
SAH!!!!
Satu kata yang menggema mengisi ruangan itu. Akhirnya, setelah pengucapan yang ketiga kalinya Angkasa dan Jingga telah sah menjadi sepasang suami istri secara Agama.
Mendengar kata sah, membuat Angkasa bersorak gembira seperti anak kecil tanpa rasa malu. Kak Sa yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala. Akhirnya, dia bisa melakukan satu hal untuk adik semata wayangnya itu.
Akhirnya, Sa bisa mengalahkan keegoisan Papa, dan memenuhi amanah Mama untuk membuat A bahagia. Semoga Mama dan B bisa melihat bagaimana bahagianya A sekarang. Gumam Safwana dalam hati.
Di ruangan lain, terlihat tiga wanita cantik tengah berpelukan dengan berlinang air mata. Mereka benar-benar tidak pernah menyangka hari ini datang begitu cepat. Di mana mereka bisa melihat sahabatnya yang tidak percaya akan cinta dan pernikahan, kini bisa menikah dan mencintai seorang pria.
" Kalian berdua kenapa menangis? Aku kan jadi ikut sedih!" Jingga mencoba menenangkan kedua sahabatnya itu.
" Ini namanya bukan sedih, tapi haru bahagia," cetus Runi di sela isak tangisnya.
" Iya, bener ...," timpal Elia yang juga belum berhenti meneteskan air mata.
Terlalu terbuai dengan rasa haru, sampai membuat mereka lupa jika harus membawa Jingga keluar.
" Hei, Cyinnn ... Buruan keluar, jangan nangis terus di sini ... nanti makeup yei luntur," ucap seorang pria gemulai perias Jingga.
" Kalau nggak mau luntur, seharusnya tadi pakai make up yang anti huru hara!" ketus Runi sembari mengusap air matanya.
" Ya amidong, sinis amat!"
__ADS_1
" Udah, kita keluar saja l. Pasti udah pada nungguin, " lerai Elia.
Kemudian, mereka bertiga keluar dari ruangan itu.
" El, kok aku jadi grogi, ya ... Andai saja ada Arsy, " gumam Jingga yang tiba-tiba merasa grogi saat ingin bertemu dengan Angkasa yang kini sudah sah menjadi suaminya. Jika ada Arsy pasti dia bisa mengurangi rasa grogi Jingga dengan tingkahnya yang selalu menggemaskan.
" Ya, siapa yang mengira bahwa ucapan pria-pria misterius itu benar! Andai tahu, aku pasti sudah ngajak Arsy datang, " pungkas Elia.
Awalnya, Elia memang tidak menyangka bahwa Jingga beneran akan menikah dadakan seperti ini. Karena yang Elia tahu Angkasa ikut panik saat dia mengatakan bahwa Jingga di bawa oleh orang-orang menyeramkan dengan senjata. Jadi, dia mengira bahwa Jingga beneran di culik oleh orang jahat. Eh, tau-taunya yang nyulik ayah dan kakak Angkasa sendiri. Kena prank lah dia yang paniknya sudah di ubun-ubun.
" Aku sendiri juga tidak pernah menyangka bakalan nikah dadakan seperti ini!" timpal Jingga.
Saat melihat Jingga datang dengan di apit oleh kedua sahabatnya, membuat sepasang mata Angkasa menatap kagum dengan kecantikan istrinya.
" Benarkah? tapi aku kesulitan berjalan menggunakan kebaya seperti ini!" gerutu Jingga.
Jingga yang selalu berpakaian tomboi, tiba-tiba di dandani dengan memakai kebaya pernikahan tradisional tentu saja akan kewalahan. Secara tidak langsung, dia di paksa untuk menjadi wanita yang anggun dan feminim.
Elia dan Runi, mencoba menahan tawanya agar suasananya tidak menjadi canggung. Andai mereka belum berada di ruangan tempat akad, mungkin sudah kembali tertawa terbahak-bahak seperti saat perias menyuruh Jingga memakai pakaian ini.
Sebelumnya, Jingga sempat menolak dan meminta ganti dengan pakaian lain. Tapi sayangnya, perias hanya membawa satu set baju pengantin tradisional karena ini sudah request dari Kak Sa. Safwana memang sengaja melakukan hal itu agar Jingga terlihat berbeda dari biasanya.
Meskipun pernikahan ini terjadi secara dadakan, dan sederhana, tapi rasa haru, bahagia, dan sakralnya masih terasa.
__ADS_1
Saat kedua mempelai sudah di temukan, Jingga segera mencium tangan Angkasa sebagai tanda bakti dari seorang istri kepada suami. Lalu di lanjutkan dengan Angkasa yang mencium kening Jingga sebagai tanda kasih sayang.
Acara pernikahan dadakan terus berlanjut seperti rangkaian acara pernikahan pada umumnya. Meminta restu pada orang tua, dan keluarga.
" Selamat ya Dek, akhirnya kamu menikah juga. Jaga istrimu dengan baik, ingat sekarang kamu sudah menjadi seorang suami jadi jangan suka berpesta lagi," pesan Kak Sa pada Angkasa.
" Tentu saja, aku sudah berhenti sejak mengenalnya,"jawab Angkasa yang membuat kak Sa tersenyum.
Kini, giliran kak Sa yang memeluk Jingga.
" Selamat datang di keluarga Hanjaya ya, Ji. Jangan hiraukan tentang Papa, karena kakak selalu ada di pihakmu dan Angkasa. Terima kasih karena kamu sudah mencintai Angkasa dengan tulus, dan membuatnya bahagia, " ucap Safwana tulus.
" Terimakasih karena kakak juga sudah mau menerima Jingga apa adanya. "
Safwana seketika melerai pelukannya.
" Hei, apa maksudmu berkata seperti itu? Mana mungkin kakak menolak mempunyai adik ipar secantik ini? Bahkan, kamu bukan hanya cantik luarnya, tapi dalamnya juga. Jangan pernah menganggap bahwa dirimu rendah hanya karena ucapan kasar dari papa. Ingat, kamu itu adalah berlian yang sangat berharga," ucap Sa dengan tulus.
Jingga tersenyum saat melihat ungkapan tulus dari Sa. Meskipun belum saling mengenal, terlihat jelas bahwa Safwana adalah sosok yang sangat penyayang dan lebih welcome. Sifatnya terlihat sama dengan Angkasa, lembut dan penyayang.
...****************...
Maaf baru update karena kondisi author belum pulih. Sudah lunas ya... Mereka udah sah jadi suami istri. Soal Haikal nanti dulu... Dia sedang otw
__ADS_1