Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Seasion 2(Part.36)


__ADS_3

"Assalamu"a____"


Braakkkk....


Traannnggggg...


"Sa_sayang?"Arsain membulatkan matanya saat melihat Hasna sudah ada diambang pintu dengan air mata diwajahnya.


"Astaghfirullah al adzim"seru Hasna langsung berlari keluar dari ruangan itu setelah menyaksikan bagaimana suaminya kembali memeluk seorang wanita didalam ruangan kerjanya.


Hasna terus berlari mengabaikan teriakan Arsain yang terus memanggil namanya hingga masuk kedalam lift yang akan membawanya kelantai bawah.


Arsain sendiri langsung melepaskan pelukan Melia dan berlari mengejar sang istri yang begitu shock melihatnya dipeluk erat oleh sang sekertaris.


"Sayang tunggu,aku mohon berhentilah dan dengarkan penjelasanku.Hasna berhenti"seru Arsain yang terus berteriak memanggil nama sang istri.


Namun diabaikan dan sayang langkah nya kurang cepat hingga Arsain harus kehilangan Hasna yang sudah menghilang masuk kedalam lift.


Arsain menggeram,dadanya bergemuruh menahan amarah pada seseorang yang masih berada didalam ruangan nya.


Arsain pun kembali masuk kedalam ruangan nya dengan rahang yang telah mengeras dan juga kedua tangan yang terkepal kuat.


"PERGI SEBELUM AKU MENYERETMU KELUAR DARI RUANGAN INI".

__ADS_1


Melihat Melia yang enggan beranjak Arsain pun langsung menghubungi Bagas melalui ponselnya.


Tuuuttt....tuuttt...


["Iya selamat siang Pak,ada yang bisa saya ban___"]


"KERUANGAN SAYA SEKARANG"


["Ba_baik Pak"]


Bagas pun segera berlari kearah ruangan atasan nya setelah mendengar perintahnya dengan nada yang tidak biasa.


"Selamat siang Pak,ada yang bisa saya ban___"


"Bawa perempuan murahan ini keluar dan langsung pecat dia"


Yang membuat Bagas kebingungan setengah mati.Perasaan tadi baik baik saja kenapa tiba tiba murka seperti itu?batin Bagas.


Bagas yang melihat Arsain begitu marah pun akhirnya melakukan perintah Arsain meski belum tahu apa penyebab keryawan yang baru bekerja dengan nya selama 3 hari itu langsung mendapat pemecatan.


Bagas tidak bisa lagi menahan niat Arsain untuk memecat Melia padahal menurutnya Melia cukup kompeten dalam bekerja.


Namun saat melihat raut wajah Arsain yang jauh lebih mengerikan dari Zio mantan atasan nya dulu,Bagas pun hanya bisa pasrah dan memperoses prosedul pemberhentian karyawan untuk Melia.

__ADS_1


Melia sendiri hanya bisa menahan kesal karena gagal merayu Arsain.Melia pikir perhatian yang Arsain berikan dua hari kemarin merupakan bantuk apresiasi atas perasaan yang sama dengan nya.


Namun Melia salah besar,itu bukan perhatian seorang pria kepada wanitanya namun perhatian dari atasan pada bawahan nya.


Dengan menahan rasa malu yang teramat sangat besar Melia keluar dari gedung besar dan tinggi impian semua calon karyawan mendapatkan pekerjaan disana.


Namun hanya karena ambisi dan juga hasratnya memiliki pria yang dicintai membuat Melia meyia nyiakan kesempatan yang Allah berikan untuknya.


Selain gagal menjadi karyawan tetap,Melia juga gagal membantu perekonomian Bu Maria,ibu asuh yang selama ini menampung dan juga memberikan apa yang tidak pernah orang tuanya berikan.


Tangis penyesalan pun rasanya percuma saja kala semua sudah terjadi dan mungkin akan mejadi aib untuk hidupnya karena mencintai pria yang salah.


*


*


"Sial,brengsek"


Arsain nampak melempar ponsel miliknya kearah kursi jok penumpang mobil yang ada disampingnya.


Arsain begitu kesal saat tidak bisa menghubungi sang istri.Arsain begitu khawatir dengan kondisi sang istri saat ini.Bahkan dadanya terasa sesak saat pikiran buruk tentang Hasna terus menghampiri pikiran nya


"Kamu dimana sayang,aku mohon angkat telponnya dan dengarkan penjelasanku"gumam Arsain yang merasa putus asa karena tiak kunjung bisa menghubungi Hasna.

__ADS_1


.


🌸🌸🌸


__ADS_2