
Awal kejadian part.1...
Tepat pukul 9 pagi mobil yang membawa Arsain dan juga dua keryawan yang ikut bersama dirinya pergi memenuhi undangan pertemuan bisnis diluar kota tiba dipelantara kantor.
Dengan wajah lelah Arsain memasuki gedung tinggi itu,diikuti oleh dua orang tersebut yang tidak lain adalah Bagas dan Melia yang merupakan asisten dan juga sekertaris dari Arsain.
Ingin rasanya cepat pulang demi melepas rasa lelah dan penat karena pekerjaan dengan melihat wajah cantik sang istri dan merasakan pelukan hangat dari sang istri.
Namun Arsain tidak bisa mengabaikan pekerjaan nya hari ini yang dijadwalkan ada meeting penting dengan klien dari luar negri.
Bahkan Zio yang sudah jarang kekantor pun kini nampak hadir untuk menyambut kedatangan tamu istimewa yang akan bekerja sama dengan perusahaan nya.
"Gas,tolong siapkan semua yang dibutuhkan untuk meeting nanti dan pastikan semua beres.Jangan ada yang mengganggu ku sampai waktu meeting tiba,aku ingin istirahat sejenak"titah Arsain begitu masuk kedalam ruangan nya di ikuti oleh Bagas dan juga Melia yang entah ada kepentingan apa tiba tiba ikut masuk.
"Baik Pak,apa ada yang Bapak butuhkan lagi?"
"Tidak terima kasih,kamu boleh keluar"
"Baik Pak,selamat beristirahat"
Bagas pun berbalik berniat meninggalkan ruangan atasan nya itu namun langkahnya terhenti saat menyadari jika ada Melia di belakangnya.
"Astaghfirullah al adzim,Melia?bikin kaget saja"ujar Bagas sembari mengusap dadanya.
Arsain yang mendengar seruan dari Bagas pun ikut menoleh dan melihat ke arah Melia dengan dahi yang mengerut.
__ADS_1
"Ada apa?"tanya Arsain dengan nada dingin nya.
"Tidak Pak,hanya memastikan jika anda membutuhkan sesuatu"
"Tidak terima kasih,pergilah.Lanjutkan pekerjaan mu"
"Ba_baik Pak"
Bagas dan Melia pun beranjak meninggalkan ruangan atasan nya.Bagas langsung melesat keruangan nya untuk menyelesaikan berkas berkas yang butuhkan.
Sementara Melia sendiri menatap kesal ke arah pintu ruangan kerja Arsain.Namun dia tidak kehilangan akal.
Dengan melangkah pasti Melia pergi menuju ke pantry room yang ada diujung kantor untuk membuatkan Arsain kopi dan mengambilkan sedikit cemilan sebagai teman nya.
"Loh Bu Melia?sedang apa?"tanya salah satu OB yang bertugas dibagian lantai 15.
"Loh kok tumben sama Bu Melia?biasanya cuma Pak Bagas yang khusus membuatkan kopi untuk Bapak?"
"Kurang tahu,mungkin lagi pengen saya yang buatkan"jawabnya menuh percaya diri yang membuat OB itu menyatukan kedua alisnya.
Tidak ingin ikut campur urusan atasan nya,OB itu pun kembali melanjutkan pekerjaan nya dan mengabaikan apa yang dilakukan oleh Melia disana.
*
*
__ADS_1
Braakkk...
Melia menyimpan nampan yang berisikan satu cangkir kopi dan satu piring kecil cemilan diatas mejanya dengan setengah membantingnya keatas meja kerja nya.
Setelah dengan percaya dirinya membuatkan minuman untuk sang atasan,Melia harus menelan kekecewaan saat pintu ruangan Arsain terkunci dari dalam.
"Kepedean sih,Pak Arsain mana minat sama yang model begituan,saat dirumah sudah memiliki bidadari surganya,ckckck"cibir OB tadi yang tak sengaja melihat kekesalan Melia karena gagal masuk kedalam ruangan itu.
Berbeda dengan Melia yang tengah menahan kesal,Arsain nampak begitu bahagia saat bisa melihat wajah sang istri dilayar ponselnya.
["Assalamu'alaikum Mas"]
"waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh sayang.Lagi ngapai?"
["Baru selesai sunah dua rakaat"]
"Masya Allah istri sholahahku.Jadi pengen pulang terus meluk seharian"
["Astaghfirullah al adzim,Mas.Kok jadi mesum?"]
"Habis gemes,kok bisa sih bidadari surga nyangkut dihati aku?"
["Masya Allah,meleleh hati adek Bang.Hihihhi"]
.
__ADS_1
🌸🌸🌸