Mengejar Cinta Sang Idol

Mengejar Cinta Sang Idol
Kembali Pulang


__ADS_3

Bulan telah berganti tahun, ketenaran The Boys makin menjulang tinggi, bahkan mereka bisa menggeser boyband dan girlband yang lebih dahulu famous. Ibarat kata, saat ini mereka sedang berada di puncak kejayaannya. Mereka saat ini sedang mengadakan tour ke berbagai negara. Terhitung sudah ada lebih dari lima negara yang mereka datangi, dan sambutan dari semua negara itu cukup baik dan tentunya memuaskan.


Hubungan Ryu dan Aisyah masih sama seperti beberapa bulan lalu. Hanya saja Aisyah jarang menginap lagi di apartemen Ryu, sebab apartemen mereka berdekatan dan hanya terhalang oleh satu unit saja. Mereka juga tak pernah lagi tidur dalam satu unit, tetapi masih sering kali menghabiskan waktu berdua hingga larut malam. Seperti malam ini, sepasang kekasih itu sedang duduk santai di apartemen Aisyah sambil memakan cemilan yang Aisyah beli dari supermarket.


"Bagaimana kabar Ibu kamu?" tanya Aisyah karena beberapa hari yang lalu Ryu baru saja konser di negara ibunya dan mengunjungi wanita itu. Pemuda itu baru kembali sore tadi.


"Masih seperti biasa, dia belum mengenali ku. Entahlah aku merasa gagal menjadi seorang anak, karena tak bisa membuat ibuku kembali seperti sedia kala," jawab Ryu, membayangkan bagaimana kondisi ibunya saat dia temui kemarin.


"Aku yakin ibumu akan sembuh. Mungkin kamu harus sering menjenguknya, sertakan aku jika kamu menjenguk ibumu. Aku ingin mengenal wanita hebat yang sudah melahirkan putra sehebat kamu." Aisyah menyandarkan kepalanya di bahu kekasih hatinya itu.


"Lain kali aku pasti akan mengajakmu ke sana, tapi kalau kita sudah menikah. Aku tak mau membawa pergi anak gadis orang tanpa status pasti, bisa digorok leherku nanti dengan Papamu." Ryu bergidik ngeri membayangkan, jika apa yang dia ucapakan menjadi kenyataan.


"Aku tak akan membiarkan itu terjadi, karena lelaki itu sudah melupakan ku," sahut Aisyah.


Setelah kejadian berbulan-bulan lalu, Papanya tak lagi mendatanginya di negara ini, bahkan mengirim kabar atau pesan pun tak pernah sama sekali. Membuat Aisyah semakin yakin, jika percakapan Papanya dan Tuan Park yang dia dengar berhubungan dengan dirinya yang di jual, entah penjualan dalam konteks seperti apa. Karena selama ini Tuan Park sama sekali tak menunjukkan sikap minat padanya, kecuali kasih sayang seorang ayah pada putrinya.


Ya, dia akui Tuan Park lebih menganggapnya seorang anak dibandingkan Papanya sendiri. Sungguh menyesakan di dada, apalagi saat mengingat semua yang Papanya lakukan hanya menjadi derita untuknya.


"Jangan seperti itu sayang, kalau kita menikah, Papamu adalah orang pertama yang akan aku cari." Ryu mengusap puncak kepala kekasihnya itu, dia tak suka dengan ucapan Aisyah.

__ADS_1


Aisyah sama sekali tak merespon ucapan Ryu, dia menyadari jika ucapan kekasihnya itu sangatlah benar. Tidak mungkin mereka menikah tanpa Papanya, karena Papanya masih hidup dan dia tahu dimana keberadaan lelaki itu.


"Dua bulan lagi, aku akan menemui orang tua mu, setelah konser kami di negara mu. Ada waktu sekitar dua minggu sebelum mempersiapkannya konser selanjutnya," ucap Ryu membuat Aisyah bergerak dari tempat ternyamannya, gadis itu menatap wajah Ryu yang juga menatapnya dengan sebuah senyuman.


"Kamu mau konser di negara ku? Aku ikut ya? Aku sekalian mau pulang. Dan apa itu maksudnya? Kamu mau melamar ku? Ryu, aku masih kuliah tak mungkinkan secepat itu kita menikah?" Aisyah terkejut mendengar ucapan Ryu, pemuda itu tak pernah membahas tentang konser ke negaranya.


