
Namun setelah 13 tahun berlalu pun tidak mampu membuat Ardana memcintai Mariana,apalagi saat bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang ternyata memiliki seorang anak darinya membuat Ardana mantap bercerai dari Mariana dan Mariana tidak bisa menahan Ardana meski sejujurnya Mariana sudah jatuh cinta pada calon adik ipar yang menjadi suaminya itu.
Namun Mariana cukup tahu diri untuk tidak menghalangi keputusan Ardana meski harus menderita menahan rasa rindu dan juga sakit karena mencintai orang yang salah.
"A_apa wanita itu tidak akan keberatan jika aku ikut dengan mu?"tanya Zio dengan ragu ragu karena jujur dia juga begitu merindukan Ardana.
"Wanita yang mana?si Mbok Rumi?dirumah hanya ada dia,mana mungkin dia keberatan yang ada kegirangan tuan muda nya pulang.Ayo kita pulang dan mulai sekarang tinggalah dengan Papah,Ok"
Zio pun hanya bisa mengangguk patuh pada Ardana yang sebenarnya begitu menyayangi Arzio seperti anaknya sendiri.Namun tidak bisa bertahan karena sulit mencintai Mariana saat masih ada satu nama yang tetap bertahan ditahta hatinya.
Kedua pria beda generasi itu pun mulai beranjak meninggalkan area pemakaman tempat peristirahatan terakhir seorang wanita bernama Mariana Selvia Gunawan setelah sekian tahun berjuang melawan penyakitnya.
*
*
__ADS_1
Saina sendiri masih nampak shock dengan situasi dirinya saat ini.Bahkan sudah satu jam dirinya terbangun namun masih tidak beranjak dari ranjang nya dan terus menangis.
"Sayang bangunlah Nak,makan dulu"ucap Bu Nilam mencoba membujuk sang anak agar mau makan.
"Aku nggak mau makan Bu,aku maui mati saja"lirih Saina.
"Sssttt jangan bilang begitu sayang tidak baik,nanti didengar oleh anakmu sayang.Ibu akan menemui pria itu dan akan meminta dia bertanggung jawab pada anak ini"ucap Bu Nilam yang mampu membuat Saina bangkit dari tidurnya.
"Tidak Bu jangan lakukan itu,jika Ibu lakukan itu dia akan semakin menghinaku dan juga Ibu,aku mohon Bu jangan pernah menemui dia lagi"Saina pun kembali menangis histeris saat mengingat kembali apa yang dikatakan oleh Arzio padanya saat Saina mengatakan kalau dirinya hamil.
"Tidak Bu,aku mohon jangan.Cukup satu kali saja aku mendengar ucapan nya yang mengatakan seolah olah aku ini pelacur Bu,aku tidak sanggup lagi mendengar kata kata itu untuk kedua kalinya.Bawa aku pergi dari sini Ibu,aku tidak mau tinggal dan bertemu dengan orang orang itu lagi,tolong bantu aku untuk pergi dari sini Bu,aku mohon"dengan berderai air mata dan dengan tangan yang gemetar Saina mengatupkan kedua tangan nya didada memohon agar Bu Nilam membawanya pergi dan menghilang.
Hancur sudah hati seorang ibu saat melihat anak yang begitu dia cintai hancur seperti saat ini.Tak sanggup lagi melihat anaknya semakin terpuruk Bu Nilam pun bergegas memeluknya dan menyetujui ke inginan Saina untuk pergi dari tempat itu.
"Iya sayang iya,ayo kita pergi dari sini.Biarkan tuhan yang menghukum perbuatan mereka semua,ya"kedua wanita beda usia itu pun menangis bersama meluapkan apa yang mereka rasakan saat ini.
__ADS_1
*
*
Setelah keduanya tenang Bu Nilam dan Saina pun segera mengemasi semua barang dan memutuskan untuk pergi sekarang juga dari sana.
Tidak ada lagi alasan menunggu disana karena semua pasti akan berujung sama.Hanya akan ada sebuah penghinaan yang akan mereka dapatkan.
Dengan bantuan sebuah taxi online kedua wanita beda generasi itu pergi menuju sebuah stasiun kereta yang akan membawa mereka kesebuah desa yang dulu sempat ditinggali oleh keluarga Bu Nilam saat Bu Nilam masih kecil.
Sebuah desa terpencil namun cukup nyaman untuk dijadikan tempat tinggal.Belum lagi disana juga Bu Nilam memiliki rumah peninggalan dari sang nenek yang kini dijaga dan di rawat oleh sang paman.
Meski Bu Nilam tidak tahu apa warga disana bisa menerima Saina dalam kondisi hamil atau tidak,setidaknya Bu Nilam akan mencoba bermusyawarah dengan warga setempat agar mau menerima dan memaklumi keadaan Saina saat ini.
Toh apa yang dialami Saina saat ini adalah sebuah kecelakaan dimana Saina dipaksa melakukan itu oleh seorang pria yang tidak mau bertanggung jawab.
__ADS_1
...****************...