Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.10


__ADS_3

Tanpa kejelasan dan tanpa kabar 17 tahun sudah sang suami pergi meninggalkan dirinya dan juga sang anak.Namun Bu Nilam tidak pernah menyerah dengan hidupnya.


Dari hasil pesangon yang dia terima dari tempat kerja nya dulu Bu Nilam mendirikan sebuah warung nasi kecil kecilan namun bertahan hingga kini.


Bahkan dari hasil warung itulah Bu Nilam mampu menyekolahkan Saina hingga bisa masuk kesekolahan bergengsi walaupun lolos masuk lewat jalur beasiswa namun tetap saja biaya yang diluarkan untuk membeli peralatan dan pelengkapan sekolah untuk Saina cukup memakan biaya yang besar.


Namun berkat usaha dan kerja kerasnya Bu Nilam pun mampu melewati kesulitan ekonomi yang sempat nenimpanya hingga kini sudah lumayan bisa tenang menjalani hidup tanpa kebingungan tentang keuangan.


Kondisi usaha yang sudah berjalan lancar serta tidak pernah menyisihkan hasil usaha itu untuk disimpan membuatnya mampu membeli peralatan sekolah Saina yang terbilang cukup mahal untuk kalangan ekonomi menengah kebawah.


*


*


Saina melangkahkan kakinya perlahan memasuki pekarangan sekolah dimana para siswa siswi yang baru saja tiba disekolah itu turut serta berjalan melewati gerbang bersama dengan nya.

__ADS_1


Diantara ratusan orang yang memasuki sekolah Sianalah diantara salah satunya.Dengan perasaan takut yang begitu besar Saina terus melangkah masuk kedalam sekolah menelusuri lorong barisan kelas kelas lain menuju kekelasnya.


Saina cukup merasa lega saat dirinya tiba didalam kelas tanpa gangguan dari orang yang begitu dia takuti.Saina pun melewati hari nya disekolahan dengan aman dan tenang tanpa gangguan dari Arzio dan geng nya.


Saina pun berjalan penuh dengan rasa lega saat jam pulang sekolah dirinya tidak juga menemukan satu pun dari ke empat cowok paling berkuasa disekolahan itu.


Namun saat akan berjalan menuju gerbang untuk pulang tiba tiba tangannya ditarik oleh seseorang dengan cukup kuat orang yang mengenakan hody hitam lengkap dengan penutup kepalanya itu terus menarik tangan Saina lalu menyeretnya menuju kesebuah parkiran dimana mobil Zio berada.


Belum juga sempat Saina bertanya tentang siapa yang menyeretnya itu tiba tiba jantung Saina berdetak dengan cepat saat menyadari dirinya diseret ke arah mobil Arzio.


"Lepas,maaf tapi aku harus segera pulang sudah ditunggu ibu"ujarnya sembari mencoba melangkahkan kakinya menjauh dari Arzio


"Heh,sudah berani melawan ternyata?"ucap Zio sembari membuka penutup kepala dari hody yang dia pakai serta merentangkan tangan nya untuk menghentikan langkah Saina.


"Ka_Kakak mau apa lagi?"tanya Saina memundurkan langkahnya karena rasa takut yang begitu besar pada Zio.

__ADS_1


Perlahan Zio pun melangkah,mengikis jarak pada Saina lalu menunjukan layar ponsel yang menyala tepat didepan wajah Saina.q


"Ikut aku atau foto ini akan tersebar luas hari ini juga"bisik Zio tepat ditelinga Saina yang membuat seluruh tubuh Saina meremang.


Saina membulatkan matanya saat melihat layar ponsel milik Zio yang menampilkan dirinya dengan pose yang tidak senonoh dan dipenuhi oleh tanda merah diseluruh tubuhnya.Tanda yang Zio tinggalkan saat mereka berhubungan intim malam itu.


Kedua tangan Saina terkepal dan kedua matanya terpejam kuat demi menahan rasa sesak mendapati dirinya akan masuk ke dalam sebuah masalah pelik didalam hidup nya.


Bahkan air mata itu lolos begitu saja dari mata indahnya namun tidak mengubah hati Arzio yang dingin dan kejam.


"So,mau ikut dengan suka rela atau gue sebarkan foto ini baru loe mau ikut gue?"ancamnya lagi yang membuat tubuh Saina melemas.


Tanpa berkata apapun lagi Saina pun perlahan berjalan dan masuk ke dalam mobil Zio.Saat ini Saina hanya bisa pasrah mengikuti kemauan Zio demi mencegah foto tidak senonohnya tidak tersebar luas.


Dengan pikiran yang melayang entah kemana dan juga tatapan kosongnya Saina mengikuti langkah Zio masuk kembali ketempat laknat itu.

__ADS_1


Tempat dimana dirinya harus kehilangan harga diri dan jiga kehormatan nya sebagai seorang wanita.


__ADS_2