Mengejar Cinta Sang Idol

Mengejar Cinta Sang Idol
Apa Yang Terjadi?


__ADS_3

Beberapa hari berlalu kabar tentang Ryu masih terus beredar, akan tetapi pihak agensi tempat Ryu bernaung sama sekali tidak memberi klarifikasi, mereka membisu tak membenarkan atau membantah berita tersebut. Semua itu cukup menganggu Aisyah saat dia kegiatan di luar rumah. Beberapa temannya sempat ada yang curiga, karena setiap Ryu konser, Aisyah selalu ada di sana. Tetapi, Aisyah membantah, dia masih ingin hidup normal seperti biasanya.


Siang ini Aisyah berangkat ke kampus seperti biasa, tetapi kali ini Ryu yang mengantar karena mereka berdua baru kembali dari kantor polisi. Memberikan beberapa keterangan yang dibutuhkan, karena secara tidak langsung mereka terlibat dalam sebuah kasus yang sudah lama ditutup dan kini kasus itu dibuka kembali. Ya, kasus pem*bunuhan putri Tuan Park.


"Aisyah, kali ini kau tidak bisa mengelak lagi! Aku sudah tahu semuanya!" salah satu teman kampus Aisyah tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya.


"Eh, apa maksud kamu?" Aisyah tentu saja terkejut melihat temannya yang tiba-tiba datang. "Suzi, maaf aku harus segera pergi ke ruang dosen pembimbing, bye Suzi!" Aisyah lari meninggalkan temannya itu. Dia sengaja ingin menghindar, karena sudah tahu apa yang akan ditanyakan oleh Suzi.


"Aisyah, kau jangan kabur! Aku tidak akan melepaskan mu kali ini." Gadis yang sama-sama berasal dari luar negeri itu pun mengejar Aisyah. Dia tak akan membiarkan Aisyah lolos dari dirinya.


"Kamu penasaran sekali ya? Tapi maaf jawabanku tetap sama." Aisyah kembali melanjutkan langkah menuju ruang dosen yang akan dia temui.


Akan tetapi jawaban Aisyah itu terpatahkan saat mereka sedang ngopi di sebuah kafe. Siaran televisi yang menampilkan berita terkini, memberitakan tentang Ryu yang baru saja datang ke kantor polisi bersama pasangannya. Mereka berdua menjadi saksi atas kasus pem*bu*nuhan seorang putri konglomerat beberapa tahun lalu. Disana Aisyah tertangkap kamera sedang berjalan dengan Ryu keluar dari kantor polisi. Pakaian yang dikenakannya pun masih sama seperti yang Aisyah pakai saat ini.


"Dugaan kita benar, kan? Kenapa...." Suzi tak melanjutkan ucapannya sebab Aisyah sudah melangkah meninggalkan meteka bertiga tanpa berpamitan.


"Aku pulang dulu ya, semua makanan sudah ku bayar!" Aisyah bergegas lari meninggalkan teman-temannya.


"Yah! Kamu harus memberi penjelasan pada kami." Teriak salah satu dari teman Aisyah, dan perempuan itu hanya memberi jawaban lewat ibu jari.


"Untung aja Ryu udah datang, dan mereka yang ada di sana belum menyadari," gumam Aisyah saat mencari keberadaan mobil Ryu.


"Hey! Kenapa kamu seperti baru dikejar maling?" tanya Ryu saat melihat Aisyah ngos-ngosan.

__ADS_1


Aisyah menenangkan diri terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan suaminya. "Kita masuk berita di televisi. Muka ku emang enggak begitu jelas, tapi teman-teman ku tahu kalau itu aku," jawabnya dengan wajah masam.


"Mungkin memang saatnya semuanya tahu tentang kita. Aku juga akan merasa lebih baik jika mereka tahu. Sudah ya, sekarang kita pulang. Paman Park sudah menunggu kita di rumah." Ryu mulai melakukan mobilnya menuju kediaman Tuan Park.


Selama perjalanan mereka hanya diam, sebab Aisyah yang biasanya cerewet kini diam seribu bahasa. Perempuan itu sedang memikirkan nasibnya ke depan. Dia pasti akan merasa kesulitan saat di kampus, padahal sekolahnya hampir lulus. Dia sebenarnya ingin lulus tanpa ada kesulitan atau hambatan.


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜


"Paman, katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Bibi Cha yang di kantor polisi?" tanya Aisyah saat dia sudah berada di rumah. Pertanyaan itu sudah muncul beberapa hari yang lalu, tetapi dia belum sempat bertanya karena beberapa hari ini Tuan Park tak ada di rumah.


