Mengejar Maaf Saina

Mengejar Maaf Saina
Bab.12


__ADS_3

"Kenapa baru pulang?ini sudah lewat berjam jam dari jam pulang sekolah"ujar Bayu segera menghampiri Saina yang baru saja pulang bersama dengan sepedahnya.


"Kak Bayu?ada apa,kok ada disini?",jawab Saina dengan berbalik bertanya dan mengabaikan pertanyaan Bayu yang sebelumnya bertanya padanya.


"Tadi aku jemput kamu kekelas biar bisa pulang bareng tapi kamu sudah pulang.Ini aku sudah hampir 4 jam nungguin kamu,kamu nggak apa apakan?"tanya Bayu dengan raut wajah yang begitu mencemaskan Saina.


Saina hanya bisa menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Bayu namun air matanya lolos begitu saja dari mata indahnya seolah menjawab pertanyaan itu dengan versi lain.


Merasa ikut sakit dan terluka Bayu pun menarik Saina ke arah mobilnya dan menyuruh Saina untuk masuk kedalam mobil itu lalu kembali ke arah warung dimana Bu Nilam berada.


"Bu saya ijin bawa Saina sebentar ya,ada tugas yang harus kami selesaikan hari ini untuk dinilai besok,bolehkan Bu?"tanya Bayu berpamitan lalu meminta ijin untuk membawa Saina keluar lagi.


"Oh iya baik Nak,tapi jangan pulang malam ya.Nggak baik buat anak perempuan kalau kelihatan suka pulang malam"jawab Bu Nilam yang sedikit mewanti wanti agar Bayu mengantarkan kembali sebelum malam tiba.


"Baik Bu akan saya usahakan sesegera mungkin untuk menyelesaikan tugasnya"jawab Bayu lagi dengan senyuman untuk menutupi amarahnya pada seseorang yang kini tengah memuncak hingga ubun ubun.


Bayu pun mulai memasuki mobilnya dan melajukan mobil miliknya itu menyusuri jalanan yang nampak ramai sore itu bersama dengan Saina disamping nya.


Setelah mengantongi ijin dari Bu Nilam,Bayu pun akhirnya membawa Saina kesebuah taman yang masih lumayan ramai meski hari sudah sore.

__ADS_1


Bayu membawa Saina untuk duduk dibangku taman agak memojok yanh agak sepi agar apa yang mereka bicarakan tidak terlalu menjadi konsumsi publik.


"Tunggu disini,aku akan membeli makanan dan minuman dulu nanti baru kita bicara"tanpa menunggu jawaban dari Saina Bayu pun pergi ke arah para penjual makanan yang berjejer dipinggir taman.


Bayu pun kembali dengan menenteng 2 kantong plastik yang berisi makanan dan minumana untuk teman mengobrolnya sore ini bersama Saina.


"Ini minuman dan makanan nya.Kamu pasti lapar mending makan dulu"ujar Bayu menyodorkan satu porsi siomay dan satu cup minuman boba favorit Kayla.


"Terima kasih Kak"


Keduanya pun mulai memakan makanan nya dengan diam.Tidak ada yang membuka suara saat keduanya menyantap makanan ringan namun membuat kenyang itu.


*


*


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Saina melainkan air mata sebagai yang mewakili jawaban untuk pertanyaan yang Bayu tanyakan.


Merasa tidak tega melihat Saina yang nampak begitu terluka dan tertekan Bayu pun reflek menarik tubuh gadis itu masuk kedalam dekapan nya.

__ADS_1


Dipeluknya erat tubuh Saina yang tengah bergetar hebat karena menangis melepas semua beban yang selama ini dia pendam sendirian.


"Menangislah,jika itu yang kamu butuhkan saat ini maka menangislah"ucap Bayu lagi membelai sayang pucuk kepala Saina yang masih ada didalam pelukan nya.


Hampir satu jam Saina menangis didalam pelukan Bayu meluapkan semua kesedihan nya selama ini.


Karena hanya didepan pria itulah Saina bisa mengeluarkan semua kesedihan yang selama ini dia pendam.


"Aku akan bicara dengan Zio,agar dia tidak lagi menyakiti mu"ucap Bayu yang membuat Saina terlonjak kaget dan reflek melepaskan pelukan nya.


"Ja_jangan Kak,jangan lakukan apapun karena itu akan membuat dia marah dan menyebarka foto itu"jawab Saina denga raut wajah penuh dengan rasa takut.


"Foto?foto apa?"tanya Bayu bingung.


"Kak Zio menyimpan foto aku yang tanpa busana Kak.Jika aku tidak menurut dan membuat dia marah maka dia akan menyebarkan foto tidak senonoh itu"


Bayu membulatkan mata nya saat mendengar penjelasana Saina tentang ancaman yang Zio lakukan padanya.


Bayu tidak menyangka jika teman yang sudah dia anggap seperti saudara sendiri itu memiliki sipat yang begitu brengsek dan bajingan.

__ADS_1


__ADS_2