Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 80


__ADS_3

" Apa tidak ada sahabat atau teman dekat kamu yang datang, Mit?" tanya Elia tatkala melihat ruangan kamar ini sepi, dan di luar juga hanya ada beberapa karyawan showroom.


" Aku memang sengaja tidak bilang, Mbak," jawab mita jujur.


" Sebelumnya mbak minta maaf ya, kalau baru kenal sudah terlalu banyak bicara dan kepo," ucap Elia.


" Eh, gapapa Mbak. Aku mah woles orangnya."


Elia tersenyum mendengar jawaban dari Mita.


" Aku jadi nggak nyangka bahwa Haikal bisa menikah dalam waktu singkat, dan mempunyai calon istri yang sangat cantik, " puji Elia.


" Aku juga tidak pernah mengira bakalan menikah dengan orang itu! " lirih Mita yang masih terdengar oleh Elia.


" Mita, boleh aku berbicara satu hal tentang Haikal? " Elia bertanya lebih dulu karena hubungan mereka tidak terlalu dekat. Bahkan baru kenal beberapa menit yang lalu.


Mita mengangguk.


" Sebelumnya, aku mau mengatakan bahwa kamu cukup beruntung bisa menikah dengan Haikal dan memiliki mertua yang sangat baik seperti bu Asma karena tidak semua orang bisa mendapatkan itu. Mungkin kamu akan berpikir bahwa aku aneh atau sok dekat dengan kamu karena mengatakan hal ini."


Mita masih terdiam mendengarkan perkataan Elia selanjutnya.


" Mungkin, saat ini kamu tidak menyukai pernikahan ini ataupun Haikal. Tapi percayalah, bahwa dia adalah pria baik yang sangat menyayangi, memuliakan serta menghormati Ibunya dan insyaallah akan memperlakukan istrinya seperti itu juga. "

__ADS_1


" Kenapa mbak bisa tahu kalau aku tidak


menyukai Haikal dan pernikahan ini?" tanya Mita penasaran.


" Tentu saja tahu, bahkan aku tahu kalau kamu sama Haikal hanya pura-pura pacaran," ungkap Elia yang membuat Mita membulatkan matanya.


**


Di ruangan tengah, semua tamu sudah berkumpul. Di karenakan Mita akan tinggal di sini, Bu Asma mengundang pak rt, rw, dan juga tetangga dekat agar mereka tahu kalau mereka sudah menikah.


Tak berselang lama, suara kata sah menggema mengisi ruangan itu. Menandakan bahwa Haikal telah selesai mengucapkan kalimat ijab qabul dengan lancar.


Sedangkan di dalam kamar, Elia memberi selamat pada Mita.


Mita tak mengucapkan sepatah katapun, dia hanya langsung memeluk Elia dengan erat. Baru kenal beberapa menit saja sudah membuat Mita merasa nyaman berbicara dengan Elia, seakan mereka sudah saling kenal lama. Sosok Elia memang wanita sabar, lembut, dewasa dan mudah membuat orang di sekitarnya merasa nyaman. Apalagi Mita adalah anak yang kurang sentuhan kasih sayang seorang wanita sehingga ia sangat menyukai perasaan nyaman seperti ini. Berbicara dengan sesama wanita itu jauh lebih nyaman.


" Sudah, kita harus segera keluar," ajak Elia.


" Tapi, mbak ... aku___" Mita masih saja ragu dan takut.


" Tenang, tidak akan ada yang mengigitmu di sana. Jika kamu belum siap menjalani kewajiban sebagai seorang istri katakan baik-baik, mbak yakin Haikal pasti akan mengerti. Apalagi kalian masih dalam proses saling mengenal," jelas Elia.


Mita mengangguk, setelah itu Elia menggandeng tangan Mita keluar dari kamar menuju tempat di mana akad di langsungkan.

__ADS_1


Saat melihat Mita keluar dengan memakai dress panjang lengkap dengan hijab serta make up Natural, membuat dia terlihat berbeda dan cantik sampai bisa membuat Haikal terpesona.


" Sepertinya sebentar lagi akan ada yang bucin sama istri bar-barnya," goda Simon sembari menyenggol lengan Haikal.


" Apaan, sih! Bukankah kamu mengatakan agar aku belajar mencintainya?" ujar Haikal yang di angguki oleh Simon.


Sebelum akad di langsungkan, Simon memang sempat memberi nasehat pada Haikal untuk mulai belajar mencintai istrinya dan melupakan masalah patah hatinya.


Mita berjalan menghampiri Haikal dengan kepala masih tertunduk. Kemudian, Mita mencium tangan suaminya dengan takdzim, sedangkan Haikal menyentuh kepala Mita.


Setelah itu, giliran Haikal yang akan mencium kening istrinya untuk pertama kalinya. Mita sempat menghindar tatkala Haikal ingin mencium keningnya, lalu menutup matanya rapat-rapat. Jantungnya berdetak sangat cepat saat daging tak bertulang itu menyentuh kulitnya, seperti ada sengatan listrik yang menjalar di seluruh tubuh.


Acara akad berlangsung dengan khidmat.


Bun, semoga kamu bisa menyaksikannya dan ayah berharap kamu bisa bahagia di sana karena pesan terakhirmu sudah terpenuhi. Batin Ayah Bejo dengan buliran putih yang hampir saja jatuh menetes. Ia segera mengusap air mata itu agar tak ada yang melihatnya.


Pernikahan antara Haikal dan Mita memang adalah pesan terakhir mendiang Arumi, namun saat itu ada suatu hal yang membuat Ayah Bejo harus meninggalkan kampung halaman.


Rumi ... Keinginan kita dulu sudah terwujud. Andai kamu masih hidup, pasti kita akan saling berpelukan dan tertawa bersama karena sudah menjadi besan. Semoga kamu tenang di sana, mulai hari ini aku akan menjalankan pesan terakhirmu untuk menjadi sosok Ibu bagi Mita. Aku akan menyayanginya seperti putriku sendiri, bukan sebagai menantu. Janji bu Asma dalam hati.


Beberapa hari sebelum Arumi melahirkan, dia memang sempat menelpon Bu Asma. Saat itu, arumi seakan punya firasat bahwa dia tidak bisa menjaga Mita sehingga meminta Asma menjadi sosok Ibu bagi Mita jika ia telah tiada. Awalnya, Asma tak faham jika itu adalah pesan terakhir Arumi sebelum meninggal sampai ia mendengar berita bahwa Arumi telah meninggal dunia.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2