Mengejar Cinta Semu

Mengejar Cinta Semu
Bab. 78. Akhir Dari Penderitaan (Tamat).


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu sejak Zaydan sadar. Setelah kondisinya benar-benar baik, polisi segera membawanya untuk mempertanggung jawabkan semua yang telah dilakukan.


Zavier tetap setia menjenguk sang papa yang sudah berada di dalam penjara, begitu juga dengan kakek Zaron yang sudah lebih dulu berada di sana.


Kasus kejahatan yang Zaydan dan kakek Zaron lakukan terus berkembang, dan sidang-sidang juga terus dilakukan. Pengumpulan bukti, sampai penangkapan semua orang yang terlibat dalam kejahatan itu berhasil diselesaikan. Tentu saja karena Zaydan mengatakan semuanya pada mereka, dan tidak ada lagi pembelaan atau sesuatu yang dia tutupi.


Saat ini Zaydan dan kakek Zaron sedang melakukan permintaan maaf secara terbuka pada semua masyarakat dengan pihak kepolisian. Tentu saja semua kalangan menghadiri acara tersebut.


"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya karena telah melakukan kejahatan sekeji itu, dan sekarang saya benar-benar menyesal." Zaydan menundukkan tubuhnya.


"Semua yang saya lakukan tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga saya, terutama putra saya yang sangat berharga. Dia bahkan pernah menjadi korban dari kegilaan saya ini, dan untungnya istri saya berhasil menyelamatkannya. Dia anak yang baik dan berhati lembut, tolong perlakukan dia dengan baik juga."


Zaydan kembali menundukkan tubuhnya membuat Zavier yang melihat dari kejauhan merasa terharu. Secara tidak langsung papanya sedang memohon pada masyarakat agar tidak lagi menghina, mencela, atau mencaci makinya.


Setelah semuanya selesai, Zaydan dan papanya kembali di bawa oleh polisi. Semua orang tampak mencerca mereka berdua atas apa yang telah mereka lakukan, tentu saja semua orang merasa marah dan juga geram dengan kejahatan yang telah terjadi.


***


Waktu berlalu dengan sangat cepat, saat ini Ella dan Venzo sedang berada di rumah sakit karena sejak pagi wanita itu merasa kontraksi.


Zavier dan Rosa juga ada di rumah sakit. Mereka merasa senang dan juga khawatir karena sebentar lagi Ella akan melahirkan.


Setelah pembukaan Ella sempurna, Dokter segera membawanya ke ruang bersalin. Tentu saja Venzo terus berada di samping Ella, dan enggan untuk menjauh selangkah pun darinya.


Suara terikan Ella menggema di ruang bersalin dengan keringat mengucur deras. Rasa sakit terus menyelimuti tubuhnya membuat Venzo ikut merasa sakit.


Ella mengejan dengan kuat membuat urat-uratnya menonjol ke permukaan, sampai akhirnya suara tangisan seorang bayi menggema di ruangan itu.


Venzo mengecup seluruh wajah Ella dengan tetesen air mata, hatinya terasa sakit melihat perjuangan wanita itu.


"Kau wanita yang hebat, Sayang. Kau seorang ibu yang luar biasa."


Ella hanya bisa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian dia melihat sang putri dengan air mata yang membasahi wajah.


Dokter segera membersihkan bayi mungil nan cantik itu, sementara Dokter yang lain segera mengurus Ella yang baru saja berjuang antara hidup dan mati.

__ADS_1


Rosa dan Zavier yang mendengar suara tangisan bayi saling berpelukan dengan haru. Mereka sangat bahagia karena Ella sudah melahirkan, tetapi masih khawatir karena belum tahu bagaimana kabar wanita itu saat ini.


Beberapa saat kemudian, Dokter menyerahkan bayi itu kepada Ella membuat tangisannya pecah. Dia mengecupi pipi sang putri yang sangat mungil sekali, dan wajahnya sangat mirip dengannya.


"Lihat, putri kita sangat cantik, Sayang."


Venzo tampak gemas saat melihatnya, sementara Ella menganggukkan kepalanya.


"Benar, Venzo. Putri kita sangat cantik."


Setelah itu mereka segera di bawa ke ruang perawatan dan bertemu dengan Zavier dan juga Rosa. Kedua anak dan ibu itu berebut untuk menggendong bayi yang masih sangat lemah itu, membuat Venzo emosi.


"Putriku bisa hancur kalau kalian tarik ke sana kemari!" ucap Venzo dengan penuh penekanan, tapi bukannya takut, Rosa dan Zavier malah tertawa saat mendengarnya.


"Siapa nama keponakanku yang lucu ini, Kak?" tanya Zavier sambil mengecup pipi bayi itu dengan gemas.


Ella langsung melirik ke arah Venzo saat mendengar pertanyaan Zavier. "Siapa nama putri kita, Venzo?"


"Zelina Zakeshia, seorang anak perempuan yang cantik penghuni surga," ucap Venzo membuat mata Ella kembali berkaca-kaca.


"Nama yang cantik, Venzo."


