
Ryu terus memperhatikan kekasihnya yang sedang khusyuk beribadah, dia sebenarnya sudah bangun sejak tadi, saat mendengar suara alarm dari ponsel Aisyah, tapi dia pura-pura tidur, ingin melihat hal apa yang dilakukan gadis itu. Melihat Aisyah tekun dalam menjalankan agamanya membuat Ryu makin mencintai gadis itu, meski penghalang mereka begitu kokoh.
Ryu kembali memejamkan mata saat menyadari Aisyah telah selesai dengan kegiatannya. Dia ingin melihat apa yang akan di lakukan Aisyah selanjutnya.
Setelah menyimpan mukena nya, Aisyah menghampiri Ryu yang masih terlelap, dia memandang wajah tampan milik kekasihnya itu yang kini dipenuhi dengan lebam. Tanpa sadar dia ingin kembali mencium pipi Ryu, tapi urung saat menyadari apa yang akan dia lakukan bisa saja membangunkan Ryu.
"Ah maafkan aku sayang. Aku sudah mencuri sebuah kecupan di pipimu." Aisyah terkekeh saat menyadari kesalahannya.
"Kenapa enggak jadi? Aku kan pengen kamu ngecup pipiku seperti semalam," ucap Ryu dalam hati, dia sengaja belum ingin membuka mata berharap Aisyah melakukannya lagi, tapi harapannya tak tercapai pagi ini.
"Tidurlah yang nyenyak, karena setelah kamu bangun aku akan mewawancarai mu," ucap Aisyah sebelum meninggalkan Ryu.
Dia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan buat mereka berdua, dia juga harus membersihkan apartemennya juga. Kegiatan setiap libur kuliah.
Setelah kepergian Aisyah Ryu hanya mendesah kecewa, karena apa yang dia harapkan tak menjadi kenyataan. Dian justru teringat akan ucapan Aisyah yang akan mewawancarai dirinya.
"Apa aku harus mengatakan yang sesungguhnya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Sepertinya memang aku harus jujur dengan dia," putus Ryu akhirnya. Dia masih enggan turun karena hawa yang sedikit agak dingin, akhirnya dia mencari ponsel untuk menghubungi seseorang.
💜❤️🔥💜❤️🔥💜
Ryu berjalan mengendap, dia sengaja ingin mengejutkan Aisyah yang sedang sibuk dengan spatula dan wajan, sambil bersenandung ria, tapi dia tak mengerti apa yang dinyanyikan kekasihnya itu.
Ryu berdiri tepat di belakang Aisyah, dia langsung memeluk leher gadis yang tingginya hanya sebatas bahunya tersebut, lalu meletakkan dagunya di atas kepala Aisyah.
"Ryu! Kau mengejutkan ku!" teriak Aisyah, dia bahkan hampir saja memukulkan spatula ke wajah kekasihnya.
__ADS_1
"Sengaja," ucao Ryu enteng.
Aisyah hanya berdecak, dia tak protes dengan perlakuan Ryu padanya. "Cuci muka dulu sana!" titah Aisyah, tapi Ryu hanya menggelengkan kepala.
"Tapi kalau kamu kaya gitu terus, acara masak ku akan bertambah lama. Kamu tunggu aja di meja makan, yah." Aisyah meletakkan spatulanya lalu melepas tangan Ryu yang masih berada di pundaknya, ternyata sangat sulit masak dalam keadaan seperti itu.
Ryu tak mau melepaskan belitannya, "Sebentar saja, lima menit lagi. Setelah itu aku akan ke kamar mandi. Kamu lanjut masak aja. Aku masih kangen." Ucapnya lalu meraih spatula melewati bada Aisyah dan memberikan spatula itu pada sang kekasih.
Aisyah menerimanya dengan malas, akhirnya dia membiarkan Ryu tetap seperti apa yang dia mau.
"Kamu tenang di situ, aku yang akan ambil." Ryu meraih sosis serta daging ayam yang telah dipotong oleh Aisyah sebelumnya dan memberikan pada gadis itu, tanpa melepaskan salah satu tangannya dari tubuh Aisyah.
"Ribet banget sih!" protes Aisyah menggunakan bahasanya.
