Mengejar Cinta Sang Idol

Mengejar Cinta Sang Idol
Pindahan


__ADS_3

Beberapa hari berlalu, kini Aisyah dan Ryu sedang mempersiapkan kepindahan mereka ke rumah Tuan Park. Sesuai janji Aisyah dia akan tinggal sementara di rumah mewah itu sebelum rumahnya dan Ryu jadi, meski sebenarnya rumah yang Ryu bangun sudah 90% jadi, tetapi Aisyah tetap akan menepati janjinya pada Tuan Park. Mereka baru saja akan meninggalkan apartemen Ryu ketika terdengar bel berbunyi, Aisyah pun segera membuka pintu tersebut.


"Kalian sudah siap, kan? Tapi paman mau bicara dulu sama kalian berdua, sebentar." Tuan Park langsung masuk ke dalam apartemen setelah Aisyah membuka pintu.


"Silahkan masuk Paman, mari duduk." Aisyah mempersilahkan Tuan Park untuk masuk, setelah itu dia menutup pintu kembali.


"Paman akan langsung mengatakan tujuan mendatangi kalian ke sini." Tuan Park menatap Aisyah dan Ryu secara bergantian.


"Silahkan Tuan Park mau bicara apa, kami siap mendengarkan," sahut Ryu.


Tuan Park mengangguk, "Saya sengaja meminta kalian untuk tinggal di rumah itu sementara waktu, karena ada sesuatu yang harus kalian selidiki, bukan selidiki tapi cari tahu saja," ucapnya.


Ryu dan Aisyah mendengarkan dengan saksama. Tuan Park melanjutkan pembicaraannya, dia memberitahu apa yang harus sepasang suami istri itu lakukan di selama tinggal di rumahnya, terutama Aisyah, karena wanita itulah yang akan sering berada di rumah.


"Kami akan mencoba membantu, tapi jika kami gagal tidak masalah, kan?" tanya Aisyah.


"Tak masalah, yang penting kalian sudah usaha. Itu saja yang ingin saya sampaikan, sekarang mari kita berangkat ke rumah bersama." Tuan Park berdiri lebih dahulu, lalu meninggalkan apartemen itu tanpa menunggu Ryu dan Aisyah.


"Sayang, apa kamu yakin bisa menjalankan tugas dari Tuan Park? Aku takut justru membahayakan dirimu." Ryu khawatir, dia sebenarnya kurang setuju dengan permintaan Tuan Park, sebab dia akan jarang berada di rumah karena tour konsernya belum selesai.


"Kamu enggak usah khawatir, ini hal yang cukup mudah. Serahkan semua sama yang di atas ya." Aisyah tahu jika suaminya khawatir, tetapi dia juga sangat bersemangat untuk membantu tuan Park, meskipun entah seperti apa hasilnya nanti.


Perjalanan menuju rumah Tuan Park tidak memakan waktu lama, karena rumah Tuan Park tidak terlalu jauh dari apartemen mereka. Selama perjalanan tak ada pembicaraan yang berarti antara Aisyah dan Ryu, karena mereka menggunakan sopir dan tak mau misi Tuan Park diketahui oleh orang lain selain mereka. Bahkan, Tuan Park juga merahasiakan misi ini dari asisten pribadinya.

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang juga, ayo Paman antar ke kamar kalian berdua. Biarkan semua barang kalian di bereskan pelayan." Tuan Park yang datang lebih dahulu, menyambut kedatangan sepasang suami istri itu.


Tuan Park mengantar mereka ke kamar yang ada di lantai dua. Kamar utama di lantai tersebut adalah kamar yang akan ditempati Aisyah dan Ryu selama mereka tinggal di tempat itu. Kamar yang memiliki luas hampir setengah dari lantai dua, cukup luas bahkan berkali-kali lebih luas dari kamar di apartemen mereka.


"Ini kamar kalian. Sebelumnya kamar ini saya yang pakai, tetapi hanya sementara karena kamar asli saya ada di lantai tiga. Kalian kalau mau berbicara dengan saya, naik saja ke lantai tiga lewat lift itu." Tuan Park menunjuk lift yang berada di pojok kamar tersebut.


"Saya memang tidak mengijinkan sembarang orang masuk ke lantai tiga, kecuali asisten pribadi saya dan kalian, bahkan pelayan di sini pun tidak saya perkenankan masuk ke lantai tiga," lanjutnya.


"Semoga kalian betah tinggal di sini ya." Tuan Park menepuk bahu Ryu yang berdiri tepat di sebelahnya.