"Karena memang selama ini dia yang jahat. Dia kaki tangan pelaku sesungguhnya dan Bik In menjadi jambing hitam supaya kelakuannya tidak terbongkar, tapi sayangnya saya sudah tahu," jawab Tuan Park.


Aisyah dan Ryu terkejut mendengar penjelasan Tuan Park, mereka sama sekali tak mengerti dengan semua itu. Bibik Cha yang selalu baik ternyata hanya kedok saja. Memang kita tak boleh melihat seseorang dari luarnya saja, bukan?


"Siapa pelaku utamanya?" tanya Aisyah.


Tuan Park tidak langsung menjawab, dia mentap Aisyah dan Ryu secara bergantian, "Mama tiri Ryu," ucapnya.


Aisyah terkejut mendengar hal tersebut, tetapi Ryu sama sekali tidak terkejut. Wanita yang menjadi ibu tiri Ryu itu adalah seorang wanita iblis yang akan melakukan apapun untuk mencapai keinginannya. Bahkan Mamanya sendiri saja menjadi seperti sekarang juga karena wanita itu.


"Dia juga yang sudah mem*bu*nuh istri saya, padahal mereka dulu bersahabat. Bibik Cha mengatakan semuanya, karena dia yang membantu melancarkan aksi wanita iblis itu," wajah Tuan Park terlihat diselimuti amarah saat menyebut nama wanita itu.


"Bibik Cha, dia terlalu cerdir. Kenapa dia berbuat seperti itu?" gumam Aisyah yang masih didengar oleh Ryu dan Tuan Park.

__ADS_1


"Kenapa kasus ini baru terbongkar sekarang, Pamam?" tanya Ryu yang sangat penasaran dengan kasus tersebut, sebab sudah lama sekali kasus itu terjadi.


"Wanita iblis itu punya orang dalam yang ternyata pamannya sendiri, dan pamannya itu kini sudah meninggal. Dia tidak memiliki perlindungan lagi selain suaminya yaitu Papa kamu." Tuan Park menatap Ryu sejenak, "temuilah Papamu, dia pasti syok mendengar kenyataan ini, dia pasti sadar kalau selama ini hanya dimanfaatkan sama wanita iblis itu. Aku memang marah sama Papa mu, tapi itu dulu, sekarang sudah tidak lagi. Mau bagaimanapun kami sudah saling mengenal sejak kecil, kami bersahabat sejak kecil, hanya karena wanita iblis itu kami saling membenci," lanjutnya.


Ryu mengangguk, dia sangat sadar akan hal itu. Papanya dulu adalah orang baik saat masih bersama Mamanya, tapi setelah menikah dengan wanita itu, Papanya berubah jadi iblis yang siap menghabisinya kapanpun.


Cukup lama mereka berbincang-bincang, hingga sebuah telepon mengharuskan Tuan Park pergi dengan tergesa. Entah apa ya g terjadi sebenarnya hingga lelaki itu pergi tanpa berpamitan dengan Aisyah dan Ryu.


"Ada apa lagi ya sayang? Aku kok jadi takut," tanya Aisyah, dia merasa sesuatu sedang terjadi.


"Entahlah, semoga semuanya baik-baik saja. Ayo sekarang kita masuk ke kamar." Ryu mengajak Aisyah untuk masuk ke kamar, dia tak mau istrinya itu memikirkan sesuatu yang tidak harus dia pikirkan.


Tetapi baru saja mereka sampai di dalam kamar, kini ponsel Ryu bergetar. Lelaki itu pun menerima panggilan tersebut. Wajah Ryu terlihat berubah yang semula tenang mejadi penuh kemurkaan, entah siapa yang menelpon hingga membuat lelaki itu seperti itu.


"Siapa sayang? Apa yang terjadi?" tanya Aisyah penasaran.


"Kita harus menemui ibu ku sekarang, sudah tidak ada waktu lagi." Ryu memasukkan beberapa barang miliknya dan Aisyah ke dalam koper, sama sekali tidak menjawab pertanyaannya istrinya itu.


"Hey, apa yang terjadi sebenarnya sayang?" Aisyah mencegah kegiatan Ryu, dia ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya.


"Ibuku melukai seseorang, katanya orang itu sampai kritis," jawab Ryu masih dengan kegiatannya.


💜❤️‍🔥💜❤️‍🔥💜

__ADS_1


__ADS_2