"Aku rasa lebih cepat akan lebih baik. Setelah kita menikah, aku akan bebas membawamu kemanapun aku pergi." Ryu mencubit gemas pipi Aisyah yang terlihat makin berisi itu.


"Tapi, kuliahku?" Aisyah khawatir jika kuliahnya tak akan terselesaikan jika dia sudah menikah, apalagi diperkirakan tahun depan dia akan wisuda.


"Kamu tetap masih bisa kuliah seperti biasa, aku tak akan melarang mu." Ryu memang sudah berencana untuk segera menikah dengan Aisyah, dia tak ingin hubungan mereka terlalu lama dan justru akan berakhir dengan perpisahan seperti yang terjadi pada Lee dan kekasihnya. Meraka sudah berpacaran sejak masih sekolah, tetapi hubungan keduanya harus berpisah setelah lima tahun lebih mereka berpacaran, karena Eun Ji memilih menikah dengan orang lain. Sungguh menyakitkan jika itu juga terjadi padanya dan Aisyah.


Media sama sekali tak mengetahui akan kepercayaan barunya tersebut. Dia sengaja menyembunyikan informasi itu untuk kedamaiannya sendiri. Dia tak mau jika banyak orang yang berspekulasi aneh-aneh karen hal itu.


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜


Dua bulan berlalu, hari ini dimana Aisyah akan pulang ke negaranya setelah sekian tahun tak menginjakkan kaki di bumi kelahirannya itu. Dia pulang lebih awal dibandingkan dengan Ryu dan rekannya yang akan datang dua hari ke depan. Aisyah sengaja tak menebritahu kepulangannya pada sang Mama, dia ingin memberi kejutan pada wanita tersayanganya tersebut.


Dua orang gadis berlari menghanpirinya saat dia keluar dari pintu kedatangan di bandara. Mereka berdua langsung berebut memeluk tubuh ramping Aisyah, hingga Aisyah mencampakkan koper besar di tangannya.

__ADS_1


"Kangen! Kita berdua kangen banget sama Lo, Ais." Nita berhasil memeluk tubuh Aisyah lebih dulu, dia bahkan tak segan mencium kedua pipi sahabatnya itu.


"Gue juga kangen sama kalian. Makasih ya sudah bersedia jemput gue di bandara." Aisyah melepaskan pelukan Nita dan bergantian memeluk Santi.


Mereka bertiga beriringan menuju sebuah taksi yang sengaja Nita pesan untuk menjemput Aisyah. Katiganya melepas rindu dengan saling bertukar cerita satu sama lain.


"Serius lo bulan depan mau nikah? Kenapa enggak kabar-kabar sih? Gue kan enggak bisa datang kalau gitu. Ini gue sengaja ambil cuti sebulan di rumah, dan bulan depan enggak mungkin dong gue cuti lagi." Aisyah menatap Santi penuh penyesalan.


"Enggak masalah, gue juga yang salah, kok." Santi tak ingin sahabatnya merasa bersalah karena tidak bisa hadir di acara pernikahannya kelak.


"Nita belum mau nikah, kan? Kalau mau nikah kabarin gue jauh-jauh hari ya." Aisyah tak ingin kejadian pada Santi terulang lagi, dia ingin berkumpul bersama sahabatnya saat mereka melepas lajang.


"Santai, gue masih belum terlihat hilalnya. Masih aman sulaiman, karena Pak Sulaiman belum ngijinin anak perawannya merried," jawab Nita, dia memang masih memiliki cita-cita panjang, dan belum terfikirkan untuk melepas lajang secepatnya.


"Jangan-jangan Lo yang udah mau nikah sama Ryu!" tuduh Nita.


"Belum, masih rencana dan gue enggak tahu kapan kita akan nikah. Bisa saja besok, lusa atau minggu depan, tapi sepertinya tidak akan secepat itu juga sih. Gue belum lulus kuliah, Ryu masih sibuk dengan konsernya," Aisyah menyangkal, karena memang mereka belum memiliki pandangan akan menikah kapan, hanya saja Ryu yang akan melamar Aisyah lebih dulu sebagai pengikat hubungan mereka.


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜

__ADS_1


__ADS_2