Mengejar Cinta Dokter Galak

Mengejar Cinta Dokter Galak
MCDG ~ Bab 82


__ADS_3

" Bu, bisakah Mita pamit untuk istirahat duluan?" tanya Mita takut-takut.


" Tentu saja boleh sayang," jawab bu Asma dengan tersenyum.


Setelah mendapatkan izin, Mita segera bangun dari duduknya, lalu berjalan menuju kamar tamu yang ia tempat tadi sendiri.


" Kal, kamu kok masih diam saja?" tanya Bu Asma tatakala melihat Haikal masih duduk di tempatnya tanpa ada pergerakan untuk menyusul sang istri.


" Memangnya kenapa, Bu?" tanya Haikal kembali.


Bua Asma hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah putranya ini. Padahal, biasanya pengantin baru itu tak ingin pisah sedetik pun. Tapi, berbeda dengan pengantin baru ini yang bersikap acuh pada pasangannya.


" Mita, kamar Haikal bukan di situ," ujar Bu Asma tatkala melihat Mita memasuki kamar tamu. Kemudian, bu Asma membangunkan Haikal secara paksa dan menyuruhnya membawa Mita ke kamarnya.


Mau tidak mau, Haikal mengikuti perintah Ibunya. Ia akan membantu membawa tas pakaian Mita ke kamarnya.


" Loh, apakah kita akan sekamar?" tanya Mita pada Haikal.


" Menurutmu?" tukas Haikal.


" Bisakah ... aku tidur di sini dulu?" tanya Mita dengan suara sedikit gugup. Bagaimana tak gugup jika ia harus sekamar dengan pria yang bisa di bilang asing bagi Mita karena mereka berdua belum terlalu kenal.

__ADS_1


Haikal berjalan mendekati Mita, lalu menundukkan kepalanya sedikit agar wajahnya sejajar dengan Mita.


" Aku tidak masalah, tapi Ibu ... sepertinya tidak akan mengizinkan itu terjadi."


Setelah itu, Haikal segera keluar dari kamar itu dengan menenteng tas pakaian Mita menuju kamarnya yang berada di lantai atas.


Mita hanya bisa menghembuskan nafas pasrah, sepertinya dia tak bisa menghindar untuk tidak sekamar dengan Haikal.


Sesampainya di kamar Haikal, Mita cukup terkejut dengan kamar yang sudah di hias begitu romantis seakan sudah di persiapkan sebelumnya.


" Em ... Haikal ...," panggil Mita yang masih berdiri di ambang pintu. Dia merasa takut untuk memasuki kamar dengan nuansa romantis seperti kamar pengantin baru.


" Panggil Mas, jangan nama lagi seperti itu. Terdengar seperti aneh, apalagi aku jauh lebih tua dan sekarang sudah menjadi suamimu," jelas Haikal.


" Masuklah, jangan hanya berdiri di situ!" lanjut Haikal.


Mita masih terdiam, membuat Haikal mengerutkan keningnya.


Kenapa dengan gadis ini? Apa dia takut? Batin Haikal.


" Apa mau aku gendong? " ancam Haikal yang membuat Mita segera berlari memasuki kamar itu.

__ADS_1


Melihat tingkah Mita yang menggemaskan, membuat Haikal ingin tertawa.


Setelah Mita berada di dekatnya, Haikal memberitahukan padanya lemari pakaian yang bisa Mita pakai untuk menyimpan pakaiannya serta meja rias.


Ternyata, pria ini perawatan? Pantas saja mukanya mulus dan kinclong seperti itu! Aku yang wanita saja kalah! Gumam Mita tatkala melihat ada beberapa skincare pria dia atas meja rias Haikal.


" Kalau mau mandi, itu kamar mandinya," ujar Haikal sembari menunjuk pintu yang tertutup di dalam ruangan itu.


Mita hanya mengangguk saja.


Haikal duduk bersandar dia meja rias dengan melipat kedua tangannya di depan dada. " Kamu kenapa? Tumben jadi pendiam? Takut? "tebak Haikal.


" En-nggak, kok! " elak Mita.


" Oh, baguslah! Nggak usah takut, lagian aku tidak akan memakanmu kok! "tukas Haikal dengan tersenyum.


Kenapa dia terlihat sangat tampan jika tersenyum? Astaga Mita ... Sadar. ... Mita segera menapis pikirannya yang mulai melunjak.


" Yasudah, kamu tata dulu saja pakaianmu. Aku mau turun kebawah sebentar, " ucap Haikal yang segera berlalu pergi.


Haikal melakukan itu memang sengaja agar Mita lebih bebas bergerak. Dia tahu kalau Mita masih sangat canggung dengan hubungan mereka saat ini, begitupun Haikal. Namun, Haikal sudah memutuskan akan belajar mencintai Mita karena dia sekarang sudah sah menjadi istrinya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2