Mengejar Cinta Semu

Mengejar Cinta Semu
Bab. 65. Sungguh Sangat Terkejut.


__ADS_3

Ella tersenyum sinis saat mendengar ucapan Calvin. "Tentu saja, Calvin. Bukankah aku harus memberikan uang yang kau minta?"


Calvin dan Rere menatap wanita itu dengan tajam, sampai akhirnya mata mereka terpaku di perut Ella yang membuncit.


"Zanna, kau, kau sedang hamil?" pekik Calvin seakan baru sadar jika saat ini perut Ella sudah membesar, sementara Rere merasa tidak percaya dan menutup mulutnya.


Ella terdiam dengan apa yang Calvin katakan, dia lalu beralih mengambil sesuatu yang ada di dalam tasnya dan menyodorkan sebuah cek kehadapan mereka.


"Ini cek senilai 150 juta, aku sedekahkan untuk kalian."


Rere menatap cek itu dengan berbinar-binar. Dia yang awalnya sangat tidak percaya dan takut saat melihat perut Ella, kini tidak lagi peduli setelah melihat apa yang wanita itu sodorkan.


Calvin sendiri tidak bergeming dan terus menatap Ella dengan tajam. "Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau hamil, Zanna?" Dia mencengkram erat tangan Ella membuat Venzo langsung mengeluarkan tanduknya.


"Lepaskan tanganmu, atau akan aku patahkan!" ucap Venzo dengan penuh penekanan sambil mencengkam lengan Calvin, membuat laki-laki itu langsung menatap ke arahnya.


"Jangan ikut campur urusan- aarggh!" Calvin memekik kesakitan saat Venzo benar-benar memelintir tangannya dan terasa sangat sakit sekali, membuat genggaman tangannya terlepas.


Ella langsung memegangi tangannya yang sedikit memerah, tentu membuat Venzo semakin murka.


"Lepaskan, Venzo. Kau bisa mematahkan tangannya," pinta Ella.


"Memang itu kan, niatku." Venzo tersenyum sinis.


Glek.


Calvin menelan salivenya dengan kasar lalu memberontak untuk dilepaskan, sontak membuat Venzo melepaskan tangannya hingga tubuhnya terhuyung ke belakang.


"Dia siapa, Ella? Dan kenapa kau melakukan ini?" teriak Calvin membuat orang-orang yang masih berada di sana memperhatikannya.


"Dia adalah calon suamiku. Kenapa, kau keberatan?"


"Kenapa kau tidak mengatakan kalau sedang mengandung, Zanna? Itu, itu adalah anakku. Darah dagingku!" Calvin menunjuk ke arah perut Ella membuat wanita itu tergelak.

__ADS_1


"Jangan berkata seperti itu, Calvin. Kau sangat tidak pantas untuk mengatakannya," cibir Ella, dia lalu melemparkan cek yang masih berada dalam genggamannya, tepat terjatuh di kaki mereka.


Dengan cepat Rere mengambil cek itu sambil tersenyum lebar. "Kita sudah mendapatkannya, Mas. Kita sudah-"


"Tidak, Zanna. Itu adalah anakku, perceraian ini tidak sah!" ucap Calvin dengan penuh penekanan, dia sama sekali tidak peduli dengan cek yang wanita itu berikan.


"Kamu apa-apaan sih, Mas? Hentikan semua ini, kita bisa punya anak sendiri selain dari mbak Zanna,"


"Diam kau! Aku sama sekali tidak butuh itu, tapi aku ingin bersama anakku!" bentaknya pada Rere membuat wanita itu terkesiap.


Ella sendiri menggelengkan kepalanya. "Maaf ya, aku tidak bisa berlama-lama di sini karena masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan." Dia tersenyum sinis lalu memeluk lengan Venzo dan berbalik pergi.


Calvin yang melihatnya tentu tidak tinggal diam, dia mengejar langkah mereka dan berniat untuk menarik tangan Ella.


"Mau apa, kau?" Naomi menahan tangan Calvin dan mencengkramnya dengan erat.


"Lepaskan tanganku! Kau tidak bisa melakukan ini, Zanna. Kau tidak bisa membawa anakku!" Calvin memberontak dan menyerang Naomi, sementara wanita itu tentu saja langsung menghindar dan juga melakukan pembalasan.


Duak.


Suara benda-benda yang berjatuhan akibat dorongan Naomi menggema di ruangan itu, membuat petugas keamanan langsung melihat apa yang terjadi.


Calvin yang menghantam dinding berusaha untuk bangun. "Itu anak kita, Zanna. Kita, kita sudah punya anak. Berhenti!" Dia kembali berusaha untuk mengejar Ella.


"Jangan pernah mengganggu nona muda lagi, atau aku akan menghabisimu," ancam Naomi.


"Diam kau! Kalian sudah bersekongkol untuk menipuku, kalian benar-benar brengs*ek!"


"Terserah. Tolong aman kan dia, Pak. Dia ingin menyakiti mantan istrinya," ucap Naomi pada 2 orang penjaga keamanan.


"Baik, nona,"


"Apa? Minggir kalian, aku ingin bicara pada Zanna. Aku ingin anakku, aaarghh!" Calvin memberomtak seperti orang gila membuat Rere menjauh dari laki-laki itu.

__ADS_1


Naomi segera berbalik dan tidak memperdulikan teriakan Calvin, dia harus segera mengejar langkah Ella dan juga Venzo.


"Lepaskan aku dasar brengs*sek!" Calvin terus memberontak sampai dengan sengaja dia menendang lato-lato dari kedua lelaki itu.


"Aarggh." Mereka memekik kesakitan karena tendangan maut Calvin.


Calvin langsung berlari keluar membuat Rere terkejut dan langsung memanggilnya, tetapi dia sama sekali tidak peduli dan terus berlari


Ella yang sudah berada di dalam mobil bersama dengan Venzo merasa benar-benar puas melihat reaksi Calvin dan Rere, dan tidak berselang lama Naomi juga masuk ke mobil.


"Tunggu, Zanna! Kau tidak boleh melakukan ini padaku!" Calvin menggedor jendela mobil itu membuat Ella tersentak kaget.


"Heh, mau apa lagi kau?" Ella tersenyum sinis.


"Aku mohon bicaralah denganku, Zanna. Aku mohon jangan tinggalkan aku, itu, itu anak kita!" pinta Calvin.


Venzo yang sudah panas membara langsung menghidupkan mesin mobilnya, dan beranjak pergi dari tempat itu.


"Tidak, Zanna. Berhenti, berhenti!" teriak Calvin sambil berlari mengikuti mobil itu. "Kau tidak bisa melakukan ini, Zanna. Berhenti!"


Mobil itu langsung melaju kencang di jalanan, membuat Calvin tidak bisa lagi mengejarnya.


"Tidak, Zanna."


Bruk.


Tubuh Calvin terjatuh bersimpuh di jalanan saat mobil Ella sudah tidak kelihatan lagi. "Anakku, anakku." Dia menundukkan kepala dengan deraian air mata. "Kenapa, kenapa kau tidak mengatakannya, Zanna? Kenapa?" Dia benar-benar merasa kesal dan juga marah.


Rere yang memperhatikan Calvin hanya diam, dia sudah merasa tenang karena mendapatkan uang dari wanita itu. "Baguslah. Aku bisa gunakan uang ini untuk merawat tubuhku, dan keluar dari gubuk derita itu."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2