"Kenapa sweetheart? Jangan bicara menggunakan bahasa mu dong, aku enggak ngerti." Protes Ryu.
"Tidak ada. Mana nasinya, katanya kamu yang mau ambilin." Aisyah menunjuk nasi yang sudah dia siapkan di dalam wadah yang terletak sedikit jauh hingga Ryu harus melangkah.
"Begitu ya, nanti aku akan mencobanya untuk teman-teman ku." Ryu memperhatikan cara masak Aisyah hingga sedetail mungkin.
"Ini udah hampir matang, kamu cuci muka dulu sana!" titah Aisyah untuk kedua kalinya.
"Baiklah cantik." Kali ini Ryu menurut, tapi dia belum melepaskan belitannya, dia hanya memindahkan kepalanya di bahu gadis itu, bahkan dia rela membungkuk demi melakukan hal itu.
Dan hal yang tak terduga oleh Aisyah, Ryu mengecup pipinya sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Kita impas sweetheart, semalam kamu mencuri ciuman dipipiku, sekarang aku membalasnya." Ryu melarikan diri dari hadapan sang kekasih sambil tertawa puas karena berhasil mencuri sebuah kecupan di pipi kekasihnya itu.
__ADS_1
Aisyah merasa wajahnya memanas karena perlakuan Ryu, ini kali pertama dia mendapatkan ciuman di pipi seperti ini dari orang lain selain Mamanya.
Aisyah sebenarnya ingin meneriaki Ryu saat pemuda itu mencuri ciuman dipipinya, tapi urung saat mendengar ucapan Ryu, "Jadi, semalam dia tahu kalau aku menciumnya? Ahh, malu sekali!" Aisyah menutup wajahnya menggunakan dua tangan hingga mengabaikan nasi goreng miliknya.
"Ahh nasi goreng ku!" Aisyah kembali berteriam saat menyadari nasi gorengnya hampir gosong karena dia abaikan. Dia pun segera mematikan kompor.
"Untung masih bisa di makan. Gara-gara Ryu sih!" sungut nya saat memeriksa nasi gorengnya yang hampir gosong itu.
"Kenapa gara-gara aku? Aku bahkan tidak menyentuhnya, aku hanya menyentuh mu. Apa jangan-jangan kamu mau aku cium lagi?" Ryu menggoda Aisyah.
"Mau aku pukul?" Aisyah mengarahkan spatula yang dia bawa ke arah wajah Ryu, tapi pemuda itu justru tertawa melihat reaksi kekasihnya itu.
"Besok kamu boleh mencium ku lagi kok, tau mau sekarang. Tapi aku akan meminta hal yang sama, bagaimana?" Ternyata Ryu masih saja menggoda Aisyah, tapi gadis itu hanya mendengus.
"Kamu makin cantik kalau cemberut gitu, aku jadi pengen nyium lagi." Ryu mendekati Aisyah.
"Sudah ya, aku marah kalau kamu menggoda ku terus. Sekarang kita sarapan." Aisyah tak mau membahas tentang ciumannya itu, sebab dia merasa malu karena kepergok oleh Ryu.
Pagi itu mereka sarapan bersama, Ryu kembali memuji masakan Aisyah, dia ingin kembali di masakkan seperti itu lain kali. Mereka sudah tak lagi membahas ciuman yang membuat wajah Aisyah merah karena malu.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu?" Aisyah menyakan kejadian semalam yang membuat wajah kekasihnya itu membiru.
"Kamu duduk sini dulu, seperti diinterogasi ibuku kalau kamu duduk di sana." Ryu menepuk sofa di sebelahnya, karena Aisyah duduk di single sofa tepat di hadapannya.
Aisyah menghela nafas, lalu dia beranjak dan duduk di samping kanan Ryu. "Cepat ceritakan apa yang terjadi, sampai wajah kesayanganku ini jadi jelek gini." Aisyah menyentuh salah satu pipi Ryu yang masih terlihat membiru.
Ryu meraih pundak Aisyah, lalu menyandarkan dibawah ketiaknya. "Seperti yang aku katakan minggu lalu, aku menemui Ayah," jawabnya.
__ADS_1
Aisyah mendongak menatap kekasihnya itu, "Kenapa ayahmu begitu tega?" tanyanya.
💜❤️🔥💜❤️🔥💜