Mengejar Cinta Sang Idol

Mengejar Cinta Sang Idol
Diculik?


__ADS_3

Makan malam dengan Ryu memang tak lama, hanya satu jam mereka menghabiskan waktu berdua setelah satu minggu tak bertemu, bagi Aisyah itu sudah cukup, sebab kesibukan Ryu yang tak memungkinkan mereka untuk bertemu lebih lama. Malam itu mereka membicarakan banyak hal hingga tak terasa makan malam itu harus segera berakhir.


"Sweetheart, maafkan aku tak bisa mengantarmu pulang. Aku harus segera kembali ke HS, mereka semua pasti sudah menunggu ku," Ryu berpamitan, sebab dia sudah mendapatkan beberapa kali panggilan dari temannya.


"Ah tidak masalah, aku mengerti kondisi mu. Kembali lah, hati-hati di jalan." Aisyah memeluk kekasihnya itu sebelum Ryu pergi.


"Kamu juga hati-hati ya, telpon aku kalau ada apa-apa ya." Ryu membalas pelukan Aisyah, tak berapa lama dia melepaskan pelukan itu dan masuk ke dalam mobil meninggalkan Aisyah yang masih berdiri melambaikan tangan.


Setelah Ryu pergi, Aisyah pun segera mencari bus untuk pulang. Sebenarnya dia masih ingin berada di luar, tapi mau kemana? Dia bahkan tak memiliki seorang teman yang bisa diajak pergi saat malam minggu seperti ini. Semua temannya memilih berkencan dengan kekasih mereka masing-masing.


"Besok aku mau ke pasar, beli bahan makanan sama beberapa baju, mumpung Ryu enggak bisa datang. Kalau ada dia enggak mungkin ke pasar," gumam Aisyah saat dia memasuki apartemennya.


Waktu sudah hampir tengah malam, tapi Aisyah masih bermain ponsel di kamarnya. Dia belum bisa memejamkan mata setelah menonton drama yang membuatnya menangis. Untuk menghilangkan air mata dia pun memutuskan untuk ke kamar mandi, tapi baru saja dia menuruni anak tangga, terdengar bel berbunyi.


"Ryu? Tapi kenapa dia tak langsung masuk saja? Tapi apa mungkin dia, tadi bilangnya enggak bisa ke sini, kan?" Aisyah bertanya-tanya. Dia memilih untuk melihat siapa yang datang terlebih dahulu sebelum membukanya, senyumnya mengembang saat melihat Ryu yang ada di depan sana. Penampilan dengan wajah tertutup, bahkan kali ini menggunakan kacamata hitam, hingga tak bisa dikenali oleh siapa pun.


Dia pun membuka pintu, "Kamu bilang enggak bisa datang? Mau ngasih kejutan ya?" tanyanya saat membuka pintu. Dia pun langsung memeluk Ryu seperti biasa saat pemuda itu datang.


"Kenapa parfum mu berbeda? Tadi masih seperti biasa?" tanya Aisyah.


Tapi Ryu tetap bungkam, hingga dia menutup pintu apartemen dan menyisakan celah sedikit hingga pintu itu tak tertutup sempurna. "Kau terlalu bodoh atau bagaimana nona? Hingga tak mengenali kekasihmu sendiri?" tanya orang itu.


Mendengar ucapan orang yang dia peluk dan suaranya bukan suara sang kekasih, Aisyah pun melepaskan pelukannya. "Siapa kau? Kenapa menyamar seperti Ryu? Apa yang kau inginkan?" tanyanya.

__ADS_1


Aisyah tentu sangat takut melihat orang asing masuk ke dalam rumahnya dengan menyamar sebagai Ryu. Tak pernah menyangka sama sekali jika ada seseorang yang berniat jahat padanya. Bahkan hingga rela menyamar menjadi orang lain.


"Aku menginginkan dirimu." Lelaki itu membuka masker dan kacamatanya. Terlihat masih seumuran dengan Ryu, tapi wajahnya tentu berbeda jauh.


"Siapa kau? Keluar dari rumah ku!" teriak Aisyah, dia ingin pergi dari hadapan orang tak dikenal tersebut, tapi tak berhasil. Sebab orang itu sudah lebih dahulu menarik tangannya.


Orang tersebut membungkam mulut Aisyah menggunakan sapu tangan, "Kau akan selamat jika kekasih bodoh mu itu benar-benar mencintai mu, tapi jika tidak kau akan menjadi milikku selamanya," ucapnya.


