
"Ayo Mas, kita pulang!" Rere beranjak mendekati Calvin dan mengajak laki-laki itu.
Calvin tidak bergeming, dia terus diam sambil memandang ke bawah membuat Rere berdecak kesal.
"Kau dengarkan enggak sih, Mas? Ayo, kita harus segera mencairkan-"
"Diam!" teriak Calvin membuat Rere terlonjak kaget. "Serahkan ñcek itu padaku, aku akan mencairkannya dan segera menemui Zanna."
"Apa? Kau bilang apa?" Rere merasa terkejut dengan apa yang Calvin katakan.
"Aku harus segera menyusul Zanna, Rere. Dia tidak bisa memisahkanku dari anakku sendiri,"
"Cukup. Sudah cukup!" Rere menatap Calvin dengan tajam. "Kau ingin menggunakan uang ini untuk menemui wanita itu, apa kau pikir itu masak akal?" Dia tidak akan membiarkannya begitu saja.
"Tapi dia anakku, Rere. Aku, aku-"
"Aku bisa memberikan anak sebanyak yang kau mau, Calvin. Jadi lupakan wanita itu, lagi pula belum tentu itu anakmu, bisa saja dia hamil dengan laki-laki lain."
Calvin terdiam memikirkan apa yang Rere ucapkan, sementara Rere menatapnya dengan tajam. "Baiklah. Ayo, kita pulang."
Setelahnya, mereka berdua beranjak pergi dari tempat itu menuju rumah dengan perasaan gembira karena berhasil mendapatkan uang.
Ella sendiri saat ini sudah berada di salah satu kafe yang ada di kota itu, dengan ditemani Venzo dan juga Naomi.
"Aahh. Aku benar-benar merasa sangat lega." Ella menyandarkan tubuhnya yang lelah di sandaran kursi.
__ADS_1
Venzo tersenyum saat mendengarnya. "Aku juga sangat lega, Ella. Akhirnya kau hanya milikku seorang."
Ella tersipu malu dengan apa yang Venzo katakan, sementara Naomi pura-pura tidak mendengar semua itu. Namun, dia merasa penasaran karena saat ini mereka sedang berada di privat room. Padahal mereka hanya ingin minum kopi.
"Tapi, kenapa kita memesan ruangan ini, Nona? Bukannya kita hanya ingin minum kopi saja?" Akhirnya pertanyaan itu keluar juga dari mulut Naomi.
"Karena ada sesuatu hal yang ingin kami bicarakan denganmu," ucap Venzo. Lain yang ditanya lain pula jawabannya.
Naomi terdiam saat mendengar ucapan Venzo. Entah kenapa dadanya langsung bergemuruh saat ini.
"Dari mana kau mendapatkan barang-barang ilegal itu?"
Deg.
Naomi tercengang dengan apa yang Venzo katakan, dia tidak menyangka jika mereka bisa tahu tentang perdagangan ilegal itu. "Apa maksud Anda, Tuan?" tanyanya yang pura-pura tidak tahu apapun.
Glek.
Naomi menelan salivenya dengan kasar. "Saya benar-benar tidak tahu-"
"Apa kau takut karena adikmu ada bersama Zaydan?"
Naomi semakin terkejut saja, sontak dia menundukkan kepalanya, sementara Ella beralih duduk di samping wanita itu.
"Kami sudah tahu semuanya, Naomi. Jadi, katakan pada kami di mana pamanku mendapat semua itu. Dia bahkan bisa mendapatkan mayat seseorang yang digunakan untuk kesenangan gilanya itu." Ella bergidik seram.
__ADS_1
"Maaf, Nona. Saya tidak bisa mengatakannya." Naomi menundukkan kepalanya. Jika sampai dia membocorkan rahasia Zaydan, maka laki-laki itu pasti akan membunuh sang adik.
"Kau tenang saja, Leo dan anak buahnya sedang berusaha untuk membawa adikmu dari Zaydan."
Naomi benar-benar tidak percaya. Dia lalu menatap Venzo dengan sendu. "Tuan, saya benar-benar tidak kuasa. Jika tuan Zaydan melakukan sesuatu pada adik saya, maka saya tidak bisa hidup lagi."
Ella kembali mengusap bahu Naomi, dia mengerti bagaimana perasaan wanita itu saat ini.
"Tapi baiklah, jika Anda memang akan menyelamatkan adik saya. Maka saya akan mengatakan semuanya."
Ella dan Venzo saling pandang, lalu tersenyum dan kembali menatap ke arah Naomi. "Aku janji akan menyelamatkan adikmu, Naomi."
Naomi menganggukkan kepalanya. Kemudian mulai bercerita tentang apa yang dia lakukan juga tentang perdagangan illegal yang Zaydan lakukan.
"Mereka mendapatkan organ-organ itu dari mafia daratan timur yang suka membantai orang-orang. Itu sebabnya Tuan Zaydan gampang sekali mendapatkan semua organ-organ itu,"
"Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa menangkap mereka?" tanya Venzo kemudian.
"Saya tahu di mana markas mereka, Tuan. Tapi saya akan mengatakannya setelah Anda menyelamatkan adik saya," ucap Naomi. Dia tidak mau ambil resiko dan berharap Venzo lebih dulu menyelamatkan sang adik.
"Baiklah. Aku akan menyusun rencana untuk mereka, dan akan ku pastikan jika adkmu berhasil kami selamatkan."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.