
Berita tentang Ryu bertubi-tubi silih berganti, mulai dari hubungannya dengan Aisyah, hingga berita tentang ibunya. Pemuda itu kini sedang menjadi pusat perhatian netizen diberbagai negara. Sisi kehidupannya sedikit demi sedikit mulai terungkap, hingga banyak kalangan mendukung upaya perlawanan ibu Ryu. Meskipun beberapa orang juga menyalahkan wanita itu.
Hujatan demi hujatan kini menimpa ayah dan saudara tiri Ryu, hingga membuat mereka berdua tak bisa pergi kemanapun, bahkan untuk menjemput Mama tiri Ryu pun mereka tak bisa, hingga jasad wanita itu dikirimkan tanpa adanya keluarga yang menjemput, hanya urusan Tuan Kim saja. Lelaki itu sebenarnya juga tak begitu peduli, apalagi setelah dia mengetahui semua kebusukan istri keduanya itu.
"Urus pemakaman ibumu, setelah itu aku akan mengirimkan mu ke luar negeri bersama Paman mu, karena setelah ini ayah akan jatuh miskin," ucap Tuan Kim pada putra keduanya.
"Apa ayah akan menyerah begitu saja setelah apa yang ibu lakukan? Bahkan ibu rela mati demi kita, ayah!" seakan tak terima dengan keputusan Papanya dia pun membantah.
"Kau tahu, Ryu itu berdiri di belakang Park, dia pasti akan melakukan apapun setelah mengetahui jika ibu mu lah yang menghabisi putrinya! Aku tidak mau hidup sengsara karena siksaan lelaki itu, lebih baik aku mundur!" Tuan Kim merasa usahanya akan sia-sia meski sekeras apapun dia melakukannya.
"Terserah ayah! Yang penting aku bisa hidup enak." Baru kali ini putranya itu melawan.
Kedua lelaki beda generasi tersebut terus berdebat tanpa mempedulikan kematian istri dan ibunya. Mereka seakan melupakan kenyataan tersebut karena ego masing-masing.
Berbeda dengan dua lelaki itu, Ryu dan Aisyah sedang menunggu ibunya dia rumah sakit. Wanita itu terlihat diam, seperti memikirkan sesuatu. Bahkan saat Ryu bertanya, ibunya itu sama sekali tak memberikan respon apapun.
"Mungkin ibu menyesal akan kejadian itu," ucap Aisyah.
Ryu mengangguk, "Bisa jadi, tapi menurut dokter, ibu pasti akan melakukan perlawanan, apalagi wanita itu yang selama ini dibenci dan ditakuti oleh ibu," ucapnya.
__ADS_1
Beberapa waktu lalu sebelum kejadian itu terjadi. Ibu yang saat itu sedang istirahat di kamarnya, tiba-tiba kedatangan tamu yang tak lain ibu tiri Ryu. Seperti biasa, ibu menjerit dan meraung saat wanita itu datang, dia tak suka dengan wanita gila tersebut. Hingga akhirnya ibu tiri Ryu menodongkan senjata tajam.
"Dasar wanita gila! Mau sampai kapan pun kau tetap gila! Cepat tanda tangan dokumen ini, atau aku bu*n*uh!" ibu tiri Ryu menyodorkan sebuah map, tapi Ibu Ryu sama sekali tak mau menandatangani map itu, dia justru terus berteriak, hingga perawat datang.
"Ibu tolong simpan senjata itu, anda juga tidak boleh memaksa seperti itu, saya moho keluar dari ruangan ini sekarang," ucap perawat tersebut.
Bukannya keluar dari ruangan itu, ibu tiri Ryu justru tersenyum miring, menatap perawat dan ibu Ryu yang masih histeris secara bergantian. "Aku tidak akan pergi sebelum membu*n*uh wanita gila ini, dia harus mati! Supaya dendamku terbalas!" Dia tertawa lepas setelah mengucapkan hal itu.
Dia pun kembali menyodorkan senjatanya, membuat perawat tersebut keluar ruangan untuk mencari bantuan, akan tetapi beberapa saat setelah perawat itu datang bersama dua perawat laki-laki, mereka dikejutkan dengan kejadian yang ada di dalam ruangan itu. Wanita itu sudah tergeletak di lantai bersimbah darah dengan beberapa tusukan di perutnya, dan ibu Ryu sedang meraung tak jelas. Di kedua tangannya terdapat bercak darah yang cukup banyak. Senjata tajam yang tadi dibawa oleh ibu tiri Ryu kini sudah tergeletak di lantai.
Ketiga perawat itu langsung membawa ibu tiri Ryu, berharap wanita itu bisa di selamatkan. Meskipun akhirnya wanita itu tidak selamat karena kehabisan banyak darah. Kasus ini langsung mencuat, hingga beberapa saat kemudian ramai diperbincangkan di dunia maya.
💜❤️🔥💜❤️🔥💜
Keduanya kembali dengan penjagaan sangat ketat, sebab banyak sekali pencari berita yang menghadang mereka, meminta klarifikasi atas semua kejadian yang beberapa hari ini viral di media sosial. Berkat pengawal yang dikirim oleh Tuan Park dan juga Tuan Cho, akhirnya mereka bisa terbebas dari wartawan dan sampai di rumah dengan selamat.
"Mama!" Aisyah terkejut melihat wanita yang sudah membesarkannya dengan segenap kasih sayang itu kini berada di rumah Paman Park.
"Ayah," gumam Ryu saat melihat ayahnya juga berada di rumah Paman Park saat ini.
__ADS_1
Jika Aisyah berlari memeluk sang Mama, berbeda dengan Ryu. Lelaki itu justru mematung, hingga sang ayah menghampirinya dan langsung bersujud di kaki putranya itu.
"Maafkan ayah Ryu, ayah banyak salah sama kamu, ayah sudah termakan omongan wanita itu. Ayah juga baru tahu semua kebusukannya, karena selama ini ayah tak pernah mengetahui apapun," ucapnya dengan lelehan air mata.
Ryu tak merespon, entah dia bisa memaafkan ayahnya atau tidak, sebab karena dialah ibunya harus berada di rumah sakit jiwa selama bertahun-tahun. Ibunya yang begitu mencintai lelaki itu, harus menerima kenyataan jika diselingkuhi oleh suaminya, ditambah penyiksaan yang dilakukan ibu tirinya.
Melihat kejadian itu, Aisyah melepaskan pelukan Mamanya. Dia ingin menghampiri sang suami, tetapi Mamanya mencegah. "Biarkan Ryu menyelesaikan masalahnya bersama ayahnya, kamu tidak usah ikut campur. Mama yakin suamimu bisa mengatasinya sendiri," ucapnya.
Aisyah pun mengangguk, dia sadar jika tak boleh ikut campur masalah anak dan ayah itu. Dia akan menerima apapun keputusan sang suami, karena dia yakin Ryu memiliki keputusan yang terbaik.
"Mintalah maaf pada ibuku, jika dia memaafkan maka aku pun akan memaafkanmu," hanya itu yang Ryu katakan, setelah itu dia menyalami Mama dan Papa mertuanya yang ternyata ada di sana juga.
"Terima kasih Ma, Pa, kalian sudah datang untuk kami," ucapnya.
Sedangkan ayah Ryu masih bersimpuh di lantai, membuat Tuan Park tak tega melihat mantan sahabatnya itu. Dia pun menolong ayah Ryu, dan membawanya ke luar rumah.
"Kembali lah setelah kau meminta maaf dengan mantan istrimu, aku memang sudah memaafkanmu karena kau terbukti tidak bersalah dengan ku, tapi kau memang sangat bersalah dengan anak dan mantan istrimu. Tenang saja, aku tidak marah atas perselingkuhan kalian berdua, aku justru bersyukur karena kau telah mengambil wanita gila itu." Tuan Park menepuk pundak ayah Ryu.
"Terima kasih kau sudah memaafkan ku, aku akan kembali secepatnya," sahut Ayah Ryu. Setelah mengatakan hal itu, dia pun langsung berpamitan dan akan kembali secepatnya.
__ADS_1
💜❤️🔥💜❤️🔥💜