Aisyah sudah tak bisa bergerak, tapi dia masih bisa mendengar ucapan orang itu. Hingga akhirnya semuanya terasa gelap dan dia ta sadarkan diri. Ternyata sapu tangan itu sudah diolesi dengan obat bius hingga membuat Aisyah tak sadarkan diri.


"Dia sudah aman, kalian segera siapkan mobil. Akan ku bawa dia sebentar lagi." Ucap orang itu lewat sambungan telepon yang ternyata sejak tadi selalu tersambung.


Orang itu pun membawa Aisyah dengan cara digendong. Dia mengatakan pada keamanan jika gadis itu adalah saudaranya dan dia sedang sakit. Alasan yang sangat masuk akal untuk orang awam yang tak mengatahui apapun.


"Tuan, saya kecolongan. Nona dibawa kabur anak buah Kim Min Jae. Saya sedang mengejar mereka, tapi gagal karena sepertinya mereka mengetahui pergerakan saya, Tuan. Maafkan saya," ucap seseorang dengan pakaian serba hitam. Dia sedang menyetir sambil menelpon bos besarnya.


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜


Ryu baru saja terbangun pukul delapan pagi, seperti biasa dia akan selalu mengecek ponselnya saat pertama kali terbangun, tentu saja ingin membaca pesan selamat pagi dari kekasih cantiknya itu. Dia sedikit heran ketika tak mendapati pesan dari kekasihnya tersebut, tapi justru sebuah pesan dari Ayahnya terpampang jelas di sana.


"Untuk apa lelaki tua itu mengirim foto?" tanyanya pada diri sendiri. Dia belum melihat isi foto tersebut, tapi saat foto itu terbuka dia terkejut bukan main.


Di dalam foto terlihat seorang gadis berhijab, mengenakan piyama hitam pemberiannya. Dia duduk di atas tempat tidur dengan tangan dan kaki terikat serta mulut tertutup lakban.

__ADS_1


"Baangsaattt! Sialan!" umaptnya sambil berteriak.


Semua penghuni yang sebagian sudah terbangun pun terkejut mendengar umpatan Ryu dari dalam kamarnya. Mereka berempat bergegas menghampiri Ryu.


Melihat foto Aisyah disana, Ryu langsung menghubungi Ayahnya. "Apa yang kau inginkan? Apa maksud semua ini, hah! Dia tidak terlibat dalam masalah aku dan kau, tapi kenapa kau melibatkannya!" teriak Ryu dengan Ayahnya di seberang sana.


Terdengar kekehan dari seberang sana, "Kau melibatkan orang lain dalam masalah kita, jadi sudah sepantasnya aku pun melibatkan kekasihmu itu, impas kan? Datanglah dan penuhi semua keinginan ku, kalau mau kekasihmu itu selamat." Lelaki tua itu langsung mematikan panggilannya, dia begitu puas melihat putranya itu murka.


"Apa yang terjadi?" tanya Ye Jun setelah Ryu melempar ponselnya ke sembarang arah.


"Aisyah di culik, anak buah Ayah ku yang melakukannya." Ryu menjambak rambutnya frustasi, dia harus dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit, antara kebahgiaan ibunya dan juga kekasihnya.


"Apa? Tega sekali Ayahmu! Kita laporkan saja ke polisi," usul Lee.


Ryu menggeleng, "Aisyah akan makin berbahaya kalau kita lapor polisi," ucapnya frustasi.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Shin.


Ryu terdiam dia tak tahu harus melakukan apa, dia tak bisa memilih salah satu dari pilihan itu. Usahanya akan sangat sia-sia jika dia memilih salah satunya. Kedua perempuan itu adalah orang yang paling dia cintai dalam hidupnya selama ini.


Tiba-tiba ponselnya berdering, dia pun langsung menerima panggilan tersebut. "Ryu, kau tak udah melakukan apapun, serahkan semua ini pada ku," ucap orang diseberang sana.


"Tuan Park, anda mengetahuinya?" tanya Ryu penasaran, sebab dia belum memberitahu masalah ini pada siapapun.

__ADS_1


"Apa yang tidak aku ketahui tentang dirimu. Tenanglah, akan aku hubungi lagi nanti," ucap tuan Park, setelah itu dia memutuskan panggilannya.


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜


__ADS_2