
Beberapa saat kemudian, Calvin dan juga Rere sudah sampai di tempat tujuan. Rere segera meminta bantuan pada petugas keamanan untuk menurunkan Calvin dari mobil, karena memang dia tidak sanggup jika harus menurunkannya seorang diri.
Begitu masuk ke dalam perusahaan, orang-orang yang melihat mereka langsung bisik-bisik tetangga. Bahkan ada yang sengaja berbicara dengan kuat agar mereka mendengarnya.
Apalagi dengan keadaan Calvin yang seperti itu, tentu mereka penasaran apa yang sudah terjadi pada mereka.
"Hay Rere. Wah, pengantin baru sudah masuk kerja saja ya," sapa salah satu karyawan yang hadir pada acara pesta pernikahan waktu itu.
Rere hanya tersenyum saja untuk menanggapinya karena memang dia baru beberapa bulan saja di perusahaan, jadi belum punya teman dekat dan hanya sekedar partner kerja saja.
"Tapi, apa yang terjadi dengan Anda, Tuan? Ooh iya, aku lupa. Anda kan, ditabrak oleh istri Anda. Iya kan, Rere?"
Calvin mengepalkan tangannya dengan emosi, sementara Rere juga menatap wanita itu dengan tajam.
Orang-orang yang mendengarnya tentu merasa kaget, dan mulai membicarakan tentang hal itu.
"Beraninya kalian bertindak tidak sopan seperti ini pada atasan kalian!" teriak Calvin membuat suaranya menggema di tempat itu, tetapi sama sekali tidak membuat mereka takut walaupun dia merupakan pimpinan di cabang perusahaan itu.
"Maaf, Tuan Calvin. Kami sudah membuat kesalahan dengan tidak berbuat sopan pada Anda. Tapi, sepertinya Anda memang pantas mendapatkannya, Tuan. Anda juga tidak pantas untuk dihormati,"
"Kau-"
"Apa-apaan ini?"
Semua orang langsung terdiam dengan kedatangan sekretaris pribadi dari pemilik perusahaan itu, begitu juga dengan Calvin yang langsung menundukkan kepalanya.
"Kenapa kalian berkumpul di sini, hah? Apa kalian semua mau di pecat?" bentak sekretaris itu membuat semua orang langsung meminta maaf dan bubar barisan.
Laki-laki itu lalu melihat ke arah Calvin dan juga Rere. "Kalian berdua, ikut aku ke ruangan bos."
"Ba-baik, Tuan."
Calvin dan Rere segera mengikuti langkah sekretaris itu menuju ruangan pimpinan mereka, lalu dia mengetuk pintunya sebelum masuk ke dalam ruangan tersebut.
Calvin mengeryitkan keningnya saat melihat ada orang lain di ruangan itu, apalagi saat ini orang itu malah duduk dikursi sang CEO.
__ADS_1
"Tuan, mereka lah yang sedang Anda cari," ucap CEO dari perusahaan itu saat Calvin dan Rere sudah berdiri di hadapan mereka.
Zaydan menatap kedua orang itu dengan tajam membuat Calvin dan Rere menelan salive mereka dengan kasar, apalagi kini laki-laki itu menyeringai membuat wajahnya tampak menyeramkan.
"Jadi, kalian berdua sepasang suami yang tengah viral di media sosial itu?" tanya Zaydan sambil menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi, sementara CEO perusahaan dan sekretaris itu berdiri di sampingnya.
Calvin dan Rere terdiam saat mendapat pertaanyaan seperti itu membuat pimpinan mereka menjadi murka.
"Jawab pertanyaan Tuan Zaydan!" bentaknya dengan suara tertahan.
Calvin langsung menatap Zaydan sementara Rere semakin menundukkan kepalanya. "Maaf karena sudah membuat keributan, Tuan. Saya berjanji akan segera menyelesaikannya."
"Aku tidak butuh permintaan maafmu!"
Bruk.
Zaydan melempar kotak pulpen tepat ke tubuh Calvin membuat laki-laki itu tersentak, tangannya sudah gatal sekali ingin memberi pelajaran pada laki-laki tersebut.
"Ma-maaf, Tuan saya-"
Calvin lalu berusaha menatap Zaydan walaupun dadanya sedang bergemuruh. "Sebenarnya siapa laki-laki ini? Aku belum pernah melihatnya, tapi kenapa bos sangat takut padanya?" Dia merasa sangat penasaran.