"Terima kasih Paman, kami pasti akan betah tinggal di sini." Aisyah tersenyum, menyahuti ucapan Tuan Park.


"Ah iya satu lagi saya baru ingat, Ryu kamu panggil saja saya Paman seperti Aisyah memnaggilku, itu akan terdengar lebih nyaman di telinga," ucap Tuan Park.


"Kau itu!" Tuan Park kembali menepuk pundak Ryu. "Kalian istirahatlah, saya akan kembali ke kantor hari ini. Nikmati waktu waktu kalian ya." Dia pun meninggalkan kamar tersebut setelah melihat pelayan dan pengawal datang membawa koper Aisyah dan Ryu.


Sepeninggal Tuan Park, Aisyah mengelilingi seluruh kamar. Dia penasaran dengan isi kamar yang begitu luas tersebut. Di dalam kamar itu terdapat kamar mandi yang juga cukup luas. Bukan hanya kamar mandi, ada walk in closet beserta beberapa lemari yang ternyata sebagian sudah terisi pakaian dan semua pakaian itu masih baru. Mungkin, Tuan Park sengaja menyiapkan pakaian tersebut untuknya dan Ryu.


Beralih dari walk in closet, Aisyah menuju ruang lain yang ada di kamar itu. Sebuah ruang kerja, yang terlibat cukup nyaman. Di dalam ruang kerja tersebut, ada sebuah rak buku yang cukup besar dan dipenuhi beberapa buku tebal. Dia pun mencoba meraih salah satu buku tersebut.


Disaat sang istri sibuk berkeliling kamar, Ryu justru asik merebahkan diri di atas tempat tidur, bahkan kedua kelopak matanya tertutup sempurna. Mungkin dia terlalu lelah dengan kegiatannya belakangan ini. Merasa istrinya tak kunjung datang, dia pun bangkit dan mencari di mana keberadaan Aisyah.


"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Ryu saat mendapati Aisyah duduk di depan meja kerja dengan sebuah buku tebal di hadapannya.

__ADS_1


"Ah, kau mengejutkan ku Kak. Aku menemukan buku sejarah negara ini, karena penasaran jadi, aku membacanya." Aisyah mengangkat buku tebal di tangannya.


Ryu mendekat dia berdiri tepat di sebelah istrinya itu, "Panggilan baru mu sangat manis, kenapa enggak sejak dulu saja kamu memanggilku seperti itu?"


Aisyah melongo mendengar respon Ryu. Tak menyangka suaminya justru mengomentari panggilan barunya, bukan mengomentari apa yang sedang dia lakukan. Sangat di luar ekspektasi, dan sama sekali tak bisa dia tebak.


"Begitu ya, padahal aku tadi spontan memanggilmu seperti itu. Baiklah mulai saat ini aku akan menaggilmu seperti itu, karena kau menyukainya." Aisyah tersenyum menatap sang suami.


"Oh iya, kamu enggak jadi pergi?" tanyanya saat teringat jika Ryu harus bekerja hari ini.


"Aku akan pergi, apa kamu mau ikut? Sejujurnya aku ingin mengajakmu ikut serta, karena sepertinya aku tak pulang malam ini, karena pekerjaan ini akan dilakukan di kota lain, dekat pantai." Ryu menatap istrinya.


Aisyah menggeleng, "Akan timbul masalah jika aku ikut, kalian pasti mau membuat beberapa konten, kan? Dan disana ada ratusan kamera, aku tak mau salah satu dari kamera itu menyorot ku," tolak nya.


"Tapi aku berat meninggalkan mu di rumah ini sendirian, sayang. Apalagi setelah mendengar ucapan Paman Park tentang misinya itu, berarti di sini tidak aman." Ryu kuekuh ingin mengajak Aisyah pergi bersamanya.


Aisyah menggeleng, "Ada pengawal di sini. Paman tak mungkin membiarkanku dalam bahaya kak, kau pergilah, doaku menyertai mu," tolak nya.


Ryu menggeleng, "Ayolah sayang, aku sudah meminta seorang staf untuk menemani mu, jadi kamu tidak akan kesepian saat aku kerja, ikut ya," buruknya.


Aisyah menghela napas panjang, "Baiklah, aku ikut, tapi kita harus ijin Paman dulu," akhirnya dia pun menyetujui permintaan sang suami.


Ryu tersenyum karena berhasil mengajak Aisyah pergi bersamanya, "Baiklah, kita ke kantor Paman Park lebih dahulu sebelum pergi," ucapnya.

__ADS_1


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜


__ADS_2