Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 64


__ADS_3

" Ibu!" seru Haikal yang terkejut tatkala melihat ibunya datang ke tempat kerjanya.


" Surprise," ucap Asma ibu Haikal yang berjalan menghampiri putranya.


" Ada orang tua datang itu di sambut dengan wajah bahagia dan cium tangan, bukannya bengong!" gerutu bu Asma yang seketika membuat Haikal mencium tangannya.


Bagaimana tidak bengong jika Ibunya tiba-tiba datang tanpa memberitahu terlebih dahulu.


" Nah, gitu baru benar, " seloroh bu Asma ketika Haikal mencium tangannya.


" Ibu kenapa nggak bilang dulu kalau mau datang? Kan Haikal bisa jemput ke bandara," ujarnya.


" Kalau bilang, namanya bukan surprise dong. Apakah kamu akan membiarkan Ibumu terus berdiri seperti ini? "sindir Bu Asma ketika Haikal tidak menawarkannya untuk duduk.


Haikal menggaruk kepalanya yang tak gatal tatkala jadi bego seperti ini. Karena masih dalam mode terkejut sampai membuat ia bingung harus melakukan apa.


Setelah itu, Haikal segera memandu Ibunya berjalan menuju ruangannya. Sesampainya di ruangan itu, Haikal mempersilahkan ibunya untuk duduk di sofa serta mengambilkan air minum dalam kulkas mini yang ada di ruangan itu.


Meskipun ruangannya tidak besar, tapi fasilitas di ruangan Haikal lumayan lengkap. Karena setiap hari akan ada customer datang ke ruangannya untuk melakukan pembayaran sekaligus mengurus dokumen-dokumen konsumen.


" Oh, ya. Ibu kenapa tiba-tiba datang ke sini? Apakah ada sesuatu?" tanya Haikal yang sudah duduk di samping Ibunya.


Bu Asma menowel kepala putranya itu.


" Dasar anak tidak berperasaan! Apakah pantas berbicara seperti itu pada Ibumu yang sudah jauh-jauh datang demi mengunjungi putranya?" cerca bu Asma yang segera menggeser duduknya menjauh dari Haikal.


Melihat Ibunya yang marah, membuat Haikal segera meminta maaf. Sebenarnya Haikal hanya ingin tahu apa alasan Ibunya datang, soalnya baru beberapa minggu yang lalu dia sudah mengunjungi ibunya. Namun, sepertinya Ibunya berpikiran lain dan sudah salah paham.


Haikal mencoba meraih tangan Ibunya, tapi segera di tepis oleh bu Asma. Dia masih sakit hati dengan ucapan Haikal yang terdengar seperti tidak menyukai kedatangannya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, terlihat Simon datang bersama istri dan juga putrinya.


" Assalamualaikum," salam Simon. Kemudian ia berjalan menghampiri Bu Asma dan menyalaminya. Begitupun dengan Elia dan Arsy.


Ketika Simon menanyakan di mana keberadaan Haikal, karyawannya menjawab bahwa Haikal ada di ruangannya bersama Ibunya. Mendengar bahwa Ibu Haikal datang, Simon segera mengajak Elia dan Arsy untuk menyapanya. Karena, kebetulan mereka belum pernah bertemu.


" Masya Allah, kamu makin ganteng aja setelah menikah. Apa ini Istri dan anakmu?" tanya Bu Asma yang memang belum pernah bertemu Elia. Tapi, dia tahu bahwa Simon menikah dengan seorang janda beranak satu.


" Iya, Buk. Ini Istri dan anakku," Simon memperkenalkan Elia dan Arsy.


Melihat Arsy yang sangat cantik, membuat Bu Asma merasa gemas. " Masya Allah, kamu sangat cantik sekali. Namamu siapa sayang?" tanya Bu Asma dengan tersenyum lembut. Sebenarnya bu Asma ingin sekali mencubit pipi gembul Arsy yang menggemaskan, namun ia urungkan karena nantinya Arsy akan takut dengannya. Soalnya anak kecil itu kebanyakan mudah takut pada orang asing yang baru pertama kali dia temui.