"Be-benar, Tuan. Kamilah yang ada dalam video itu, tetapi semua hanya kesalah pahaman saja," jawab Calvin.
"Salah paham?" tanya Zaydan kembali dengan senyum sinis.
Calvin lalu menganggukkan kepalanya. "Benar, Tuan. Sebenarnya istri saya sudah tahu jika saya akan menikah dihari itu, dan dia juga sudah setuju. Tetapi tiba-tiba dia membuat onar dan keributan seperti itu."
"Benarkah?" Zaydan beranjak bangun membuat CEO dan sekretarisnya menjadi panik.
Calvin kembali menganggukkan kepalanya. "I-iya, Tuan. Saya mengatakan yang sebenarnya." Dai merasakan intimidasi yang sangat kuat dari laki-laki itu.
"Awalnya aku tidak ingin melakukan apapun, dan hanya akan memecatmu saja. Tapi, aku jadi berubah pikiran." Zaydan berdiri tepat di hadapan Calvin dan memperhatikan kondisi laki-laki itu.
"Tolong maafkan kami, Tuan. Saya janji tidak akan membuat keributan lagi dan akan segera menyelesaikan semua ini." Calvin menangkupkan tangannya di depan dada, begitu juga dengan Rere yang mengikutinya.
__ADS_1
Walaupun mereka tidak tahu siapa Zaydan sebenarnya, tetapi mereka tahu bahwa posisi laki-laki itu lebih berkuasa dari CEO mereka.
Zaydan tergelak saat mendengar permohonan mereka. "Baiklah, aku tidak akan memecat kalian. Tapi aku akan menjadikan kalian sebagai office boy dan juga office girl."
"Apa?" Calvin dan Rere terlonjak kaget saat mendengarnya. "Apa, apa Maksud Anda, Tuan? Bagaimana mungkin Anda bisa melakukan ini?" ucap Calvin.
"Aku bisa melakukan apapun sesuai dengan apa yang aku inginkan." Zaydan kembali tersenyum sinis lalu melihat ke arah CEO itu.
"Tidak, Tuan. Anda tidak bisa melakukan ini. Lebih baik kami mengundurkan diri dari perusahaan dari pada harus direndahkan seperti ini," pekik Calvin dengan tidak terima. Bagaimana mungkin mereka bisa merendahkannya seperti ini?
Zaydan yang mendengarnya langsung tergelak. "Silahkan saja, aku akan sangat senang jika kau dan wanita itu keluar dari perusahaan. Dan jangan harap kalian bisa bekerja di perusahaan mana pun selain di sini."
"Apa?" Calvin kembali terkejut, begitu juga dengan semua orang yang ada di ruangan itu.
Mudah saja bagi seorang Zaydan untuk melakukannya, dia bahkan bisa mengambil alih perusahaan itu hanya dalam waktu satu malam. Lalu, apa artinya hanya butiran debu seperti mereka.
"Lakukan apa yang aku katakan tadi, dan jangan biarkan ada satu pun perusahaan yang mau mempekerjakan mereka," perintah Zaydan dengan penuh penekanan membuat CEO dan sekretarisnya langsung mengangguk.
"Ba-baik, Tuan. Saya akan melaksanakan apa yang Anda perintahkan,"
"Tunggu, ini tidak adil. Kenapa saya harus dihukum seperti ini? Saya tidak melakukan kesalahan apapun pada perusahaan, saya hanya-"
"Diam! Kau tidak punya hak untuk bicara." Zaydan menunjuk tepat ke wajah Calvin membuat laki-laki itu langsung menutup mulutnya, sementara Rere sudah terisak.
"Seharusnya kau berterima kasih karena aku tidak menginjakmu sampai hancur, karena aku masih punya sedikit saja rasa kasihan padamu." Ucapan Zaydan mengandung ancaman juga peringatan, bahwa dia bisa melakukan apa saja untuk menghancurkan mereka.
"Siapa, siapa Anda sebenarnya? Saya merasa tidak pernah punya masalah dengan Anda, tapi kenapa Anda melakukan hal seperti ini pada saya?" tanya Calvin dengan menahan amarahnya.
"Kau bertanya siapa aku?" Zaydan lalu mendekati Calvin dan kembali berdiri di hadapannya. "Aku adalah paman dari seseorang yang sudah kau sakiti."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.