Mengejar Cinta Semu

Mengejar Cinta Semu
Bab. 70. Kegelisahan Ella.


__ADS_3

Rosa segera membawa Ella ke kamar dengan bantuan para pelayan, setelah itu dia menyuruh salah satu dari pelayan tersebut untuk menelepon Dokter dan memintanya datang.


Ella sudah berbaring di atas ranjang, tetapi dadanya masih saja berdebar tidak karuan. Dia merasa cemas dan gelisah secara tiba-tiba, dan tentu saja dengan perasaan khawatir seperti sedang terjadi sesuatu dengan seseorang yang dia sayangi.


"Di-di mana Zavier, Bi?"


Tiba-tiba Ella berpikir mungkin terjadi sesuatu dengan adik sepupunya itu hingga perasaannya menjadi tidak nyaman.


"Tadi dia ada di-"


"Aku di sini, Kak. Apa Kakak baik-baik saja?"


Zavier berjalan masuk ke dalam kamar membuat Ella dan Rosa melihat ke arahnya. Ella langsung merasa lega saat melihat adiknya itu, tapi kenapa masih ada perasaan yang terasa sangat mengganjal.


Tiba-tiba Ella teringat dengan satu orang. Ya, siapa lagi yang dekat dengannya jika bukan Venzo. Dengan cepat dia beranjak bangun dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja.


"Jangan banyak bergerak dulu, Ella."


Rosa merasa khawatir, tetapi Ella tidak peduli dan bergegas untuk menelepon Venzo.


Sudah beberapa kali Ella menelepon, tetapi tidak ada satu panggilan pun yang di jawab oleh Venzo. Dan sekarang nomor ponsel laki-laki itu malah tidak aktif.


"Kenapa nomornya jadi enggak aktif? Apa terjadi sesuatu dengannya?"


Ella merasa benar-benar khawatir, dan pikirannya sudah terbang ke mana-mana saat ini.


"Tenanglah, Ella. Mungkin Venzo sedang ada di jalan, itu sebabnya dia tidak menjawab panggilanmu,"


"Tidak, Bibi. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, dan sekarang nomornya malah tidak aktif."


Rosa dan Zavier menjadi ikut khawatir saat mendengar apa yang Ella katakan, tetapi tidak mungkin laki-laki seperti Venzo yang punya banyak anak buah bisa berada dalam bahaya.

__ADS_1


"Kenapa Kakak sangat khawatir? Tidak ada yang bisa menyakiti Tuan Venzo, bahkan dia adalah manusia yang paling kejam di muka bumi ini."


Zavier ikut bersuara karena dia tahu bagaimana kemampuan Venzo, dan dia merasa jika tidak ada orang lain yang berani pada laki-laki itu.


"Tidak. Venzo tidaklah kejam, tapi ayahmu lah kejam, Zavier!"


Deg.


Sangking paniknya, Ella tidak sadar dengan apa yang dia katakan membuat Rosa dan Zavier tersentak kaget. Terutama Zavier, yang saat ini sedang menatap Ella dengan tajam.


"Ella, kau-" Rosa tidak dapat melanjutkan ucapannya saat melihat raut wajah Zavier, yang saat ini sedang menatapnya dan Ella secara bergantian.


Ella yang baru sadar dengan apa yang dia ucapkan langsung menutup mulutnya dengan tangan, dan merutuki kebod*ohan yang telah dia lakukan.


"Apa maksud Kakak, kenapa Kakak mengatakan kalau papa kejam?" tanya Zavier dengan tajam membuat Ella dan Rosa saling pandang.


Rosa lalu mendekati sang putra dan mengelus lengannya. "Begini, Nak. Kakakmu marah karena papa tidak memperbolehkannya berhubungan dengan Venzo, itu sebabnya dia mengatakan jika papa itu kejam."


Untungnya Rosa punya alasan yang tepat untuk memberi alasan atas apa yang Ella ucapkan, membuat wajah Zavier tidak tegang lagi.


Ella hanya mengangguk saja untuk menanggapi ucapan Zavier, dia merasa lega karena bibinya bisa mencari alasan untuk laki-laki itu.


Ella kemudian mencoba untuk menelepon Naomi agar wanita itu bisa mencaritahu di mana keberadaan Venzo saat ini, dan bertepatan datangnya Dokter ke kamarnya.


"Kenapa Anda lama sekali, Dokter?" tanya Rosa saat seorang Dokter masuk ke dalam kamar Ella.


"Maaf, Nyonya Rosa. Tadi ada sesuatu yang menghambat jalan saya, sehingga saya harus berputar dan lewat jalan yang lainnya untuk sampai kemari."


Ella mengernyitkan keningnya saat mendengar apa yang Dokter itu katakan. "Apa maksudnya, Dokter?"


Dokter itu lalu menceritakan jika ada sebuah balok besar yang menghadang di tengah jalan, dan juga ada sebuah mobil yang meledak membuat para polisi berjaga disekitar tempat itu.

__ADS_1


Ella, Rosa, dan juga Zavier merasa terkejut saat mendengar apa yang Dokter itu katakan. Merasa penasaran, Zavier langsung membuka akun media sosialnya untuk melihat berita terbaru.


Mata Zavier membulat sempurna saat melihat apa yang ada di ponselnya. "I-ini kan mobil yang tadi dipakai oleh tuan Venzo."


Deg.


Ella langsung turun dari ranjang dan merebut ponsel Zavier untuk melihat apa yang sedang mereka lihat, dan seketika tubuhnya terasa lemas hingga terjatuh ke atas lantai.


Bruk.


"Ella!"


"Kakak!"


Semua orang memekik kaget saat melihat Ella sudah terduduk di lantai, dengan cepat mereka mengangkatnya dan membawanya ke atas ranjang.


"Venzo, Venzo,"


"Tenanglah, Ella. Dia pasti baik-baik saja."


Ella menggelengkan kepalanya dengan deraian air mata, sampai akhirnya dia memaksa untuk pergi ke tempat di mana mobil Venzo berada.


Mau tidak mau Rosa dan Zavier terpaksa membawa Ella ke tempat di mana mobil Venzo berada, atau wanita itu akan nekat pergi sendirian.


Pada saat yang sama, di markas Zaydan telah terjadi sebuah perang. Para anak buah laki-laki itu sudah terkapar di atas tanah, bahkan sebagian dari mereka sudah tidak bernyawa.


"Bajing*an brengs*ek! Beraninya kalian menipuku!"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2