"Acy," jawab Arsy yang masih mengalungkan tangannya di leher Simon.


Di karenakan tempat duduk di ruangan ini sempit, mereka memutuskan untuk berbicara di sofa yang biasanya di gunakan ketika ada pelanggan datang.


...☘️☘️☘️...


"Kal, Kamu lihat tuh Simon sudah menikah dan mau punya bayi kembar. Terus kamu kapan? Ibu juga pengen segera melihat kamu menikah dan memberikan Ibu cucu. Apalagi saat bertemu dengan anak tiri Simon yang begitu menggemaskan, membuat Ibu semakin ingin segera menimang cucu!"


" Kalau sudah waktunya pasti Haikal akan menikah, " ujar Haikal.


" Iya, tapi kapan? Kalau kelamaan, nanti Ibu keburu tua dan mati! "


" Astagfirullah, Bu. Kalau ngomong itu yang baik-baik, jangan berbicara yang enggak-enggak seperti itu. Nanti kalau ada malaikat lewat gimana? " pungkas Haikal.


" Makanya, kamu cepetan menikah. Buruan bawa pacarmu datang menemui Ibu, biar Ibu bantu menilainya," tandas Bu Asma.


Haikal hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak terasa gatal. Jika sudah seperti ini, panjang urusannya. Sebelumnya, Haikal memang sempat berbohong bahwa dia sudah memiliki pacar agar Ibunya itu berhenti menjodohkannya dengan anak-anak dari sahabatnya. Tapi, kebohongan itu seakan menjadi boomerang dalam hidupnya.

__ADS_1


" Mas, bisa sharing tempat duduknya nggak?" tanya seorang gadis.


Kebetulan tempat duduk di cafe itu sudah penuh, hanya tersisa bangku kosong di depan Haikal. Jadi, terpaksa dia memberanikan diri untuk meminta sharing tempat duduk dengan pria asing.


Mendengar ada yang mengajaknya bicara, membuat Haikal mendongakkan kepalanya.


" Kamu!" seru Haikal dan Mita.


Karena tidak mau duduk sebangku dengan pria aneh, Mita memilih untuk pergi saja. Namun, tangannya segera di cekal oleh Haikal.


"Mau kemana? Bukankah mau sharing tempat duduk? Duduklah, bangku itu kosong!" ucap Haikal.


" Tidak perlu!" tukas Mita yang berusaha melepaskan tangan Haikal.


"Hei, bisakah kamu berpura-pura menjadi kekasihku?" Entah kena angin apa, tiba-tiba ucapan itu lolos begitu saja dari mulut Haikal.


"Ha?" beo Mita yang sangat terkejut saat mendengar ucapan pria aneh yang ada di depannya saat ini.


" Gila lu! Emangnya gue cewek apaan, bisa di sewa jadi pacar pura-pura? Gue nggak mau!" tolak Mita yang segera berlalu pergi. Namun, langkahnya terhenti saat tangannya di cekal kembali oleh Haikal.


"Plis, kali ini saja tolong bantu aku!" mohon Haikal.


Ketika melihat wajah Haikal yang terlihat seperti orang tak tau arah, membuat Mika jadi merasa iba.


Kenapa pria ini terlihat begitu berbeda dari sebelumnya? Ada apa dengannya? Batin Mita.


"Jangan memperlihatkan wajah seperti itu, padaku!" tukasnya. Mita memang gadis tomboi, tapi ia memiliki kelemahan paling tidak bisa melihat orang sedih dan memohon padanya.


Setelah itu, Haikal menceritakan kenapa dia bisa meminta Mita untuk pura-pura menjadi pacarnya. Awalnya Mita menolak karena dia tak mau membohongi orang tua, takut kualat. Tapi, Haikal terus memohon padanya dan mengatakan pada Mita jika ini adalah kebohongan putih jadi tidak masalah.

__ADS_1


Bisa aja, Haikal ngibulin anak orang!


...****************...


__ADS_2