Mengejar Cinta Semu

Mengejar Cinta Semu
Bab. 71. Kedatangan Semua Orang.


__ADS_3

"Bajing*an brengs*ek! Beraninya kalian menipuku!"


Zaydan benar-benar murka saat melihat markasnya telah diserang, bahkan tempat itu sudah luluh lantak ditangan Leo dan juga anak buahnya.


Setelah menghajar Nolan, ternyata Leo menelepon Naomi dan meminta wanita itu untuk datang menemuinya. Tentu saja wanita itu langsung datang, dan dia menyerahkan Nolan pada Naomi.


Awalnya Nolan menolak dan memilih mati dari pada harus bersama dengan Naomi, tetapi setelah mendengar kebenaran tentang kematian keluarga mereka dari wanita itu. Nolan terdiam, dan berbalik memihak mereka karena bukti tentang penyerangan keluarganya benar-benar lengkap dan tidak bisa dibantah lagi.


Mereka lalu bekerja sama untuk menghancurkan Zaydan, karena laki-laki itulah yang sudah menghancurkan keluarga Naomi dan Nolan yang merupakan penguasa dari salah satu klan yang dikalahkan oleh Zaydan pada saat mereka masih kecil.


Leo sendiri langsung menghubungi Venzo untuk mengatakan tentang semuanya, tetapi tiba-tiba sang tuan tidak bisa dihubungi membuat dia langsung panik.


Namun, berkat bantuan Naomi dan juga Nolan. Tentu saja mereka tahu apa yang sudah Zaydan lakukan, dan siapa saja orang-orang yang bersembunyi di balik laki-laki itu. Termasuk hubungan kerja sama dengan komandan Yuga, itu sebabnya mereka memanfaatkan laki-laki itu untuk menjebak Zaydan.


Komandan Yuga yang memang sejak dulu melindungi Zaydan tentu tidak ingin mengkhianati laki-laki itu, apalagi dia tahu bagaimana kejamnya Zaydan.


Namun, lain hal saat Leo dan yang lainnya melakukan ancaman. Mereka akan menyebarkan semuanya jika dia tidak mau bekerja sama untuk menangkap Zaydan, apalagi dengan menggunakam kekuasaan Venzo, sampai pada akhirnya dia terpaksa menuruti kemauan mereka.


Akhirnya di sinilah mereka semua berada. Venzo yang memang tidak tahu tentang rencana Leo tampak tercengang dengan apa yang terjadi, apalagi saat melihat kondisi markas Zaydan yang sudah hampir rata dengan tanah.


"Brengs*ek!"


Zaydan terus mengumpat kesal saat komandan Yuga ternyata bekerja sama dengan Venzo, sementara Venzo sendiri sudah berpikir jika komandan Yuga tadi akan benar-benar membunuhnya.


"Anda tidak apa-apa, Tuan?" tanya Leo dengan khawatir, dan dijawab dengan anggukan kepala Venzo.


"Aku benar-benar bangga padamu, Leo."


Venzo menepuk bahu Leo dengan bangga, beruntung sekali dia punya orang kepercayaan seperti laki-laki itu.


Leo menundukkan kepalanya dengan wajah bersemu merah, dia merasa malu dengan pujian yang Venzo berikan padanya.

__ADS_1


Zaydan yang sudah dikelilingi oleh anak buah Venzo tidak bisa melakukan apa-apa, semua anak buah kepercayaannya bahkan berpihak pada laki-laki itu.


Nolan dan Naomi yang merasa benar-benar murka langsung mendekati Zaydan, dan Nolan melayangkan pukulan ke wajah laki-laki itu.


"Beraninya kau memukulku!"


Zaydan menarik pistol yang ada di sakunya dan menodongkannya tepat ke arah Nolan, membuat laki-laki itu tersenyum sinis.


"Tembak saja kalau kau mau, Zaydan. Tapi aku tidak akan mati sebelum kau mati ditanganku."


Dor.


Naomi yang melihat semua itu tentu langsung menembakkan pelurunya tepat mengenai lengan Zaydan.


"Aarrgh!"


Zaydan memekik kesakitan saat sebuah peluru menembus kulitnya, sementara Venzo berusaha untuk menenangkan Nolan dan juga Naomi.


"Bagaimana, Zaydan? Apa kau pikir semua ini sudah berakhir?"


Buak.


Nolan kembali melayangkan tendangan ke wajah Zaydan membuat darah segar keluar dari mulut laki-laki itu, dia benar-benar sudah tidak bisa menahan diri lagi untuk membunuhnya.


"Kau masih saja angkuh, psik*opat gila. Aku tidak tahu apa yang akan negara ini lakukan pada orang sepertimu, atau haruskan aku yang melakukannya?"


Venzo melangkahkan kakinya mendekati Zaydan yang menatapnya dengan tajam dan penuh kebencian, sementara dari kejauhan terlihat kakek Nolan sedang berlari ke arah mereka.


"Hentikan!"


Venzo yang akan kembali bicara tidak jadi mengucapkannya saat mendengar suara seseorang, sontak mereka semua langsung melihat ke arah orang tersebut sambil menodongkan senjata.

__ADS_1


"Tolong jangan bunuh putraku, Tuan Venzo." Kakek Zaron menangkupkan kedua tangannya di depan dada memohon ampunan dari Venzo.


Venzo langsung tertawa saat mendengar apa yang laki-laki tua itu katakan. "Aku benar-benar kagum sekali denganmu, kakek. Bagaimana mungkin kau masih melindungi seorang psik*opat gila sepertinya?"


"Semua ini karena kesalahanku, Tuan. Akulah yang telah membuatnya jadi seperti itu. Jika Anda ingin membunuh, maka bunuhlah aku."


Venzo menggelengkan kepalanya dengan tawa yang masih tampak dibibirnya. "Benar, semua ini memang berasal darimu. Apalagi perdagangan organ-organ itu, sungguh kalian benar-benar orang yang sangat kejam."


Kakek Zaron menundukkan kepalanya dengan tubuh bersimpuh di hadapan Venzo. Dia lalu melirik ke arah Zaydan dengan sendu, sungguh dia merasa menyesal telah membuat putranya jadi seperti ini.


"Bagaimana ini, aku ingin sekali membunuh kalian berdua," ucap Venzo membuat Zaydan semakin murka.


"Dasar brengs*ek! Jika kau berani lawan aku secara langsung, pengecut!" teriak Zaydan membuat Nolan kembali memukulnya.


"Saya sudah tidak tahan lagi untuk membunuhnya, Tuan. Manusia sepertinya tidak pantas untuk hidup di dunia ini," ucap Nolan meminta izin pada Venzo.


Venzo terdiam karena memikirkan Ella dan keluarga wanita itu yang lain, apa yang akan mereka lakukan jika dia membunuh Zaydan?


Sementara itu kakek Zaron terus memohon agar mereka tidak membunuh Zaydan, sampai akhirnya datanglah beberapa orang ke tempat itu yang tentu saja membuat Venzo terkejut.


"Lepaskan papa dan kakekku!" teriak Zavier membuat semua orang terlonjak kaget, terutama Venzo yang melihat Ella juga ada di hadapannya.


"Ella, kau-" Venzo tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat apa yang Ella lakukan.





Tbc.

__ADS_1


Mampir juga ke karya baru aku ya 😍 dijamin seru 🥰



__ADS_2