Mengejar Cinta Semu

Mengejar Cinta Semu
Bab. 72. Kejahatan Zaydan.


__ADS_3

Ella langsung berlari dan memeluk tubuh Venzo dengan erat membuat laki-laki itu tidak bisa melanjutkan ucapannya, sementara yang lain menatap kedatangan mereka dengan heran.


Ternyata kakek Zaron memberitahu Zavier tentang keberadaan mereka agar cucunya datang bersama dengan yang lainnya. Dia berharap agar Venzo tidak membunuh Zaydan karena keberadaan Ella.


"Kau, kau tidak apa-apa?" tanya Ella dengan berderai air mata.


Venzo segera mengusap air mata yang menetes di wajah Ella lalu mengecup kedua mata wanita itu. "Jangan menangis Ella, aku baik-baik saja."


Ella menganggukkan kepalanya lalu kembali memeluk Venzo, dia benar-benar khawatir saat melihat ledakan yang terjadi pada mobil laki-laki itu.


"Apa yang kau lakukan, Tuan Venzo. Lepaskan papaku!"


Ella langsung melepaskan pelukannya saat mendengar ucapan Zavier, sementara Venzo sendiri menatap laki-laki itu dengan tajam.


"Tenangkan dirimu, Nak." Rosa mencoba untuk menenangkan Zavier, tetapi anaknya itu tetap meminta agar Zaydan di lepaskan.


"Tolong suruh dia untuk melepaskan papa, Kak. Aku mohon," pinta Zavier pada Ella membuat wanita itu menatap dengan sendu.


"Maaf, Zavier. Aku tidak bisa melepaskan papamu."


Deg.


Zavier berusaha untuk mendekati Venzo tetapi anak buah laki-laki itu langsung menodongkan senjata ke arahnya.


"Kenapa kau melakukan ini pada keluargaku? Lepaskan papa dasar laki-laki biad*ab!" Zavier terus berteriak agar Venzo melepaskan keluarganya. "Kenapa kakak diam saja? Cepat suruh dia untuk melepaskan papa dan kakek!"


Ella menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah membasahi wajah, begitu juga dengan Rosa yang sejak tadi sudah terisak.


Zavier menatap Ella dan juga ibunya dengan heran, apalagi saat kedua wanita wanita itu hanya diam melihat papa dan juga kakeknya di tangkap oleh Venzo.


"Kau, kau mengkhianati keluargamu sendiri, Kak?" Zavier menatap Ella dengan tidak percaya.


Ella menggelengkan kepalanya. "Tidak, Zavier. Mana mungkin aku-"


"Itu benar, Zavier. Ella bersekongkol dengan Venzo untuk melenyapkan kita semua."


Deg.


Semua orang langsung menatap Zaydan dengan tajam. Bagaimana mungkin laki-laki itu malah memfitnah Ella dalam keadaan seperti ini?


"Tidak, Zavier. Semua itu bohong!"

__ADS_1


Rosa yang tidak terima dengan ucapan Zaydan langsung melakukan pembelaan, membuat Zavier menatap mereka dengan bingung.


"Papamulah yang telah mengkhianati kita semua, Zavier. Dia telah mengkhianati semua orang."


Zavier kembali menatap ke arah Zaydan, sementara Zaydan berusaha untuk memutar balikkan fakta dengan menuduh Ella dan Venzo yang melakukan kejahatan.


Venzo yang sudah tidak bisa menahan diri langsung melemparkan pisaunya tepat mengenai wajah Zaydan.


Cres.


"Aargh!"


"Papa!"


Semua orang tersentak kaget dengan apa yang Venzo lakukan, terutama Zavier yang langsung memberontak dalam pegangan anak buah Venzo.


"Jika kau bicara satu kata saja, maka pisau itu akan langsung menancap di lehermu," ucap Venzo dengan penuh penekanan membuat Zaydan langsung diam. Dia lalu berjalan mendekati kakek Zaron yang menatapnya sendu.


"Ceritakan semua yang sudah kalian lakukan pada cucumu itu, termasuk pembunuhan yang kalian lakukan pada kedua orang tua Ella."


Deg.


Tubuh Zavier langsung lemas saat mendengar semua ucapan sang kakek, bahkan kakinya tidak bisa lagi untuk menahan berat tubuhnya hingga terjatuh ke atas tanah.


"Zavier!"


Rosa dan Ella berteriak saat melihat Zavier, sementara laki-laki itu terdiam dengan pandangan kosong seperti sebuah patung yang tidak bernyawa.


"Nak, anakku!"


Rosa menepuk-nepuk pipi Zavier untuk menyadarkan putranya itu, terlihat Zavier menatapnya dengan sendu.


"Itu tidak benar'kan, Ma? Apa, apa yang kakek ceritakan itu bohong?"


Rosa benar-benar tidak tega melihat raut wajah Zavier yang tampak sangat menghiba, tetapi dia terpaksa menganggukkan kepalanya supaya putranya tahu jika Zaydanlah yang sudah melakukan kejahatan.


"Tidak, semua itu tidak benar. Aku tahu laki-laki itu pasti sudah mengancam kalian semua hingga memfitnah papa seperti ini, kalian semua pembohong!"


Semua orang menggelengkan kepalanya dengan apa yang Zavier katakan, sementara Zaydan tersenyum tipis karena putranya tidak mempercayai mereka.


"Bagus, dia masih bisa kujadikan tameng agar lepas dari mereka." Zaydan harus mencari cara agar Zavier mendekatinya.

__ADS_1


Sementara itu, Nolan yang sudah merasa kesal dan tidak bisa lagi menahan emosinya segera mendekati Zaydan dan bersiap untuk melakukan tembakan.


"Berhenti, jangan sakiti papaku!" teriak Zavier membuat semua orang langsung melihat ke arah Zaydan.


"Benar, tidak adil jika aku hanya membunuh laki-laki ini saja. Tentu aku harus membunuh putranya juga."


Nolan langsung menodongkan pistol ke arah Zavier membuat semua orang tersentak kaget. "Apa yang kau lakukan?" teriak Ella.


"Aku akan membunuh anak dari laki-laki bajing*an itu,"


"Tidak!"


Ella dan Rosa langsung berdiri di hadapan Zavier untuk menghalangi Nolan melakukan tembakan, sementara Venzo menatap laki-laki itu dengan tajam.


"Jika kau berani menyakiti Ella, maka aku sendiri yang akan membunuhmu!" ancam Venzo sambil menatap Nolan dengan tajam.


"Bunuh saja aku, tapi setelah aku membunuh bedeb*ah ini!" Nolan tetap berniat untuk membunuh mereka.


"Zavier tidak melakukan apapun, dia bahkan tidak tau jika ayahnya adalah seorang penjahat. Bagaimana mungkin kau malah ingin membunuhnya?" ucap Ella dengan geram. Dia tidak akan membiarkan siapa pun melukai Zavier.


Zavier terdiam sambil menatap mama dan juga Ella dengan sendu. Benarkah jika papanya adalah seorang penjahat? Bahkan papanya juga membunuh pamannya sendiri?


Zavier benar-benar tidak percaya dengan semua ini, dia lalu melihat ke arah Zaydan dan terkejut saat melihat papanya menodongkan pistol tepat ke arah Venzo.


"Venzo awas!"


Dor.


Naomi langsung menembak Zaydan tepat mengenai perutnya membuat laki-laki itu langsung tumbang.





Tbc.


Mampir juga ke karya baru aku ya 😍


__ADS_1


__ADS_2