
Hasna terkesiap saat sepasang tangan kekar memeluk erat tubuh mungilnya.Saat ini Hasna tengah berdiri didepan lemari untuk mengambil baju piyama yang akan dia dan juga Arsain pakai untuk tidur.
Namun saat Hasna tengah fokus memilih piyamanya Arsain memeluk erat tubuhnya dari arah belakang lalu menenggelamkan wajah tampan nya diceruk leher jenjang Hasna yang masih tertutup hijab.
"Mas,jangan begini"lirih Hasna menahan degup jantung yang beerdetak lebih cepat dari biasanya.
"Kenapa?aku masih kangen"jawab Arsain semakin mempererat pelukan nya.
Melihat tingkah suaminya yang mendadak manja itu pun Hasna hanya bisa pasrah dan membiarkan Arsain memeluk tubuhnya.
Perlahan Arsain mulai mengurai pelukan nya dan membalik tubuh Hasna agar menghadap dirinya.Arsain menarik dagu Hasna agar wajah cantiknya bia terlihat kareana Hasna terus saja menundukan kepalanya untuk menutupi rona merah diwajahnya.
Arsain yang gemes dengan tingkah sang istri yang masoh saja terlihat malu jilka berhadapan dan bersentuhan dengan nya langsung menyatukan kembali bibir keduanya.
Arsain ******* dan menghisap bibir ranum, Hasna dengan lembut namun tetap menuntut.Perlahan Arsain pun membimbing Hasna untuk mendekat ke arah ranjang tanpa melepaskan tauatan diantara keduanya.
Kembali ruangan yang awalnya terasa sejuk karena AC itu pun kembali panas.Arsain yang kembali diselimuti hasrat yang minta untuk dituntaskan membuat Hasna terkapar tak berdaya.
Perlakuan dan sentuhan lembut yang Arsain berikan empu membuat Hasna terlena dan terbuai oleh kenikmatan dunia yang Arsain berikan.
__ADS_1
Maka pergulatan panas pun tidak dapat dihindarkan lagi.Hasna yang kini sudah mulai paham dengan apa yang harus dia lakukan saat Arsain menjamah tubuhnya pun mulai mencoba aktif dengan membalas apa yang Arsain lakukan.
Sehingga malam ini keduanya benar benar menghabiskan waktunya hingga tengah malam dengan pergulatan panas diranjang.
*
*
"Terima kasih,aku mencintaimu sayang"bisik Arsain disela nafas yang masih memburu setelah pelepasan yang dia lakukan entah yang keberapa kalinya.
Hasna yang sudah tidak bertenaga pun hanya bisa menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan suaminya.
Hasna dan juga Arsain akhirnya tertidur lelap didalam dekapan masing masing.KIni Hasna memiliki tempat ternyaman ya untuk tertidur lelap yaitu menjadikan dada kekar sang suami sebagai bantalan untuknya.
Sementara Arsain sendiri kini nampaknya akan kesulitan tidur jika tidak memeluk guling hidup yang baru saja dia dapatrkan karena sebuah kecemburuan dan juga kesalah pahaman.
Pagi nya,Hasna terjaga terlebih dahulu bertepatan dengan suara adzan berkumandang.Dengan lembut Hasna membangunkan sang suami agar segera bangun untuk membersihkan diri agar tidak terlewat waktu sholat subuh.
"Bangun Mas,sudah adzan"
__ADS_1
"Eemm,bentar lagi sayang,masih ngantuk"
"tapi sudah adzan Mas,nanti setelah sholat bisa lanjut lagi tidurnya"
Akhirnya dengan mata yang masih berat untuk terbuka,Arsain pun bangkit dari tidurnya lalu bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sementara Hasna menyiapkan kain sarung,baju koko dan juga peci untuk Arsain pakai saat pergi kemasjid untuk melakukan sholat subuh berjamaah dimasjid komplek rumah nya.
"Itu baju sama kain sarung nya sudah aku siapin Mas,aku bersih bersih dulu ya"
"Iya sayang,terima kasih"
Hasna pun segera masuk kedalam kamar mandi setelah mendapat ijin dari suaminya.Arsain sendiri langsung memakai baju yang sudah disediakan oleh istrinya lalu berpamitan lewat seruan dipintu kamar mandi dimana Hasna masih membersihkan diri.
"Sayang,Mas kemasjid dulu ya"seru Arsain dari balik kamar mandi.
.
🌸🌸🌸
__ADS_1