Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 41


__ADS_3

Sepeninggal Jingga dan Angkasa, Safwana terus menatap tajam ke arah Hendra. Di karenakan ingin berbicara serius dengan papanya, Sa menyuruh suaminya untuk membawa Luke bermain di luar.


" Apa maksud Papa bersikap seperti itu pada Jingga?" kini Sa mulai membuka pembicaraan, namun Hendra hanya terdiam tidak menjawab.


" Kenapa Papa diam saja?" tanya Sa dengan nada naik satu tingkat.


" Papa hanya tidak suka dengan wanita seperti dia!" jawab Hendra.


" Memangnya kenapa dengan Jingga? Dia cantik, berpendidikan, karirnya juga bagus. Apalagi yang Papa mau cari? Apa Papa mau mengulang kesalahan yang kedua kalinya? Cukup, Sa saja, Pa. Jangan sampai A___" tenggorokan A terasa tercekat ketika mengingat kembali bagaimana pernikahan pertamanya yang membuat dia sempat menderita.


Safwana memang sudah menikah kedua kalinya, pernikahan pertamanya di atur oleh keluarga seperti perjodohan anak orang kaya pada umumnya. Namun, itu tak lama karena Sa tidak sanggup bertahan pada pernikahan tanpa cinta bersama pria yang suka jajan di luar, dan ringan tangan.


Sedangkan pernikahan kedua, adalah pilihan Sa sendiri. Awalnya Hendra juga sempat menentang pernikahan Sa dengan suami keduanya, sampai membuat dia kabur ke luar Negeri. Setelah mereka bisa berdua sukses dalam karirnya, barulah Hendra mengakui suami Sa sebagai menantu Hanjaya.


" Dia adalah anak selir, Papa tidak yakin dia tulus mencintai Angkasa, siapa tahu dia hanya gila harta seperti Lim!" ketus Hendra.


Saat mendengar bahwa Angkasa sedang mengejar seorang wanita, Hendra sudah lebih dulu mencari tahu silsilah keluarga Jingga, sehingga dia tahu bahwa ibunya Jingga adalah istri kedua. Ayahnya memang cukup kaya, tapi dia pria yang tidak setia sampai memiliki tiga istri.


Dari silsilah keluarga saja Jingga sudah tidak masuk dalam kriteria menantu Hanjaya, bahkan dari awal dia sudah di blacklist dari daftar.

__ADS_1


" Memangnya kenapa jika dia adalah anak selir? Tidak semua anak selir itu jahat seperti Paman Lim yang gila Harta." Safwana masih terus membela Jingga, karena dia tahu betul bagaimana sifat Angkasa. Sejak kejadian tiga tahun lalu, Angkasa menjadi pria yang sangat pemilih dalam mencintai wanita.


Saat melihat tatapan Angkasa yang penuh cinta pada Jingga, sampai memperkenalkan dia sebagai calon istri, itu sudah memperlihatkan bahwa dia berbeda dari wanita-wanita yang mendekati Angkasa.


" Kamu itu belum kenal jelas siapa dia, baru juga bertemu sebentar sudah membelanya seperti ini. Jika kamu hanya ingin memaksa agar Papa setuju, lebih baik kamu pergi. Papa pusing, ingin istirahat!"


" Jika Papa memang pandai dalam menilai orang, tidak mungkin Papa akan di khianati oleh Lim, dan salah dalam memilihkan suami untuk Sa! " tandas Safwana yang sudah sangat geram dengan Papanya.


" Sa!!! " bentak Hendra.


Setelah itu, Safwana segera keluar dari ruangan hendra dengan perasaan kesal. Dia benar-benar bingung dengan Papanya itu, selalu saja berpikir bahwa dia paling benar, tapi pada akhirnya ___ tetap melakukan kesalahan.


Keesokan paginya, saat Jingga dan Elia baru saja keluar dari rumah. Mereka di kejutkan dengan kehadiran beberapa pria berseragam hitam berdiri di depan rumah Elia.


" Ji, mereka siapa?" tanya Elia yang sedikit takut-takut saat melihat wajah datar mereka.


" Aku juga tidak tahu."


" Kenapa ada banyak om menyelamkan!" cetus Arsy yang langsung memeluk erat Elia karena takut.

__ADS_1


Tak lama kemudian, ada salah satu dari mereka berjalan menghampiri Jingga, Elia, dan Arsy.


" Nona Jingga, tolong ikut kami," pinta pria itu.


" Saya?" tunjuk Jingga pada dirinya sendiri.


Pria itu mengangguk.


" Memangnya kalian siapa seenaknya menyuruh saya untuk ikut kalian, huh?" ujar Jingga yang tentu saja tidak mau ikut mereka.


" Tuan kami ingin bertemu dengan anda. Jadi, bekerjasama lah dengan baik agar kami tidak membawa anda secara paksa!" jelas pria itu.


" Apakah dia suruhan Angkasa? " tebak Elia.


" Sepertinya bukan, karena A tidak bilang apapun padaku!"


...****************...


Wah, kira-kira siapa ya... Tuan daei pria berseragam hitam itu?

__ADS_1


Mau lanjut lagi nggak, kalau iya kasih kembang kopinya ya... Buat temen melek😁


__ADS_2