Berita tentang kelahiran Ella sampai juga ke telinga Zaydan dan juga kakek Zaron. Mereka bersyukur karena Ella dan bayinya selamat dan baik-baik saja.


"Dia pasti sangat cantik dan menggemaskan seperti Ella dulu, Pa," ucap Zaydan yang langsung diangguki oleh kakek Zaron.


"Kau benar, Zaydan. Dia pasti sangat menggemaskan sekali." Kakek Zaron merasa tidak sabar untuk bertemu dengan cicitnya.


Setelah Ella melahirkan, Venzo menepati janjinya dan mengajaknya untuk menikah. Tentu saja Ella merasa sangat bahagia, begitu juga dengan Zavier dan juga Rosa.


"Aku akan mengadakan acara pernikahan kita dengan mewah dan meriah, sekaligus memperkenalkan putri kita pada semua orang."


Ella menganggukkan kepalanya. "Aku akan menunggunya, Venzo. Jika dulu kau menungguku untuk kembali padamu, maka sekarang aku akan menunggumu agar menikahiku."


"Cih. Waktu menunggumu itu sangat sebentar sekali." Venzo mencebikkan bibirnya membuat semua orang langsung tertawa.

__ADS_1


Setelah apa yang terjadi, akhirnya kebahagiaan menyapa Ella dan semua keluarganya. Duka yang mereka rasakan sedikit demi sedikit terobati dengan hadirnya malaikat kecil dalam hidup mereka, yang mengubah tangis dengan tawa.


Sesuai dengan permintaan Ella pada pihak kepolisian, Zaydan dan juga kakek Zaron yang sebelumnya akan dihukum mati berubah menjadi penjara seumur hidup. Berada dalam penjara jauh lebih baik dari pada hukuman mati, dan tentu saja Ella melakukannya karena Zavier.


"Terima kasih, Kak. Terima kasih." Zavier memeluk Ella dengan erat, dia benar-benar bahagia dengan putusan hakim untuk papa dan juga sang kakek.


"Jangan berterima kasih, Zavier. Walau apa yang terjadi, mereka tetaplah keluargaku. Sekarang aku sudah bahagia dan bisa memaafkan mereka, jadi ayo kita hidup dengan baik dan bahagia mulai dari sekarang!"


Semua orang benar-benar kagum dengan keputusan Ella, begitu juga dengan Zaydan dan kakek Zaron yang berulang kali meminta maaf dan mengucapkan terima kasih.


Setelah banyak waktu berlalu, akhirnya hari ini Ella dan Venzo sudah resmi menjadi suami dan istri. Aula dari salah satu hotel bintang 5 milik Venzo diubah layaknya sebuah negeri dongeng, dilengkapi dengan taburan bunga yang sangat indah dan memukau.


Semua orang turut hadir dalam pesta pernikahan itu. Baik pengusaha, rekan bisnis, pejabat dan semua orang yang diundang oleh kedua mempelai.


Naomi dan Leo tampak sibuk menyambut para tamu, begitu juga dengan Zavier dan juga Rosa.


Kebahagian semakin membuncah saat Ella dan Venzo memperkenalkan Zelina pada semua orang. Gadis kecil itu tampak tertawa bahagia dalam gendongam Venzo, membuat semua orang merasa gemas saat melihatnya.


"Terima kasih karena sudah memberikan semua kebahagiaan ini, Venzo. Terima kasih sudah menjadi ayah yang baik untuk Zelina. Aku benar-benar beruntung bisa mencintai dan menikah denganmu."


Venzo tersenyum saat mendengar apa yang Ella katakan. "Sudah menjadi kewajibanku untuk membahagiakanmu dan Zelina, Sayang. Jadi jangan pernah mengucapkan terima kasih, cukup ucapkan kalau kau mencintaiku. Maka aku akan merasa sangat bahagia."


Ella langsung mengecup bibir Venzo membuat suara sorakan dan tepuk tangan menggema di tempat itu. "Aku mencintaimu, Venzo. Aku sangat mencintaimu, Suamiku."


"Aku juga, Sayang. Aku sangat mencintaimu dan juga putri kita."


Setelah sekian purnama, akhirnya Ella mendapat kebahagiaan yang seutuhnya bersama dengan orang yang sangat dia cintai juga sangat mencintainya. Luapan kebahagiaan terus terpancar diwajahnya, begitu juga dengan Venzo yang terus tersenyum lebar sepanjang hari.


Kepercayaan dan keyakinan adalah kunci menuju kebahagiaan. Walau saat ini kita sedang berada dalam pusara duka yang menguras emosi dan air mata, tetapi tetap yakinlah bahwa akan ada masa di mana tangisan akan menjadi tawa. Kesedihan akan menjadi kebahagiaan, dan rasa sakit akan berganti dengan senyuman. Tetap semangat, dan jadi peribadi yang lebih baik lagi.




__ADS_1


Tamat.


Terima kasih untuk semua yang sudah membaca kisah Ella sampai selesai 🙏 saya tidak akan bisa menyelesaikannya tanpa dukungan dari pembaca semua 🥰 sekali lagi terima kasih banyak ❤


__ADS_2