
Zio dan juga Ardana masih terpaku dan menatap nanar gundukan tanah yang masih baru dan dipenuhi oleh taburan bunga segar dengan nisan bertuliskan nama Saina Arzenita.
Meski pemakaman sudah selesai satu jam yang lalu namun Zio dan juga Ardana sama sama enggan meninggalkan gundukan tanah itu.
Tidak ada lagi air mata yang membasahi wajah kedua pria tampan beda generasi itu namun tatapan keduanya nampak sama sama kosong menatap kedepan.
Berulang kali keduanya pun nampak menghela nafas panjang dan berat.Sesak begitu terasa saat lagi lagi netra keduanya membaca tulisan nama seorang gadis yang mereka cari selama ini.
"Ayo Ayah kita pergi,biarkan Bunda tenang dan berhentilah menangisinya,karena itu adalah salah satu permintaan terakhir Bunda untuk kita"Zio pun hanya mengangguk lemah lalu mengikuti langkah sang anak meninggalkan tempat yang menjadi peristirahatan terakhir untuk Saina.
Selama satu minggu pun Zio dan juga Ardana menetap dikampung itu hingga acara tahlilan hari ke tujuh kepergian Saina digelar.
Dan setelah nya akan kembali kekota dengan membawa si kecil Arsa ikut bersama dengan Zio dan juga Ardana.
Bu Nilam pun tidak keberatan karena itu adalah salah satu pesan terakhir yang doberikan oleh almarhumah Saina pada nya dan juga Zio agar membawa dan merawat Arsa.
*
*
"Arsa pergi dulu ya Nek,Nenek baik-baik di sini nanti kalau Arsa libur sekolah Arsa akan kembali ke sini dan menghabiskan liburan di sini"ucap Arsain saat berpamitan dengan sang nenek
__ADS_1
"Iya sayang Arsain juga jaga diri baik-baik di sana ya,ingat belajar yang rajin dan jangan berhenti doakan Bunda biar Bunda juga tenang di sana"
"Siap Nek Asra pergi dulu ya Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam sayang hati-hati ya"
"Kami pamit dulu Bu"ucap Zio lirih
"Iya Nak hati-hati saya titip Arsa,tolong jaga dia baik-baik"
"Iya Bu itu pasti"jawab Zio sembari berlalu menuju ke arah mobilnya
"Aku pergi dulu ya dan aku akan kembali setelah semua persiapannya selesai"ucap Ardana saat berpamitan dengan Nilam yang membuat Nilam menyatukan alisnya menatap bingung ke ke arah Ardana
"Nanti juga kamu tahu sendiri setelah aku kembali ke sini"jawab datar Ardana
Zio,Ardana dan Arsa pun berjalan menuju ke mobilnya namun saat Zio akan memasuki mobil dengan membuka pintu samping kemudi seseorang menahan tangannya
"Biar aku aja yang bawa mobil Zio,kamu sedang tidak baik-baik saja"ucap Bayu menahan tangan Zio yang akan membuka pintu mobil sebelah kemudi
"Kamu belum pulang Bay?"tanya Zio pada sahabatnya itu
__ADS_1
"Aku sengaja menunggumu,biar aku yang bawa mobil kalian dalam keadaan tidak baik-baik saja"jawab Bayu lalu masuk ke dalam mobil dan duduk di depan kemudi
Zio pun tidak berkata-kata lagi dan langsung beralih mengitari mobil dan duduk di samping samping Bayu sedangkan Ardana dan Arsain duduk di kursi bagian belakang.
Lambaian tangan dari Arsain dan Nilam menjadi penutup perpisahan diantara mereka dan mobil pun mulai melaju meninggalkan kampung itu.
"Sudahlah,ikhlaskan dia pergi.Ini sudah jalan nya"ucap Bayu yang membuat Zio kembali menunduk untuk menyembunyikan air matanya yang akan jatuh.
Keduanya pun kembali terdiam menikmati perasaan mereka yang entah seperti apa.Tidak hanya Zio yang merasakan sesak atas kepergian Saina.Namun Bayu juga merasaka hal yang sama.
Menjelang malam mobil Zio pun akhirnya mulai memasuki halaman rumah mewah dan besar setelah sebelumnya mengantarkan Bayu pulang terlebih dahulu.
Si kecil Arsain pun sampai mengangakan mulutnya saat turun dari mobil didepan rumah mewah itu.
"Apa ini rumah kita Yah?"tanya bocah polos itu.
"Iya sayang,mulai sekarang ini adalah rumah kamu juga dan besok lusa kamu akan bersekolah disekolah baru.Ayo kita masuk"Zio pun menggandeng tangan mungil Arsa dan masuk kedalam rumah di ikuti oleh Ardana dibelakangnya.
Saat masuk kedalam rumah ketiganya disambut oleh Mbok Rumi yang sudah setia selama 28 tahun bekerja bersama dengan mereka.
"Assalamualaikum Mbok"ucap Zio saat melihat Mbok Rumi yang membukakan pintu rumah.
__ADS_1
...****************...