Mengejar Cinta Semu

Mengejar Cinta Semu
Bab. 53. Tidak Ada Panggilan Kerja.


__ADS_3

Ella tersenyum saat mendengar pertanyaan Zaydan. "Ya ... lumayan lah, Paman. Dari pada di rumah." Dia lalu celingukan ke sana kemari mencari keberadaan Rosa. "Tapi, di mana bibi, Paman?" Dia lalu kembali melihat ke arah Zaydan.


"Kau mencari bibimu? Tadi dia sedang mandi, mungkin sebentar lagi keluar."


Ella menganggukkan kepalanya, dia lalu pamit pada mereka untuk ke kamarnya membersihkan diri.


Setelah sampai di kamar, Ella merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kepalanya masih terasa pusing, dan terkadang timbul rasa mual juga membuat perutnya terasa tidak nyaman.


Pikirannya kembali teringat dengan apa yang Venzo katakan tadi. Hatinya menolak semua kata-kata yang laki-laki itu ucapkan, tetapi di sisi lain entah kenapa ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman.


"Aku tidak tau apakah kau berkata jujur atau tidak, Venzo. Tapi aku tidak bisa mempercayai apa yang kau ucapkan begitu saja, aku juga tidak bisa mengatakan semuanya pada mereka yang ada di rumah ini. Untuk itu kita harus menjauh dulu, Venzo. Biarkan aku mencari sesuatu di rumah ini yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk semuanya." Ella kembali memejamkan kedua matanya sambil menenangkan diri, dia tidak mau kembali merasakan sakit yang akan membahayakan kandungannya.


****


Beberapa hari telah berlalu sejak Calvin dan juga Rere pindah ke kota T, dan sudah berhari-hari pula tidak ada satu pun panggilan interview dari perusahaan. Padahal mereka sudah memasukkan lamaran pada semua perusahaan di kota itu, baik yang besar maupun yang kecil.


Keadaan kaki Calvin pun saat ini sudah terlihat lebih baik, dia sudah bisa menggunakan tongkat dan tidak perlu memakai kursi roda lagi. Namun, tetap saja dia tidak bisa berjalan normal seperti sedia kala.


"Sekarang kita harus gimana, Mas? Tidak ada satu perusahaan pun yang mau menerima kita," ucap Rere dengan kesal. Dia sudah mati bosan karena setiap hari berada di dalam rumah, apalagi dengan keadaan rumah yang sangat memprihatinkan.


"Kau kan bisa cari kerja di luar, Rere. Tidak harus mengandalkanku!" balas Calvin. Andai kakinya tidak seperti ini, dia pasti sudah bisa memcari pekerjaan.


"Kerja diluar kau bilang? Memangnya aku mau kerja apa, tukang sapu jalanan, gitu?" Rere merasa sangat kesal, bisa jatuh jarga dirinya jika kerja di pinggiran jalan seperti itu.


"Lalu harus bagaimana lagi? Kau tau sendiri kakiku masih seperti ini, tidak mungkin aku berkeliaran mencari pekerjaan diluar sana,"

__ADS_1


"Cih. Bisa saja kau keluar seperti itu, lalu membawa kotak dan meminta-minta," gumam Rere. Dia sudah tidak sanggup hidup seperti itu.


"Kau bilang apa?" tanya Calvin dengan tajam.


"Aku bilang aku akan mencari pekerjaan. Uang kita hanya tinggal 300 ribu saja, dan itu tidak akan cukup untuk makan kita. Belum lagi membeli obatmu yang mahal itu, Mas. Kita sudah tidak punya uang." Rere segera berbalik dan masuk ke dalam kamar dengan kesal.


Brak.


Rere menutup pintu kamar itu dengan kuat membuat dinding rumah itu ikut bergoyang. "Lihat, bahkan hanya terkena benturan seperti ini saja dindingnya langsung bergoyang. Bagaimana jika ada angin kencang? Maka aku pun akan terbawa angin." Dia menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal.


"Aku harus segera mencari pekerjaan, aku tidak mau terus seperti ini!" Dia merasa malu dengan orang-orang yang ada di sekitar mereka.


Rere lalu mengambil tasnya untuk melihat apakah masih ada lagi uang yang terselip di sana. Dia membongkar tas itu dan mencarinya disetiap sudut.


"Tunggu, ini kan kartu nama dari laki-laki yang waktu itu?" Rere memperhatikan kartu nama yang ada di tangannya. "Apa aku minta bantuan dengannya saja ya? Tapi, aku kan tidak mengenalnya." Dia menjambak rambutnya sendiri dengan frustasi.


"Wah, terima kasih, Pak,"


"Sama-sama, Nona." Penjaga keamanan itu segera kembali ke pos penjagaannya, sementara Ella duduk di sebuah gazebo.


"Mangganya pasti sangat manis. Tapi, bibi ke mana sih? Katanya cuma mau ke kamar sebentar." Ella mencebikkan bibirnya sambil mengupas mangga yang sudah terkumpul.


Pada saat akan membuang kulit mangga itu, tanpa sengaja Ella melihat Zaydan sedang berjalan ke arah belakang sambil membawa sesuatu di tangannya. "Apa yang sedang paman lakukan?" Dia merasa penasaran.


Ella lalu meletakkan mangga itu dan berjalan ke arah pamannya berada, terlihat laki-laki itu sedang jongkok di bawah pohon duku. Dia semakin melangkah kakinya karena penasaran, sampai akhirnya dia berdiri tepat di belakang sang paman.

__ADS_1


"Aaarggh!" Ella memekik kaget sambil menutup mulutnya saat melihat apa yang terjadi, begitu juga dengan Zaydan yeng terlonjak kaget karena teriakan Ella.


"Ella, apa yang kau lakukan di sini?" Dengan cepat dia mengubur bangkai kucing yang ada di tangannya.


"Apa, apa yang paman lakukan?" tanya Ella dengan tubuh bergetar, dia merasa mual dan memalingkan wajahnya ke arah samping.


Bagaimana tidak, saat ini tangan Zaydan di penuhi oleh darah dari kucing tadi juga pisau yang masih berada ditangannya.


"Ooh, ini." Zaydan beranjak ke arah bak air yang ada di tempat itu, dia lalu mencuci tangan dan pisaunya untuk membersihkan noda darah yang ada di sana.


"Kenapa, kenapa Paman membelah perut-" Ella kembali menutup mulutnya karena tidak sanggup untuk mengatakan apa yang dia lihat tadi.


"Paman sengaja melakukannya karena kucing itu mati tersedak sesuatu, dan bibimu kehilangan mainan kalungnya. Jadi paman pikir untuk memeriksa perut kucing itu, siapa tahu dia yang menelannya. Rupanya tidak ada."


Ella mengernyitkan keningnya sambil tetap menahan rasa mual. "Tapi kenapa paman tidak meminta bantuan Dokter hewan saja. Apa paman tidak mual saat melakukannya?" Dia benar-benar tidak habis pikir.


"Ini cuma hal kecil, tidak mungkin sampai memanggil Dokter. Ya walaupun paman merasa sedikit ngeri tadi." Zaydan bergidik ngeri saat membayangkannya.


Ella menganggukkan kepala lalu menurunkan tangannya dari mulut.


"Tapi, apa yang kau lakukan di sini, Ella?" Zaydan melangkah kan kakinya untuk mendekati Ella dengan memegang pisau di balik tubuhnya.



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2