
Beberapa hari kemudian, Zanna dan Naomi segera berangkat ke kota di mana Calvin berada. Tentu saja tanpa sepengetahuan laki-laki itu, ya anggap saja sebagai kejutan sekaligus perpisahan.
"Tolong hentikan aku jika menangis, Naomi. Aku tidak ingin ada setetes air mata saja yang keluar untuk mereka," ucap Zanna saat dalam perjalanan.
"Tentu saya, Nona." Naomi menganggukkan kepalanya. "Saya pasti akan melakukannya."
Zanna tersenyum senang lalu menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi. "Kita kuat ya, Sayang. Maafkan mama karena harus melakukan semua ini." Tangannya mengusap perut dengan lembut dan berharap kalau semuanya akan baik-baik saja.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam, akhirnga mereka sampai juga di tempat tujuan. Zanna dan Naomi sengaja berhenti di restoran yang kebetulan ada di samping gedung pernikahan Calvin dan Rere.
"Lebih baik kita makan dulu, Nona. Baby yang ada di dalam sana pasti sudah lapar."
Zanna tergelak mendengar apa yang Naomi katakan. "Kau benar, Naomi. Anakku pasti sudah lapar."
Mereka lalu memanggil pelayan dan segera memesan makanan dan minuman. Zanna segera menghubungi Amy untuk memberi kabar bahwa dia sudah sampai, dan akan datang ke acara saat pertunjukannya akan dimulai.
"Saya benar-benar kagum pada Anda, Nona."
Zanna yang sedang sibuk berbalas pesan dengan Amy mendongakkan kepalanya melihat ke arah Naomi. "Kagum? Kenapa bisa kagum?" Dia mengernyitkan keningnya dengan bingung.
"Nona bisa menahan semua rasa sakit yang sedang Anda rasakan saat ini, padahal saya tau jika Anda sangat mencintai tuan Calvin."
Zanna tersenyum simpul. "Ya, aku memang sangat mencintainya, Naomi. Bahkan tidak ada laki-laki lain dalam hidupku selain dia, dan sejak dulu aku hanya melihat ke arahnya saja tanpa peduli keberadaan laki-laki lain."
Naomi menghela napas kasar. Segitu besarnya cinta Zanna untuk laki-laki itu, tetapi kenapa Calvin tega mengkhianatinya?
__ADS_1
"Lalu, kenapa Anda tidak kembali merebut tuan Calvin, Nona? Jika dibandingkan dengan wanita itu, Anda jauh lebih baik dalam semua hal. Bahkan Anda dan dia terlihat bagai langit dan bumi." Naomi merasa kesal sendiri jika mengingat bagaimana dulu Rere memamerkan hubungannya dengan Calvin, dan ternyata laki-laki itu adalah suami orang lain.
"Tentu saja aku bisa melakukan itu jika aku mau, Naomi. Tetapi bukan seperti itu konsepnya." Zanna menarik napas panjang lalu menghembuskannya perlahan. "Aku memang mencintainya, Naomi. Tapi bukan berarti cinta itu bisa membuatku menjadi orang bodoh."
"Aku tidak akan pernah mau mengemis cinta pada orang yang tidak bisa menghargai makna dari cinta itu sendiri, apalagi pada seseorang yang sudah berbohong dan mementingkan wanita lain dari pada istrinya sendiri. Lalu, apalagi yang bisa aku harapkan dari laki-laki seperti dia?" Zanna tersenyum dengan getir membiat Naomi memandang dengan sendu.
"Cinta itu murni dan tanpa syarat, Naomi. Sebelum aku jatuh cinta, aku tidak pernah meminta atau memaksa Calvin agar mencintaiku juga. Tapi hatinya sendirilah yang memilih untuk membalas cintaku. Lalu sekarang, pantaskah aku meminta cinta padanya saat hatinya sudah bergerak pada wanita lain?"
"Jika dia memang mencintaiku dengan tulus, maka aku tidak perlu meminta dan merebutnya kembali dari wanita lain. Cinta itu cuma satu, begitu juga dengan hati. Jika Calvin sudah mencintainya wanita lain, itu berarti cintanya untukku telah usai. Karena siapa pun tidak bisa mencintai dua orang sekaligus, dan jika itu terjadi. Berarti cinta orang pertama sudah berakhir, dan digantikan oleh orang kedua."
Naomi terdiam mendengar semua ucapan Zanna. Dia yang cintanya selama ini bertepuk sebelah tangan benar-benar merasa tersentuh dengan apa yang nonanya itu katakan. "Nona benar. Cinta itu murni dan tanpa syarat, dan tidak seharusnya aku memaksakan apa yang memang tidak seharusnya menjadi milikku."
"Terima kasih, Nona. Terima kasih atas semua ucapan Anda hari ini, saya sangat bersyukur bisa melayani Anda,"
"Apa yang kau katakan, Naomi? Tidak ada yang melayani siapa pun di sini, dan kalau pun itu benar. Maka aku tidak akan menganggapmu sebagai seorang pelayan, melainkan sahabatku. Bagaimana?"
"Apanya yang tidak pantas? Memangnya aku ini seorang ratu, yang tidak bisa untuk membaur dengan rakyat biasa, begitu?" Zanna benar-benar tidak habis pikir. Memangnya ini zaman apa, sehingga masih melihat seseorang melalui sebuah kasta?
"Tapi, Anda kan memang benar-benar seorang ratu di masa sekarang. Ratu yang akan menguasai seluruh kerajaan bisnis keluarga Ricaldo." Naomi hanya bisa mengucapkannya dalam hati saja, karena dia tahu kalau Zanna pasti akan semakin murka jika dia mengatakannya secara langsung.
Kemudian, kedua wanita itu menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji di hadapan mereka masing-masing.
Setelah selesai, Zanna dan juga Naomi segera beranjak pergi dari restoran itu menuju pernikahan Calvin dan juga Rere.
Suasana pesta pernikahan yang sangat meriah terlihat jelas di tempat itu, apalagi ditambah dengan kehadiran para tamu membuat kedua mempelai diselimuti kebahagiaan saat ini.
__ADS_1
Zanna dan Naomi masuk ke tempat itu dengan menggunakan masker, mereka lalu duduk di sudut ruangan agar Calvin tidak menyadari keberadaan mereka.
Amy yang melihat kedatangan Zanna segera mendekatinya. "Selamat datang, Nona."
Zanna tersenyum simpul walaupun menggunakan masker. "Terima kasih atas sambutannya, Amy. Apa semua sudah siap?"
"Sudah, Nona. 5 menit lagi kami akan memutar videonya pada saat kedua mempelai sudah naik ke atas pelaminan untuk mengucapkan salam pada semua orang,"
"Baguslah, Amy. Aku tidak sabar lagi untuk menunggunya."
Kemudian Amy pamit dari tempat itu untuk kembali ke tempatnya, agar bisa memberi kode pada yang lain untuk menayangkan apa yang sudah Zanna berikan pada mereka.
Calvin memasang wajah penuh senyuman pada semua orang, begitu juga dengan Rere yang memeluk lengan Calvin dengan erat.
"Terima kasih saya ucapkan kepada-" Tiba-tiba ucapan Calvin terhenti saat layar monitor yang ada di hadapannya menyala. "Tunggu, apa yang terjadi?" Dia menjadi panik.
"Tenanglah, Mas. Ini video kolase yang dipersembahkan untuk pernikahan kita," ucap Rere dengan senyum lebar.
Setelah itu berputarlah sebuah video yang memperlihatkan sebuah kolase foto seseorang.
•
•
•
__ADS_1
Tbc.