesal, segera menyerang Haikal. Kini, Mita sudah tidak peduli lagi jika nanti ia akan di katakan melakukan kdrt. Nanti tinggal bilang saja kalau ia hanya mencoba melindungi diri karena sudah tidak mau di tindas lagi oleh Haikal. Dan ... terjadilah perkelahian antar suami istri di dalam kamar itu.
Melihat Haikal yang terus saja bisa menghindar dari serangannya, membuat Mita semakin kesal dan ingin memukul pria itu sampai babak belur.
Tapi, bukan Haikal namanya jika kalah dari seorang gadis kecil. Saat Mita mencoba untuk menendang, Haikal mencekal kaki itu, lalu memutar mengunci tubuh mita dari belakang.
" Sebenarnya aku tidak ingin menyakiti wanita, apalagi istriku sendiri. Tapi, kamu sendiri yang terus-menerus memulai perkelahian. Mita, bisakah berhenti memberontak dan bersikap seperti ini?" pinta Haikal tulus.
" Kenapa kamu tiba-tiba ___"
" Saat ini, Aku sedang berusaha untuk mencintaimu dan berharap kamu pun bisa begitu. Belajarlah mencintaiku yang kini telah menjadi suamimu, mungkin ini memang sudah jalan takdir kita untuk bersama. Jadi, ayo kita sama-sama memulai hidup yang baru ini dengan penuh cinta dan kasih sayang, bukan pertengkaran, " jelas Haikal panjang lebar dengan posisi yang masih mengunci tubuh Mita.
Mita terdiam, ia tak pernah mengira bahwa Haikal bisa berkata semanis ini. Bahkan, ucapannya itu mampu membuat hati Mita berdesir serta jantungnya kembali berdetak semakin cepat.
...****************...
__ADS_1
Ungkapan Haikal sama Mita mah memang beda dari yang lainš¤£
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya...