
"Apa yang dikatakan Tuan Cho?" tanya Aisyah saat melihat wajah suaminya yang muram setelah menelpon pihak agency untuk meminta ijin beberapa hari ke depan karena akan mengunjungi ibunya.
Ryu menggeleng, "Dia marah besar, tapi mau bagaimana lagi? Di keluarkan aku tak masalah, karir masih bisa di cari lagi, tapi ibu tidak ada yang bisa menggantikan atau menunda jika itu berurusan dengan wanita yang telah melahirkan ku itu," jawabnya.
Seketika Aisyah langsung memeluk Ryu, "Suamiku memang terbaik, aku yakin Tuan Cho akan mengerti nantinya."
"Terima kasih kami selalu mendukung ku." Ryu membalas pelukan tersebut.
Saat ini mereka berdua sedang berada di dalam mobil, perjalanan menuju bandara. Ryu sengaja meminta ijin lewat telepon meski dia tahu jika akan mendapatkan murkaan, tetapi lebih baik seperti itu, dari pada pergi tanpa pamit. Hal itu pasti akan membuat Tuan Cho marah besar padanya.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi sampai di bandara. Keduanya segera masuk untuk chek-in, karena pesawat akan segera lepas landas. Tanpa keduanya sadari, seseorang memotret bahkan mengabadikan lewat video saat keduanya masuk ke dalam bandara. Hal itu sudah pasti akan membuat geger dunia entertainment beberapa menit kedepan.
"Paman menelpon, apa dia pulang dan mencari keberadaan kita ya?" ponsel Ryu bergetar tanda telepon masuk yang ternyata dari Paman Park, dia pun segera menerima panggilan tersebut, karena memang dia pergi tidak ijin ke Tuan Park.
Aisyah tak memperhatikan suaminya saat lelaki itu menelepon, dia lebih tertarik dengan penumpang pesawat yang hilir mudik mencari tempat duduknya masing-masing. Hingga dia menghadap ke arah suaminya, wajah lelaki itu terlihat murkan. Entah apa yang membuat lelaki itu berubah seperti itu.
"Ternyata wanita gila itu hampir mem*bu*nuh ibu ku dengan senjata ta*jam, tapi ibu ku berhasil lolos dan wanita itu yang terluka, karena ibu melawan," tanpa ditanya, Ryu menjelaskan apa yang baru saja dia dengar dari Tuan Park.
"Semuanya pasti baik-baik saja," sahut Aisyah. Dia bingung harus mengatakan apa, tetapi dia tak mau suaminya itu terlalu khawatir dengan keadaan ibunya.
"Apa yang wanita itu inginkan sebenarnya? Dia sudah mendapatkan ayahku, harta pun sudah berada di tangan ayah ku, dia sudah menikmatinya, tapi masih ingin menyakiti ibu ku." Ryu murka kala mengingat semua yang dilakukan ibu tirinya itu.
__ADS_1
Aisyah hanya bisa menenangkan lelaki itu dengan memeluknya. Dia tak tahu harus berkata apa, yang terpenting dia mendengarkan apa yang Ryu ucapkan. Itu sudah cukup membuat Ryu merasa diperhatikan.
Tak lama pesawat yang mereka tumpangi mulai lepas landas. Selama perjalanan, Aisyah terus memeluk suaminya yang sedang tidak baik-baik saja. Dia bahkan menghilangkan egonya yang biasanya sellau tertidur saat perjalanan, kini kedua bola matanya selalu terjaga untuk menemani suaminya.
Perjalanan yang cukup yang tak begitu lama tersebut terasa sangat lama dan membosankan. Apalagi Ryu yang sudah tak sabar ingin bertemu dengan ibunya. Ingin memastikan keadaan ibunya baik-baik saja, sebab terakhir kali ibunya bertemu wanita itu, sang ibu tidak baik-baik saja. Terlebih sekarang wanita itu mencoba menyakiti sang ibu.
💜❤️🔥💜❤️🔥💜
Di gedung HS keadaan sepertinya sedang tidak baik-baik saja, setelah beredarnya foto salah satu artis mereka. Sepertinya rahasia yang selama ini mereka simpan akan segera terbongkar, tak mungkin berkelit lagi karena wajah artis itu terlihat sangat jelas. Seseorang yang bergandengan tangan dengannya juga terlihat sangat jelas. Sepertinya seseorang itu memotret mereka dari jarak dekat.
"Anak ini selalu bikin masalah!" Tuan Cho melempar ponsel miliknya setelah membaca portal berita online yang baru saja terbuat beberapa menit yang lalu.
"Apa dia tidak bisa kalau enggak bikin masalah? Menyusahkan saja!" Dia kembali memaki, saking kesalnya dengan salah satu artisnya tersebut.
Tuan Cho terdiam, dia membenarkan ucapan leader The Boys itu. Akan tetapi dia juga kesal dengan Ryu yang sama sekali tak bisa menjaga privasinya sendiri, bisa jadi itu akan merugikan mereka semua. Tanpa mengucap sepatah kata pun, Tuan Cho meninggalkan ruangan itu, dia bahkan mengabaikan ponsel yang dilempar nya tadi. Sepertinya ponsel itu hanya ponsel pinjaman yang tidak berharga sama sekali.
"Si Pak tua itu selalu saja seperti itu! Dia selalu ingin terlihat perfect, padahal banyak cacatnya," celetuk Shin, menatap sinis kepergian Tuan Cho.
"Kamu kalo ngomong emang suka bener ya Shin," sahut Sam.
Sedangkan Lee hanya menyimak saja. Dia sama sekali tidak tertarik dengan obrolan tersebut, terlebih Aisyah sudah memberitahu jika mereka pergi karena ada suatu hal yang menyangkut keselamatan ibu Ryu. Ya, Aisyah sering kali memberitahu Lee, jika ada sesuatu yang terjadi pada Ryu, sebab Aisyah memang lebih dekat dengan lelaki itu dibandingkan yang lainnya.
__ADS_1
"Banyak wartawan! Kayaknya mereka menunggu klarifikasi dari kita!" Sam yang sedang berada di dekat jendela kaca melihat jika ada beberapa wartawan yang menunggu di luar gedung SH.
"Tuan Cho jadi makanan empuk wartawan," tambahnya saat dia melihat mobil Tuan Cho meninggalkan gedung tersebut.
"Sudah biasa dia bisa ngadepin itu sendiri," sahut Lee yang memang posisinya paling dekat dengan Sam.
"Ryu baru aja ngirim pesan, katanya dia minta doa sama kita soal ibunya," ucap Lee.
"Kau yakin Ryu minta doa sama kita? Apa kau lupa kapan terakhir beribadah?" Shin tersenyum miring, dia tahu betul mereka berempat jarang beribadah.
"Salah itu Shin! Apa kau ingat, bukan lupa? Kalau ditanya ingat udah pasti lupa, apalagi dia tanya lupa," sahut Sam yang masih melihat kondisi di depan gedung SH.
"Ibunya Ryu kenapa?" tanya Yejun, sebab dia tidak tahu menahu tentang ibunya Ryu.
"Ceritanya panjang, dan yang berhak cerita hanya Ryu, kita cukup doakan dia saja," jawab Lee, meskipun dia mengetahui tentang keluarga Ryu, tetapi dia tak mau menceritakan hal itu, karena dia merasa tidak berhak sama sekali.
"Kalau soal berdoa sudah pasti di doakan, tapi apa doa kita diterima?" tanya Sam, yang tentu saja tak bisa dijawab oleh siapa pun.
"Yang terpenting sudahau berusaha untuk medoakan, soal diterima atau tidak, itu urusan nanti," sahur Lee.
Mereka bertiga setuju dengan ucapan Lee. Berharap masalah yang menimpa keluarga Ryu segera teratasi dan Ryu bisa kembali ke HS dengan tenang.
__ADS_1
"Wait! Ini serius apa enggak? Ibunya Ryu membu*nuh Mama tirinya!" Sam berteriak saat melihat portal berita online. Mendengar teriakan Sam, ketiga temannya itu langsung mendekat ke arah Sam dan melihat berita apa yang sedang dibaca oleh pemuda itu. Padahal bisa saja mereka mencari beritanya di ponsel masing-masing, bukan?
💜❤️🔥💜❤️🔥💜